<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121</id><updated>2011-08-01T14:13:02.352-07:00</updated><category term='PUSTAKA AL FAUZAN'/><category term='Qouul Ulama'/><category term='BENAR APA SALAH'/><category term='manhaj'/><category term='BINGKAI UKHTI'/><category term='buku saku'/><category term='Lantunan HaTi'/><category term='Keluar9a'/><category term='Q&apos;Ta dan Buah HaTi'/><category term='AQIDAH'/><title type='text'>PERJALANAN HIDUP GENERASI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-1472426783396408514</id><published>2010-02-13T05:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T05:18:17.917-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BENAR APA SALAH'/><title type='text'>Valentine’s Day  ???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/S3amct8JeiI/AAAAAAAAAI8/DHrdMQrDJTA/s1600-h/VALENTIN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 99px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/S3amct8JeiI/AAAAAAAAAI8/DHrdMQrDJTA/s200/VALENTIN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437716612394875426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Valentin’s day (Hari Kasih sayang) ini jatuh pada tanggal 14 Februari, hari ini sangat popular dikalangan remaja dan merupakan tradisi atau kebiasaan yang  sudah  mengakar dikalangan mereka yang dapat menyeret pemuda/pemudi Islam kelembah kesesatan.&lt;br /&gt;  Pada hari tersebut yang disebut - Hari kasih sayang  – orang  saling mengirimkan kartu ucapan selamat Valentine (greeting card). Ucapan Valentine-Valentine tersebut dikirim kepada rekan, anggota keluarga atau orang-orang yang di kasihi. Biasanya berisikan ucapan-ucapan cinta yang sentimentil. Selain berbentuk kartu, Valentine dapat dibentuk gift (hadiah), kotak hias berisi kembang gula, gambar-gambar pantasi, cupid (boneka berbentuk anak kecil bersayap) atau karangan bunga. Selain orang mengirimkan Ucapan Valentine, Ada juga orang yang memperingati Valentine’s Day dengan cara mengadakan pesta-pesta, dansa-dansa, menyanyikan lagu Valentine’s Day, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine’s Day&lt;br /&gt;Dari mana sih… Valentine Day itu berasal? Agar fakta tentang Valentine’s Day ini subyektif dan seaktual mungkin, dalam artian tidak dibuat-buat atau rekaan belaka maka maraji’ (referensi) sebagian diambil dari asal Valentine’s Day itu sendiri, yaitu dari dunia barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Definisi Valentine’s Day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    A day on which lovers traditionally exchange affectionate messages and gifts. It is observed on February 14, the date on which saint Valentine was martyred.¹      ³&lt;br /&gt;(Sebuah hari dimana orang –orang yang sedang dilanda cinta secara tradisi saling mengirimkan pesan-pesan cinta dan hadiah-hadiah. hari itu diperingti pada tanggal 14 Februari, suatu hari dimana St. Valentine mengalami martir (orang yang di anggap mati sebagai pahlawan karna mempertahankan kepercayaan).&lt;br /&gt;    The date of the modern celebration, February 14, is believed to drive in the execution of a Christian martyr, St. Valentine, on February 14, 270. ²&lt;br /&gt;(Tanggal 14 Februeri, adalah perayaan modern, yang diyakini dari hari dihukum matinya seorang martir Kristen yaitu St. Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M).&lt;br /&gt;    St, Valentine adalah seorang pendeta dan tabib dari Roma yang (dianggap) martir sewaktu kaisar Claudius II pada tahun 269 M. Peringatan tersebut pada tanggal 14 Februari. Kebiasaan mengirim ucapan-ucapan Valntine berasal dari upacara penyembahan berhala yang di kaitkan dengan peribadatan Juno februalis di goa lupercal, atau bisa jadi pendapat bahwa burung-burung kawin pada tanggal 14 Februari).&lt;br /&gt;    St.Valentine yang disebut itu (dalam Martyrologium Hieronymianum) adalah seorang utusan dari Rhaetia, dan dimuliakan di Passau sebagai uskup yang pertama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat peryataan di atas, dapat kita lihat bahwa Valentine’s day adalah untuk menghormati dan mengkultuskan St.Valentine, yang di anggap martir (orang yang mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan), Dia mati dibunuh pada tanggal 14 Februari 269 M (sumber lain menyebiutkan 270 M) dan juga diangggap sebagai seorang utusan dan uskup yang di muliakan. Pangambilan istilah itu juga dikaitkan dengan&lt;br /&gt;luparcalia, upacara keagamaan orang Romawi Kuno, dan juga bahwa burung-burung kawin pada tanggal tersebut (bertepatan dengan musim semi).&lt;br /&gt;    Luparcalia merupakan upacara keagamaan (ritual) yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyembah dewa lupercus, yang oleh mereka dianggap sebagai dewa kesubuan (Fertility), dewa padang rumput dan pelindung ternak. Sebagai suatu upacara ritual kesuburan, Lupercalia juga dihubungkan dengan penghormatan dan penyembahan kepada dewa Faunus, sebagai dewa alam ( god of nature ) da pemberi wahyu ( oracle ). Upacara atau Festival tersebut dipimpin dan diawasi suatu badan keagamaan yang disebut Luperci dan para pendetanya juga disebut Luperci.&lt;br /&gt;Setiap upacara Lupercalia dimulai dengan mengorbankan beberapa ekor kambing dan seekor anjing yang dipimpin oleh para Luperci. Upacara tersebut dilakukandi dalam sebuah gua bernama Lupercal, berada dibukit Palatine, yang merupakan salah satu tujuh bukit di kota Roma. Setelah itu dua orang Luperci ( dalam sumber lain dua orang pemuda ) dibawa ke sebuah altar, kemudian sebuah pisau yang berlumuran darah disentuhkan pada kening mereka, dan darah itu diseka dengan kain wool yang telah dicelupkan kedalam susu, setelah itu kedua orang tersebut diharuskan tertawa. Kemudian para Luperci memotong kulit kambing yang dikorbankan dan dijadikan cambuk. Kemudian mereka berlari dalam dua gerombolan mengelilingi bukit Palatine dan tembok-tembok kuno di Palatine, mencambuki setiap wanita baik yang mengikuti upacara maupun yang mereka temui di jalanan. Para wanita yang menerima cambukan itu dengan senang hati karena menurut mereka cambukan itu dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburannya.&lt;br /&gt;Setelah upacara tersebut selesai, maka sebagai pelengkap dari upacara kesuburan (fertility) dan pemurnian (purification) itu, diadakan suatu upacara tambahan. Gadis-gadis membuat pesan-pesan cinta dan menempatkannya di dalam sebuah jambangan besar, kemudian para pemuda mengambil pesan tersebut, setiap orang satu pesan. Para pemuda kemudian berpasangan dengan gadis yang pesannya diambil, dilanjutkan dengan dansa-dansi dan diakhiri dengan hubungan cinta.&lt;br /&gt;Upacara Lupercalia ini berlangsung sampai pada masa pemerintah Kaisar Constantin Agung (280-337 M). Kaisar Romawi ini adalah kaisar pertama yang memeluk agama Nasrani. Lewat masuknya agama Nasrani itu dan berbagai jalan yang ditempuhnya, dia memegang peranan penting dalam hal merubah agama yang dikejar-kejar dan diancam sebelumnya, menjadi agama yang dominan (bersifat Nasional). Pengaruh agama Nasrani semakin meluas di kerajaan Romawi dan Dewan Gereja memegang peranan penting dibidang politik. Pada tahun 494 M, Dewan Gereja di bawah pimpinan Paus Gelasius I merubah bentuk upacara Lupercalia menjadi perayaan purifikasi (pemurnian/pembesihan diri). Dan pada tahun 496 M, Paus Galasius I mengubah tanggal perayaan purifikasi yang berasal dari upacara ritual Lupercia  dari tanggal 15 Februari menjadi tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    St. Valentine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;St. Valentine adalah nama dari dua orang Kristen yang dianggap pelindung dari orang-oang yang bercinta. Sejarah Romawi mengatakan bahwa kedua orang yang bernama St. Valentine itu telah mati pada tanggal 14 Februari dengan cara dihukum penggal. Dari kedua orang itu, yang seorang dihukum di kota Roma dan yang lain di kota interamna (sekarang Terni). Keduanya dihukum di jalan flaminia (Via Flaminia), suatu jalan kuno yang membentang dari kota Roma menuju Cisalpine Gaul.&lt;br /&gt;St. Valentine yang dihukum mati di Roma adalah seorang pendeta (priest) sekaligus seorang tabib (physician), yang dihukum mati dengan dipenggal lehernya, pada tahun 269 M (sumber lain menyebutkan 270 M) oleh kaisar Claudius the goth (Claudius II Ghaticus), penguasa Romawi pada waktu itu, yang melakukan pengejaran terhadap orang-orang Nasrani. Dan St. Valentine dikubur di jalan Flaminia.&lt;br /&gt;Sedang St. Valentine yang satunya adalah seorang uskup (bishop) dari kota Interamna, yang dihukum mati di jalan Flaminia dekat kota tersebut, kemudian mayatnya dibawa kembali ke Interamna.&lt;br /&gt;Sebab dihukum matinya St. Valentine karena telah melanggar peraturan yang dibuat oleh kaisar Claudius II. Pada sekitar 200-an Kaisar melarang para pemuda untuk kawin, karena menurutnya orang yang masih single (belum kawin) dapat menjadi tentara yang baik dari pada yang sudah kawin. Tetapi St. Valentine melanggar perintah ini dengan diam-diam mengawinkan sepasang anak muda.&lt;br /&gt;Selain sebagai pendeta dan uskup, dari salah satu sumber juga diterangkan bahwa St. Valentine adalah (dikultuskan sebagai) seorang utusan dari Rhaetia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Sejarah Perkembangan St. Valentine’s Day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 494 M, Paus Gelasius I mengubah upacara Lupercalia menjadi perayaan Purifkasi. Dua tahun kemudian (496 M), Paus Galasius I mengganti tanggal pelaksanaan perayaan purifikasi (yang semula upacara Lupercalia) dari tanggal 15 Februari menjadi tanggal 14 Februai, tanggal ini (14 Februari) bertepatan dengan matinya St. Valentine yang dianggap Martir. Sebagai penghormatan dan pengkultusan terhadap St. Valentine, maka tanggal 14 Februari oleh Paus Gelasius I ditetapkan sebagai St. Valentine’s Day (Hari Valentine).&lt;br /&gt;Peringatan St. Valentine’s Day ini terus berlansung, hingga pada permulaan abad ke-15 orang-orang Inggris mulai memperingati Valetine’s Day ini dengan saling mengirimkan kartu yang digambar dengan tangan. Kemudian pada sekitar permulaan abad ke-19 kartu-kartu ucapan yang dibuat dengan mesin cetak mulai beredar dan dikomersilkan. Kebiasaan mengirim Valentine-valentine pada St. Valentine’s Day ini berlanjut terus sampai sekarang.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Wahai para pemuda-pemudi generasi Islam apa yang kalian cari di dunia ini, jangan kalian ikuti kerusakan-kerusakan yang orang-orang kafir lakukan itu. Sesungguhnya yang mereka lakukan itu adalah perbuatan sia-sia lagi berdosa. Karena itu semua bukan dari ajaran islam dan para shalaful sholihpun (orang-orang yang sholih) tak ada yang mengajarkan apalagi merayakannya kerena itu adalah perbuatan yang dilarang dalam islam. Mudah-mudahan tulisan ini dapat membuat kita semua sadar akan agama yang mulia ini dan mempelajari agama kita ini dengan sungguh-sungguh agar kita terhindar dari kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                        Wallahu a’lam bish-shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-1472426783396408514?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/1472426783396408514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2010/02/valentines-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1472426783396408514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1472426783396408514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2010/02/valentines-day.html' title='Valentine’s Day  ???'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/S3amct8JeiI/AAAAAAAAAI8/DHrdMQrDJTA/s72-c/VALENTIN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-5487737559285426266</id><published>2010-01-15T05:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:29:49.756-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AQIDAH'/><title type='text'>TAUHID</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/S1CRowaMPnI/AAAAAAAAAIk/Le0Rq3eiXv0/s1600-h/qurannn33.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/S1CRowaMPnI/AAAAAAAAAIk/Le0Rq3eiXv0/s200/qurannn33.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426997680356998770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;At-Tauhid dalam bahasa adalah pengesaan. Sedangkan menurut istilah berarti mengesakan Alloh dalam Rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, serta nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Dengan kata lain Tauhid adalah iman kepada Alloh Alloh azza wa jalla tanpa diiringi oleh kesyirikan. Ketinggian tauhid dapat kita ketahui dengan melihat keburukan lawannya, yaitu syirik, sebagaimana yang digambarkan dalam ayat berikut ini dan ayat-ayat lainnya yang banyak terdapat didalam kitab suci Al-Qur’an. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata pada anaknya, di waktu ia memberikan pelajaran kepadanya: (Ia berkata:) wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Alloh, sesungguhnya mempersekutukan Alloh adalah benar-benar kedzoliman yang sangat besar. (Qs. Lukman [31]: 13), (Qs. An-Nisaa’ [4]: 48), (Qs. Az Zumar [39]: 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya manusia adalah bertauhid dan tauhid merupakan fitrah yang di karuniakan Alloh untuk manusia sebagai mana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Ar-Ruum [30] ayat: 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka hadapkanlah wajahmu dengan luruh kepada agama (Alloh), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Alloh. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Nabi Sholollohu 'alaihi wasalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap bayi itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Syirik adalah unsur luar yang menyusup kedalam fitrah manusia, sebagai makhluk yang bertauhid pada mulanya. syirik &amp;amp; penyimpangan aqidah terjadi pada kaum Nabi Nuh as. Setelah orang-orang shalih diantara mereka telah meninggal, maka mereka membuat patung-patung seperti orang-orang shalih tersebut untuk mengenang mereka, tetapi setelah bergantinya generesi demi generasi, dan orang-orang yang membuat patung-patung itupun telah meninggal maka patung–patung yang dulunya hanya dibuat untuk mengenang orang-orang shalih diantara mereka, kemudian menjadi disembah oleh generasi-generasi sesudah mereka. Kemudian Alloh azza wa jalla menyuruh Nabi-Nya Muhammad j untuk menyeru manusia kepada tauhid dan mengikuti agama Ibrahim as. Beliau j berjuang keras sampai aqidah tauhid dan agama Ibrahim kembali dianut oleh ummat manusia. Beliau j menghancurkan patung-patung dan kesyirikan-kesyirikan lainnya, yang dengannya Alloh azza wa jalla menyempurnakan agama ini serta menyempurnakan nikmat-Nya untuk segenap alam. Itulah generasi-generasi pertama yang diutamakan dari ummat ini berjalan diatasnya, kemudian kebodohan (tentang agama) merajalela pada generasi-generasi akhir dan unsur-unsur dari agama lain yang merasukinya, sehingga kembali merebaklah kesyirikan-kesyirikan di tengah-tengah ummat ini. hal ini juga disebabkan oleh da’i-da’i sesat dan didirikannya bangunan-bangunan diatas kuburan-kuburan sebagai pengagungan terhadap wali dan orang shalih atau orang-orang yang di anggap shalih oleh meraka dengan dalih cinta kepada mereka, sehingga dibangunlah di atas kuburan-kuburan mereka bangunan-bangunan peringatan, dan dijadikan sesembahan-sesembahan selain Alloh dengan segala bentuk pendekatan, baik dengan do’a, meminta pertolongan, menyembelih qurban, atau bernadzar karena kedudukan mereka. Ini adalah perbuatan syirik dalam beribadah kepada Alloh. Dan syirik ini dapat mengeluarkan palakunya dari Islam (kafir/murtad). 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid terbagi atas tiga bagian yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tauhid Rububiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tauhid Uluhiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tauhid Asma’ wa Sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Tauhid Rububiyah Yaitu pengesaan dan pensucian Alloh azza wa jalla dalam kekuasaan dan perbuatan-perbuatan-Nya. Dan tiada syirik (sekutu) bagi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ&lt;br /&gt;Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan) (Qs. Al-Fathir [35]: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari." (Qs. Fathir [35]: 13), (Qs. Al-A’raaf [7]: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kandungan tauhid Rububiyah, bahwasanya hanya Allohazza wa jalla lah pencipta alam ini dan semua apa-apa yang ada, pemberi dan pencegah, penghidup dan pemati, pengada dan peniada. Tiada sekutu bagi-Nya. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. (Qs. Al-An’am [6]: 1), (Qs. Ali-Imran [3]: 26-27), (Qs. Al-Muminun [23]: 84-89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Hanya Alloh azza wa jalla lah penguasa tertinggi, tidak ada batas dari kekuasaan-Nya, tidak ada kekuasaan yang menandingi-Nya, semua yang dikehendaki-Nya terjadi dan semua yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan pernah terjadi. Tidak ada keinginan lain yang bisa terlaksana bila bertentangan dengan keinginan-Nya. Tidak ada yang dapat mencegah-Nya dari apa pun juga. Hanya Dia-lah Alloh yang memuliakan dan menghinakan, mengangkat dan merendahkan, mengkayakan dan memiskinkan, yang memberi manfaat dan madharat. Dan tidak ada yang menyekutui-Nya dalam hal Rububiyah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “wahai Rabb yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau memuliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs. Ali-Imran [3]: 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh-lah pengatur dan penentu sega-galanya Raja dan Pemilik semuanya. Maha suci Alloh azza wa jalla darisifat kekurangan dan kelemahan. Maha suci Alloh dari kesamaan dengan apa pun juga. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الأمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلا تَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran“ (Yunus [10]: 3), (Qs. Asy-Syuuraa’ [42]: 11), (Qs. As-sajdah [32]: 5), (Qs. Al-An’aam [6]: 100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Tidak ada satu dzat pun yang menyekutui Alloh azza wa jalla dalam hal Rububiyah-Nya, menyamai-Nya, menandingi-Nya, atau mendekati derajat-Nya. Barang siapa yang beranggapan atau berkepercayaan bahwa ada dzat lain yang mempunyai hak Rububiyah, baik seluruhnya atau sebagiannya, maka orang itu telah berbuat syirik kepada Alloh dan menjadi orang musyrik yang kekal di Jahannam apabila dia mati dalam keadaan itu, walaupun dia dari keluarga muslim, melaksanakan shalat, puasa, zakat, haji ataupun berjihad fii sabiilillah maka apa yang di usahakannya itu sia-sia belaka. Alloh azza wa jalla berfiman:&lt;br /&gt;وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan pada orang-orang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (Qs. Az-Zumar [39]: 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Tauhid Uluhiyah adalah Mengesakan Alloh dalam hal Ibadah. Tauhid Uluhiyah mencakup tiga masalah pokok:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Nusuk (peribadatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Hakimiyah (Tasyri’),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Al-wala’ wa Al-Bara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tauhid Uluhiyah pada nusuk: yang dimaksud dengan nusuk adalah praktek-praktek peribadatan seperti shalat, do’a, qurban, haji, zakat, nadzar, dan sebagainya. Semua praktek- praktek peribadatan tersebut harus sepenuhnya diserahkan hanya kepada Alloh saja, barang siapa yang memberikan salah satu peribadatan atau seluruhnya kepada selain Alloh, maka orang itu telah melakukan kesyirikan yang besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah itu terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), roja’(mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (harap) dan rohbah (cemas) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik &amp;amp; hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan hati, lisan dan badan. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Qs. Adz-Zdaariyaat [51]: 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh azza wa jalla memberitahukan, hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah kepada Alloh azza wa jalla dan Alloh MahaKaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, tetapi merekalah yang membutuhkanya; karena ketergantungan mereka kepada Alloh, maka mereka menyembah-Nya sesuai dengan aturan syari’at-Nya. maka barang siapa yang menolak ibadah kepada Alloh berarti ia adalah telah membangkang dan sombong. Siapa yang menyembah-Nya tetapi tidak dengan apa yang disyari’atkan-Nya maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Dan barangsiapa yang hanya menyembah-Nya dan dengan mengikuti syari’at-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Alloh). Ibadah itu banyak macamnya. Ia mencakup semua macam ketaatan yang nampak pada lisan, anggota badan dan yang lahir dari hati seperti: Dzikir, tasbuh, tahlil, dan membaca Al-Qur’an; shalat, zakat, shaum, haji, jihad, amar ma’ruf nahi munkar, berbuat baik kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, dan ibnu sabil. Begitu pula cinta kepada Alloh dan Rasul-Nya, khasyyatullah (takut kepada Alloh), inabah (kembali) kepada-Nya, ikhlas kepada-Nya, sabar terhadap hukum-Nya, ridha dengan qadha’-Nya, tawakal, mengharap nikmat-Nya dan takut akan siksa-Nya. Sesungguhnya ibadah itu berdasarkan pada tiga pilar sentral, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut), roja’ (harapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q Rasa cinta ini harus diiringi dengan sikap rasa rendah diri, sedangkan khauf harus diiringi dengan roja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsur-unsur ini. Alloh azza wa jalla barfirman tentang sifat hamba-hamba-Nya yang mikmin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al Maidah [5]: 54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”. (Qs. Al Baqarah [2]: 165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh azza wa jalla berfirman menyifati para Rasul dan Nabi-Nya&lt;br /&gt;فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.”. (Al Anbiya’ [21]: 90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian Salaf berkata: “siapa yang menyembah Alloh dengan rasa hubb (cinta) saja maka ia zindiq. Siapa yang menyembah-Nya dengan roja’ (harap) saja maka ia adalah murji’. Dan siapa yang menyembah-Nya dengan rasa khauf (takut) saja, maka ia adalah haruriy. Siapa yang menyembahNya dengan hubb, khauf, dan roja’ maka ia adalah mukmin muwahhid. ”Hal ini disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Risalah Ubudiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim rahimahullah berkata dalam Nuniyah-nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibadah kepada Ar-Rahman adalah cinta yang dalam kepada-Nya, beserta kepatuhan penyembah-Nya. Dua hal ini ibarat dua kutub. Di atas kaduanyalah orbit ibadah baredar. Ia tidak beredar sampai kedua kutub itu berdiri tegak. Sumbunya adalah perintah , perintah RasulNya. Bukan hawa nafsu dan syetan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim menyerupakan beredarnya ibadah diatas rasa cinta dan tunduk bagi yang dicintai, yaitu Alloh azza wa jalla , dengan beredarnya orbit di atas dua kutubnya. Beliau juga menyebutkan bahwa beredarnya orbit ibadah adalah berdasarkan perintah Rasul dan syari’atnya, bukan berdasarkan hawa nafsu dan syetan. Karena hal yang demikian itu bukanlah ibadah. Apa yang disyariatkan Rasulullah j itulah yang memutar orbit ibadah. Ia tidak diputar oleh bid’ah, nafsu dan khurafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Ibadah ada dua macam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Ibadah kawniyyah, yaitu tunduk kepada perintah Alloh azza wa jalla yang bersifat kawniyyah yang mencakup seluruh makhluk, di mana tidak ada seorangpun yang dapat menghindarinya. Ibadah jenis ini mencakup orang mu’min dan orang kafir, namun tidak dipuji karenanya sebab hal itu tidak dikarenakan perbuatan (kemauan)nya. Namun terkadang adakalanya terpuji manakala ia bersyukur ketika lapang, dan bersabar ketika mendapat musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah syar’iyyah, yaitu tunduk kepada Alloh azza wa jalla dengan menjalankan perintah syar’i-Nya. Ibadah jenis ini khusus bagi orang taat kepada Alloh dan mengikuti ajaran yang dibawa oleh para Rasul-Nya. Dan semua bentuk ibadah jenis ini adalah terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Adapun syarat-syarat diterimanya ibadah (amal) adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Ikhlas karena Alloh senata, tanpa adanya syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o ‘Itiba (sesuai dengan tuntunan Rasulullah j ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat pertama adalah konsekuensi dari syahadat Laa ilaaha illallah, karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya untuk Alloh dan jauh dari syirik kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah, karena itu ia menuntut ta’at kepada Rasul j, mengikuti syari’atnya dan meninggalkan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan. Dalilnya firman Alloh azza wa jalla :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Alloh, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Qs. Al Baqarah [2]: 112).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslama wajhahu (menyerahkan diri) artinya memurnikan ibadah kepada Alloh. Wahuwa muhsin (berbuat kebajikan) artinya mengikuti Rasulullah j.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Inti agama adalah dua pokok yaitu kita tidak menyembah kecuali kepada Alloh, dan kita tidak menyembah kecuali dengan apa yang Dia syari’atkan, tidak dengan bid’ah”. Dalilnya firman Alloh azza wa jalla :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya".”. (Qs. Al-Kahfi [18]: 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian adalah manifestasi (pewujudan) dari dua kalimat syahadat Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada syarat yang pertama, kita tidak menyembah kecuali kepadaNya. Pada syarat yang kedua, bahwasanya Muhammad adalah utusanNya yang menyampaikan ajaranNya. Mak kita wajib membenarkan dan mempercayai beritanya serta menta’ati perintahnya. Beliau j telah menjelaskan bagaimana cara kita beribadah kepada Alloh, dan Beliau melarang kita dari hal-hal yang baru atau bid’ah. Beliau mengatakan bahwa bid’ah itu sesat. 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tauhid Uluhiyah pada Hakimiyah (tasyri') adalah mengakui bahwa hanya Alloh-lah yang berhak untuk membuat hukum-hukum, baik hukum-hukum peribadatan maupun hukum-hukum keduniaan. Hanya hukum Alloh-lah yang harus di terapkan dan di tegakkan diseluruh dunia ini. Barang siapa yang menolak hukum Alloh azza wa jalla atau menggantikan hukum-Nya dengan undang-undang buatan makhluk, menerapkan hukum-hukum buatan makhluk dan meninggalkan hukum-hukum Alloh, maka orang itu telah terjatuh dalam kesyirikan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالأحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ فَلا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلا وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Qs. Al-Maidah [5]: 44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Allah azza wa jalla Pencipta segala-galanya dan Dia-lah Pemilik segala-galanya. Segala yang ada di wujud ini adalah Milik Alloh. Hanya Dia-lah yang berhak berbuat apa saja yang Dia kehendaki atas makhluk-Nya. Hanya Dia-lah yang berhak membuat peraturan-peraturan untuk mengatur makhluk-Nya. Barangsiapa yang membuat tandingan dalam hukum-hukum-Nya atau mengganti-Nya dengan hukum-hukum buatan manusia, maka celakalah orang itu, yang dia telah terjatuh kedalam suatu perbuatan kesyirikan yang sangat besar, disadari atau tidak dia telah keluar dari millah Muhammad j, (telah kafir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam Kitab Majmu’ Al-Fatawa’ 3/267: “Bila seseorang menghalalkan apa-apa yang telah pasti keharamannya atau mengharamkan apa-apa yang telah pasti (diijma’kan) kehalalannya atau mengganti syari’at Islam dengan lainnya maka orang itu telah kafir menurut kesepakatan Ulama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata dalam Kitab Ahkam Ahli Adz-Dzimah 1/259: “Telah datang dalam Al-Qur’an dan ijma’ yang benar bahwa agama Islam telah membatalkan semua agama sebulumnya dan bahwasanya barangsiapa yang mengikuti Taurat dan Injil dan tidak mengikuti Al-Qur’an, maka orang itu telah kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam Kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah 3/119: “Barang siapa yang meninggalkan syari’at yang diturunkan atas Nabi Muhammad j dan berhukum dengan syari’at-syari’at yang sudah dibatalkan, maka orang itu telah kafir. Apalagi orang-orang yang berhukum dengan yasiq (hukum buatan manusia) dan mengutamakannya. Barang siapa melakukan yang demikian, maka dia telah kafir menurut ijma’ ummat Islam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Kitab Ad Durar Assaniyyah 1/113 : “Bila amalan kamu seluruhnya adalah bagi Alloh maka kamu Muwahid, dan bila ada sebagian yang dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah musyrik”. Beliau rahimahullah juga berkata dalam Ad Durar Assaniyyah 1/323 dan Minhajut Ta’siis hal: 61 : Sekedar mengucapkan kalimat syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya maka itu tidak membuat mukallaf itu menjadi muslim, dan justru itu menjadi hujah atas dia …Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Alloh, dan dia itu beribadah kepada yang selain Alloh (pula) maka kesaksiannya itu tidak dianggap meskipun dia itu shalat, zakat, shaum, dan melaksanakan sebagian ajaran Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syaikh Hamd Ibnu ‘Atieq rahimahullah berkata dalam Kitab Ibthalit Tandiid hal 76: Para Ulama telah ijma’ bahwa sesungguhnya memalingkan satu dari dua macam do’a kepada selain Alloh, maka dia itu adalah musyrik meskipun dia itu mengucapkan Laa ilaaha Ilallaah Muhammad Rasulullah, dia shalat, shaum dan dia mengaku Islam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syaikh Abdullatif Ibnu Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah mengatakan dalam Kitabnya Mishbahudh dhalaam hal 37: Siapa yang beribadah kepada selain Alloh, dan menjadikan tandingan bagi Tuhan-nya, serta menyamakan antara Dia dengan yang lainnya maka dia itu adalah musyrik yang sesat bukan muslim meskipun dia memakmurkan lembaga-lembaga pendidikan, mengangkat para qodhi, membangun mesjid, dan adzan, kerena dia tidak komitmen dengan (tauhid)nya, sedangkan mengeluarkan harta yang banyak serta berlomba-lomba dalam menampakan syi’ar-syi’ar amalan, maka itu tidak menyebabkan dia memiliki predikat sebagai muslim bila dia meninggalkan hakikat Islam itu (tauhid)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ini adalah perkataan sebagian Ulama tentang Islam dan syirik. Sebelumnya Rasulullah j telah mengisyaratkan dua macam syirik yang akan melanda ummat ini secara besar-besaran yaitu syirik ibadatil autsaan (syirkul qubur/ syirik kuburan) dan syirkulluhuuq bil musyrikiin (syirik qushur waddustuur/ syirik aturan). Dan kedua macam syirik ini telah merebak di kalangan ummat ini. Syirik yang pertama adalah syirik mutadayyiniin (syirik orang-orang yang masih rajin beribadah), ini dapat dilihat saat berjubelnya mereka di tempat-tempat dan kuburan-kuburan keramat, dan syirik. yang kedua adalah syirik ‘ilmaaniyyiin (orang-orang sekuler) dan Islamiyyin (orang-orang yang mengaku dari jama’ah-jama’ah dakwah Islamiyyah yang dengan dalih maslahat dakwah mereka masuk atau menggunakan system syirik yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Dan setiap orang yang memposisikan dirinya sebagai musyarri’ (pembuat hukum dan perundang-undangan) bersama Alloh. Maka mereka termasuk kedalam kategori thagut, baik dia itu seorang pemimpin atau rakyat, baik dia itu sebagai wakil rakyat dalam legislatif atau orang yang diwakilinya dari kalangan orang-orang yang memilihnya…… karena dia dengan perbuatan itu telah melampaui batas yang telah Alloh azza wa jalla ciptakan baginya, sebab dia itu diciptakan sebagai hamba Alloh, dan Rabb-Nya memerintahkan dia untuk tunduk berserah diri kepada syari’at-Nya, namun dia enggan, menyombongkan diri, dan melampaui batas-batas Alloh azza wa jalla, dia justru ingin menjadikan dirinya sebagai tandingan bagi Alloh dan menyekutui-Nya dalam wewenang tasyri’ (penetapan hukum dan perundang-undangan) dan hal itu tidak boleh dipalingkan kepada selain Alloh azza wa jalla dan barang siapa yang memalingkan hal itu maka dia telah menjadikan dirinya sebagai ilaah musyarri’ (tuhan yang membuat hukum), sedang orang seperti itu tidak diragukan lagi merupakan bagian dari ru’uusuththawaghiit (pentolan-pentolan thaghut) yang di mana tauhid dan Islam seseorang tidak sah sehingga dia kafir tehadap thaghut itu, menjauhinya, serta baro’ah (berlepas diri) dari para panyembahnya dan dari bala tentaranya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh azza wa jalla berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisaa’ ayat 60:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلالا بَعِيدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: Oleh sebab itu orang yang memutuskan hukum dengan selain Kitabullah yang dimana dia itu menjadi rujukan hukum, dia itu dinamakan thaghut. Dalam kitab (Majmu Al-Fatawaa 28/201).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata: Thaghut adalah segala sesuatu yang dilampaui batasnya oleh si hamba, baik dia itu yang disembah, atau yang diikuti, atau yang ditaati, sehingga thaghut setiap kaum adalah orang yang mereka jadikan sebagai rujukan hukum selain Alloh dan Rasul-Nya, atau yang mereka sembah selain Alloh, atau yang mereka ikuti tanpa ada landasan dalil dari Alloh, atau orang yang mereka taati dalam hal yang tidak mereka ketahui bahwa itu adalah bentuk ketaatan kepada Alloh”. Beliau rahimahullah berkata lagi: “Siapa yang merujuk hukum atau mengadukan perkara hukum kepada selain apa yang telah dibawa oleh Rasulullah j maka berarti dia itu telah merujuk hukum dan mengadukan perkara hukum kepada thaghut”. Dalam Kitab (A’laamul Muwaqqi’iin ‘An Rabbil’aalamiin 1/50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Umar bin Khathab d berkata: Thaghut itu syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mujahid berkata: Thaghut adalah syaitan (dalam bentuk) manusia, yang para pengikutnya mengikuti hukum-hukumnya (yang bertentangan dengan hukum Alloh azza wa jalla dan dialah pemimpin mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Imam Malik rahimahullah berkata: Thaghut adalah setiap dzat yang diibadahi selain Alloh. pendapat ini di benarkan oleh Syaikh Sulaiman bin Abdullah dengan tambahan: kecuali mereka yang diibadahi tanpa keridhoan mereka (seperti Nabi ‘Isa as).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Banyak lagi perkataan-perkataan Salafus salih tantang thaghut yang menuju kepada satu arti yaitu: “Thaghut adalah makhluk yang melewati batas kehambaannya dengan mencoba mengangkat dirinya atau diangkat dirinya dan dia meridhoi akan pengangkatan itu untuk menjadi tandingan Alloh azza wa jalla dalam ketuhanan-Nya. Oleh karena itu dalam melaksanakan tauhid selalu disyari’atkan berkufur kepada thaghut. Dari sini diketahui bahwa semua dzat yang dijadikan sebagai tandingan Alloh azza wa jalla adalah thaghut. 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Al-Wala’ wa Al-Baro’: Wala’ adalah kata masdar dari kata fi’il “waliya” yang artinya dekat. yang di maksud wala di sini adalah dekat kepada kaum muslimin dengan mencintai mereka, membantu dan menolong mereka atas musuh-musuh mereka dan bertempat tingggal bersama mereka. Adapun Baro’ adalah masdar dari Baro’ah yang berarti memutus atau memotong. Maksud Baro’ di sini ialah memutus hubungan atau ikatan hati dengan orang-orang kafir, sehingga tidak lagi mencintai mereka, membantu dan menolong mereka serta tidak tinggal bersama mereka. Diantara hal Al-Wala’ wa Al-Baro’ adalah mencintai ahlinya yaitu para Muwahidin, serta memutuskan hubungan dengan para musuh-musuhnya yaitu kaum kafir/ musyrikin. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ * وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah) * Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”. (Qs. Al-Maidah [5]: 55,56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Al-Wala’ adalah kedekatan, kecintaan dan pembelaan terhadap Alloh azza wa jalla, agama-Nya, Rasul-Nya, dan kaum mukminin serta menjauhkan diri, membenci dan memusuhi kaum kafirin dan kekufurannya. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ&lt;br /&gt;“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (Qs. Al-Baqarah [2]: 165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah j bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mencintai karena Alloh, membenci karena Alloh, memberi karena Alloh dan tidak memberi karena Alloh, Maka dia telah melengkapi iman”. (HR. Abu Daud, Imam Ahmad dan Al-Baghawi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Al-Baro’ adalah berlepas diri, memutuskan hubungan dengan orang-orang kafir dan tidak tinggal bersama mereka. Dan Al-wal’ wa Al-Baro’ ini adalah salah satu prinsip besar yang dipegang kokoh oleh para anbiyaa’ dan shalihin sebelum kita. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ لأسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali,”. (Mumtahanah [60]: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Wala’ kepada Alloh azza wa jalla, Rasul-Nya j, dan agama-Nya adalah Al-Wala’ yang mutlak dan Al-Baro’ terhadap kaum kafir dan kekufurannya adalah Al-Baro’ yang mutlak. Sedangkan diantara kaum muslimin, maka pada dasarnya dan pada umumnya adalah Al-Wala’ yang terkadang harus diiringi oleh Al-Baro’ yang nisbi terhadap ahli maksiat dan ahli bid’ah. Masing-masing menurut besar kecilnya penyelewengan yang dia kerjakan. Tetapi bagaimana pun juga keadaan mereka, selama mereka berada didalam lingkaran Islam (tidak menyekutukan Alloh/ Syirik akbar), Al-Wala’ tetap menjadi dasar. Al-Wala’ wa Al-Baro’ ini adalah merupakan bagian dari Tauhid yang penting sekali, dan Al-Wala’ wa Al-Baro’ bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Merubah status orang tersebut dari status Mu’min ke status Kafir. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu). Sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Qs. Al-Maidah [5]: 51).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (Qs. Al-Mumtahanah [60]: 1), (Qs. Al-Mujadilah [58]: 22), (Qs. Al-Anfal [8]: 73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat diatas jelaslah tentang wajibnya loyalitas kepada orang-orang mu’min, dan memusuhi orang-orang kafir, serta menjelaskan kewajiban loyalitas kepada sesama ummat Islam adalah kebajikan yang amat besar, dan loyal kepada orang kafir adalah bahaya yang besar. Kedudukan Al-wala’ wa Al-Baro’ dalam Islam sangat tinggi, kerena dialah tali iman yang paling kuat. Sebagaimana sabda Rasulullah j :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tali iman paling kuat adalah cinta karena Alloh dan benci karena Alloh”. (HR. Ibnu Jarir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Mudahanah dan kaitannya dengan Al-Wala’ wa Al-Baro’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahanah adalah berpura-pura, menyerah dan meninggalkan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar serta melalaikan hal tersebut karena hal keduniawian atau ambisi pribadi. Maka berbaik hati, bermurah hati atau berteman dengan ahli maksiat tatkala mereka sedang bermaksiat, sementara ia tidak melakukan pengingkaran (amar ma’ruf nahi munkar) padahal ia mampu melakukannya maka itulah yang disebut Mudahanah. Kita dapat melihat kaitan antara mudahanah dengan Al-wala’ wa Al-Baro’ dengan melihat arti dan definisinya, yaitu meninggalkan pengingkaran terhadap orang-orang yang bermaksiat padahal ia mampu untuk melakukannya. Bahkan sebaliknya ia menyerah kepada mereka dan berpura-pura baik kepada mereka. Hal ini berarti meninggalkan cinta karena Alloh dan permusuhan karena Alloh. Bahkan ia malah memberi dorongan kepada para pendurhaka dan pendusta itu. Maka orang penjilat atau mudahin seperti ini termasuk dalam firman Alloh azza wa jalla :&lt;br /&gt;لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ * كَانُوا لا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ * تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas * Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu * Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan." (Qs. Al-Maidah [5]: 78-80).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Mudarah serta pengaruhnya terhadap Al-Wala’ wa Al-Baro’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudarah adalah menghindari mafsadat (kerusakan) dan kejahatan dengan ucapan yang lembut atau dengan meninggalkan kekerasan dan sikap kasar, atau berpaling dari orang jahat apabila ditakutkan kejahatannya atau terjadinya hal yang lebih besar dari kejahatan yang sedang ia lakukan. Dalam sebuah hadits disebutkan: Dari Aisyah r.ha bahwa seorang laki-laki meminta izin masuk menemui Nabi j, seraya berkata, ”Dia saudara yang jelek dalam keluarga”. Kemudian ketika orang itu masuk dan menemui Nabi j, Beliau berkata kepadanya dengan ucapan yang lembut. Maka Aisyah r.ha berkata, “Engkau tadi berkata tentang dia separti apa yang yang engkau katakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah j bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Alloh membenci ‘fushi’ (ucapan keji) dan ‘tafahusy’ (berbuat keji)”. (HR. Ahmad dalam musnad). Nabi j telah berbuat mudarah dengan orang tadi ketika ia menemui Nabi j padahal orang itu jahat karena Beliau menginginkan kemaslahatan agama. Maka hal itu menunjukan bahwa mudarah tidak bertentang dengan Al-Wala’ wa Al-Baro’, kalau mengandung kemaslahatan lebih banyak dalam bentuk menolak kejahatan atau menundukan hatinya atau memperkecil dan memperingan kejahatan. Ini adalah salah satu metode dalam berdakwah kepada Alloh azza wa jalla . termasuk didalamnya adalah mudarah Nabi j terhadap orang-orang munafik karena khawatir akan kejahatan mereka dan untuk menundukan hati mereka dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Hukum menyambut dan bergembira dengan hari raya orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya konsekuensi terpenting dari sikap membenci orang-orang kafir ialah menjauhi syi’ar dan ibadah mereka. Sedangkan syi’ar mereka yang paling besar adalah hari raya mereka, baik yang berkaitan dengan tempat ataupun waktu. Maka orang Islam wajib menjauhi dan meninggalkannya. Ada seorang lelaki yang datang kepada Rasulullah j untuk meminta fatwa kerena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi j menyatakan kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah disana ada berhala-berhala orang Jahiliyah yang disembah?” Dia menjawab, “Tidak“. Beliau j bertanya, “Apakah di sana tempat dilaksanakannya hari raya dari hari-hari raya mereka? “Tidak”. Maka Nabi j bersabda, Tepati nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksakan nadzar dalam bernaksiat terhadap Alloh dalam hal yang tidak di miliki oleh anak Adam”. (HR. Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Al-Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukan bahwa tidak bolehnya menyembelih karena Alloh ditampat yang digunakan menyembelih untuk selain Alloh, sebab hal itu berarti mengikuti mereka dan menolong mereka dalam mengagungkan syi’ar-syi’ar mereka atau menjadi wasilah yang menghantarkan kepada syirik. Begitu pula dalam merayakan hari raya mereka mengandung wala’ kepada mereka dan mendukung mereka dalam menghidupkan syi’ar-syi’ar mereka. Dan yang paling dilarang adalah menampakkan rasa gembira pada hari raya mereka, meliburkan pekerjaan, sekolah, memasak masakan sehubungan dengan hari raya mereka. Dan diantaranya lagi adalah menggunakan kalender Masehi, karena hal itu menghidupkan kenangan mereka terhadap hari raya Natal bagi mereka. Karena itu para sahabat Rasul j menggunakan kalender Hijriyah sebagai gantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: Ikut merayakan hari-hari raya mereka itu tidak di perbolehkan karena dua alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bahwa hal tersebut mengikuti ahli kitab, yang tidak ada dalam ajaran kita (Islam) dan tidak ada dalam kebiasaan Ulama salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Karena hal itu adalah bid’ah yang diada-adakan. Alasan ini jelas menunjukan sangat di benci hukumnya menyerupai mereka dalam hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Beliau rahimahullah juga mengatakan: “Tidak halal bagi kaum muslimin bertasyabhuh (menyerupai) mereka dalam hal-hal yang khusus bagi hari raya mereka: makanan, pakaian, mandi, menyalakan lilin, meliburkan kebiasaan bekerja dan beribadah atau pun yang lainnya. Tidak halal mengadakan kenduri atau memberi hadiah atau menjual barang-barang yang diperlukan untuk hari raya tersebut. Tidak halal mengizinkan anak-anak ataupun yang lainnya melakukan permainan pada hari itu. Juga tidak boleh menampakan perhiasan. Ringkasnya tidak boleh melakukan sesuatu yang menjadi ciri khas mereka pada hari itu. Hari raya mereka bagi ummat Islam haruslah seperti hari-hari biasanya, tidak ada hal istimewa atau khusus yang di lakukan oleh ummat Islam. Adapun jika hal-hal tersebut dilakukan oleh ummat Islam dengan tidak sengaja, maka berbagai golongan dari kaum Salaf dan kholaf menganggapnya makruh. Sedangkan pengkhususan seperti yang tersebut diatas maka tidak ada perbedaan di antara Ulama, bahkan sebagian Ulama menganggap kafir orang yang melakukan hal tersebut, karena dia telah mengagungkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Segolongan Ulama mengatakan, “Barang siapa yang menyembelih kambing pada hari mereka (demi merayakannya), maka seolah-olah dia menyembelih babi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Hukum Ikut Merayakan Pesta, Walimah, Hari Bahagia, atau Hari Duka Mereka Dengan Hal-hal yang Mubah serta Berta’ziyah pada Musibah Mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh memberi ucapan selamat (tahni’ah) atau ucapan belasungkawa (ta’ziyah) kepada mereka, karena hal itu memberikan wala’ dan mahabbah kepada mereka. Juga dikarenakan hal tersebut mengandung arti pengagungan (penghormatan) terhadap mereka. Maka hal itu diharamkan berdasarkan larangan-larangan ini. Sebagai mana mengucapkan salam terlebih dahulu atau membuka jalan bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ibnu Qoyim rahimahullah berkata: “Hendaklah berhati-hati jangan sampai terjerumus sebagaimana orang-orang bodoh, ke dalam ucapan-ucapan yang menunjukan ridho mereka terhadap agamanya. seperti ucapan mereka, “Semoga Alloh membahagiakan kamu dengan agamamu”, atau “memberkatimu dalam agamamu”, atau berkata: “Semoga Alloh memuliakanmu”. Kacuali jika berkata, ”Semoga Alloh memuliakanmu dengan Islam”, Itu semua tahni’ah dengan perkara-perkara umum. Tetapi jika tahni’ah dengan syi’ar-syi’ar kufur yang khusus milik mereka seperti hari raya dan puasa mereka, dengan mengatakan “Selamat hari raya Natal” umpamanya atau “Berbahagialah dengan hari raya ini” atau yang senada dengan itu, maka ucapan-ucapan itu adalah haram hukumnya dan di khawatirkan pelakunya jatuh kedalam kekufuran. sebab itu sama halnya dengan memberikan ucapan selamat, terhadap sujud mereka kepada salib. Banyak sekali orang yang terjerumus dalam hal ini tanpa menyadari buruknya ucapan ini. Maka barangsiapa memberikan ucapan selamat kepada seseorang yang melakukan bid’ah, maksiat, ataupun kekufuran maka dia telah menantang murka Alloh ‘Azza wa jalla. 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Hukum Meniru Kaum Kuffar &amp;amp; Macam-macamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meniru kaum kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khas mereka atau adat mereka adalah haram dan diancam dengan ancaman yang keras, karena itu merupakan bentuk wala’ kepada mereka. Padahal Rasulullah j telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa bertashabhuh (menyerupai) dengan suatu kaum maka ia termasuk golongannya”. (HR. Ahmad, Abu Daud dan dan dishahih-kan oleh Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Meniru dalam hal-hal yang menjadi ciri khas mereka terbagi menjadi beberapa bagian : ada yang kufur, ada yang mengarah kepada kekufuran atau kefasikan dan ada yang tergolong maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Meniru mereka dalam hal ajaran atau bagian dari agama mereka yang bathil, seperti mendirikan bangunan diatas kuburan, atau mengkultuskan sebagian makhluk dengan menjadikannya sebagai tuhan-tuhan kecil di samping Alloh dengan beri’tikaf diatas kuburan mereka, atau mentaati mereka dalam pengharaman dan penghalalan, serta menghukumi dengan selain apa yang diwahyukan oleh Alloh, ini adalah kafir kepada Alloh atau merupakan perantara yang menghantarkan mereka kepada kekufuran. Rasulullah j melaknat orang Yahudi &amp;amp; Nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan sebagai tempat ibadah. (HR. Al-Bukhari &amp;amp; Muslim). Dan sebagaimana firman Alloh ‘Azza wa jalla :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (Qs. At-Taubah [9]: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perbuatan mereka menjadikan para orang alim dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan selain Alloh ‘Azza wa jalla adalah kufur. Sedangkan mendirikan bangunan diatas kuburan adalah penghantar kepada kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sedangkan meniru-niru mereka dalam hal bid’ah yang mereka ada-adakan dalam agama mereka dalam hari-hari raya mereka yang bathil, ini hukumnya adalah Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dan meniru mereka dalam hal adat istiadat dan akhlak mereka yang buruk serta budaya mereka yang kotor, juga penampilan mereka yang tercela, seperti mencukur jenggot, mengumbar aurat dan lain sebagainya. ini adalah permasalahan yang sangat luas dan semua itu adalah haram hukumnya, maka orang tersebut termasuk dalam sabda Rasulullah j:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa bertashabhuh (menyerupai) dengan suatu kaum maka ia termasuk golongannya”. (HR. Ahmad, Abu Daud dan dan dishahih-kan oleh Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hal yang bukan menjadi ciri khas mereka, bahkan merupakan hal-hal milik bersama semua manusia, seperti mempelajari tentang industri yang sangat bermanfaat, membangun kekuatan, memanfaatkan apa-apa yang dibolehkan Alloh, semisal perhiasan yang telah dikeluarkan untuk hamba-Nya, memakan hasil-hasil bumi yang baik-baik, maka semua itu tidaklah taqlid (meniru), bahkan itu temasuk ajaran agama kita. Dan pada dasarnya ia adalah milik kita, sedangkan mereka dalam hal ini hanyalah mengikuti kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (Qs. Al-A’raf [7]: 32), (Qs. Al-Anfal [8]: 60), (Qs. Al-Hadid [57]: 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Tauhid Asma’ wa Sifat (mentauhidkan Alloh dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya) adalah keyakinan yang pasti bahwa Alloh mempunyai nama-nama yang Mulia dan sifat-sifat yang Agung serta sempurna, yang tidak diiringi oleh sesuatu arti kekurangan, kelemahan atau keburukan, separti yang telah dikabarkan oleh Alloh azza wa jalla sendiri didalam Kitab-Nya dan oleh Rasulullah j didalm hadits-haditsnya. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan“. (Al-A’raf [7]: 180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagaimana sabda Rasulullah j :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang Engkau miliki, yang dengan nama itu Engkau namakan diri-Mu atau Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu atau tetap Engkau simpan dalam Ilmu ghaib disisi-Mu”. (HR. Imam Ahmad 1/391).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini kita harus mengimani apa-apa yang telah Alloh tetapkan dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya, tanpa ta’wil dan ta’thil, tanpa takyif dan tamtshil. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الأنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.“ (Asy-Syuuraa [42]: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam surat ini telah jelas bahwa Alloh menafikan jika ada yang menyerupai-Nya, dan Dia menetapkan bahwa Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Maka Dia di sifati dengan nama &amp;amp; sifat yang Dia berikan untuk Diri-Nya dan dengan nama dan sifat yang disampaikan oleh Rasul-Nya j. Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam hal ini tidak boleh dilanggar, karena tidak seorang pun yang lebih mengetahui Alloh daripada Alloh sendiri, dan tidak ada- sesudah Alloh- orang yang lebih mengetahui Alloh daripada Rasul-Nya j . Dan barang siapa yang mengingkari nama-nama dan sifat-sifat Alloh ‘Azza wa jalla atau menamakan dan menyifati Alloh dengan nama-nama dan sifat-sifat makhluk-Nya, atau men-ta’wil-kan dari makna yang sebenarnya, maka dia telah bebicara tentang Alloh tanpa ilmu dan berdusta tehadap Alloh dan Rasul-Nya. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هَؤُلاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَوْلا يَأْتُونَ عَلَيْهِمْ بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah” (Qs. Al-Kahfi [18]: 15). Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah r.ha Rasulullah J bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa mengada-adakan sesuatu dalam urusan kami (dien) ini yang bukan dari kami, maka tertolak“ (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat Muslim “Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak ada perintah dari kami maka tertolak“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli bahasa mengatakan makna “radd“ adalah “marduud (terrolak) atau tidak sah“. Sedang kalimat “Yang tidak ada perintah dari kami“ adalah tidak kami tetapkan hukumnya. Inilah kalimat yang ringkas dan mudah namun padat maknanya (jawaami’ul kilmi) yang merupakan kaidah yang sangat agung yang diberikan kepada Rasul j, hadits ini juga menunjukkan jelasnya kebathilan dan tertolaknya hal-hal yang baru dalam masalah dien (agama) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Adapun Ulama pada kurun (waktu) yang diutamakan lagi di muliakan yaitu Para Sahabat, Tabi’in, Tabit Tabi’in. mereka mengimani dan menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Alloh ‘Azza wa jalla sebagaimana nama-nama dan sifat-sifat itu datang tanpa tahrif (mengubah/ mengganti), ta’thil (meniadakan), takyif (menanyakan ke-bagaimana-an-Nya) dan tamtsil (menyerupakan dengan makhluk-Nya), dan hal ini termasuk pengertian beriman kepada Alloh azza wa jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Kemudian ucapan yang menyeluruh dalam semua bab ini adalah hendaknya Alloh itu disifati dengan apa yang telah Dia sifatkan untuk DiriNya atau yang di sifatkan oleh Rasul-Nya j , dan dengan apa yang disifati oleh As-Sabiqun Al-Awwalun (para generasi pertama), serta tidak melampaui Al-Qur’an dan Al-Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Imam Ahmad rahimahullah berkata: Alloh tidak boleh disifati kecuali dengan apa yang disifati-Nya untuk DiriNya atau apa yang disifati oleh Rasul-Nya j , serta tidak boleh melampaui Al-Qur’an dan Al-Hadits. Madzhab Salaf menyifati Alloh dengan apa yang Dia sifatkan untuk DiriNya dan dengan apa yang disifatkan oleh Rasul-Nya j , tanpa tahrif dan ta’thil, takyif dan tamtsil. Kita mengetahui bahwa apa yang Alloh sifatkan untuk DiriNya adalah Haq (benar), tidak mengandung teka-teki dan tidak untuk di tebak. Maknanya sudah dimengerti, sebagaimana maksud orang yang berbicara juga demengerti dari pembicaraannya. Apalagi jika yang berbicara itu adalah Rasulullah j , manusia yang paling mengerti dengan apa yang dia katakan, yang paling fasih dalam menjelaskan ilmu, dan yang paling baik serta mengerti dalam menjelaskan atau memberi petunjuk. Dan sekali pun demikian tidaklah ada sesuatu pun yang menyerupai Alloh azza wa jalla . tidak dalam Diri (Dzat)Nya Yang Maha Suci yang disebut dalam asma’ dan sifat-Nya, juga tidak dalam perbuatan-Nya. sebagaimana yang kita yakini bahwa Alloh mempunyai Dzat, juga ‘af’al (perbuatan), maka begitu pula Dia benar-benar mempunyai sifat-sifat, tetapi tidak ada satu pun yang menyamai-Nya, juga dalam perbuatan-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya dalam Al-Qur’an surat (Asy-Syura [42]: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Adapun Madzahab Salaf adalah mereka tidak mengkiaskan, menyamakan atau menyerupakan sifat-sifat Alloh dengan makhluk-Nya. Karena mereka tidak memperbolehkan berbagai kias (analogi) yang mengandung konsekuensi penyerupaan dan penyamaan antara apa yang dikiaskan dengan apa yang menjadi obyek pengkiasan dalam masalah-masalah Ilahiyah. Sebagaimana mereka tidak menyerupakan Dzat Alloh dengan dzat makhluk-Nya. Dan mereka tidak menafikan apa-apa yang Alloh sifatkan untuk DiriNya, atau apa yang di sifatkan oleh Rasul-Nya j .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: Dalam hal ini, Beliau rahimahullah bermaksud menegaskan bahwa tidak ada jalan bagi seorang Muslim untuk mengetahui sifat-sifat Rabbnya yang Maha Tinggi dan Asma’-Nya yang Maha Indah, melainkan melalui perantara wahyu. Asma’ dan Sifat Alloh itu bersifat tauqifiyah (hanya bisa diketahui dari Alloh). Maka, apapun yang ditetapkan oleh Alloh bagi DiriNya, atau oleh Rasul-Nya j , kita menyakininya. Demikian pula dengan apa yang dinafikan oleh Alloh dari DiriNya, atau oleh Rasulullah j , kita menafikannya. Cukuplah bagi kita kabar (Informasi) yang datangnya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih ini. 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Golongan yang mengingkari Asma’ dan Sifat Alloh dan orang-orang yang mengikuti mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Mu’tazilah adalah pengikut Washil bin ‘Atho’ dan Amru bin ‘Ubaid. Mereka disebut Mu’tazilah karena mereka I’tizal (menyendiri/orang-orang yang memisahkan diri) dari majelisnya Hasan Al-Bashri, (seorang Tabi’in). kelompok ini mengingkari seluruh (semuah) sifat-sifat Alloh azza wa jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Asy’ariyah adalah pengikut Abu Hasan Al-Asy’ari (Beliau telah taubat dari pemahamannya). Kelompok ini adalah kelompak yang menerima sebagian dan menolak sebagian asma’ wa sifat Allah, mereka menolak sifat-sifat Alloh yang mereka anggap menyerupai Alloh atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Co. Ar-Rahman mereka menolaknya karena anggapan mereka sifat itu meyerupaui makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Jahmiyah adalah golongan ini yang dinisbatkan kepada Jahm bin Shofwan. Dialah orang yang menafikan sifat-sifat Alloh azza wa jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Khowarij golongan ini muncul ketika Amiru’l Mu’minin Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah d. bersepakat di perang shiffin untuk menganngkat dua hakim demi menentukan hukum dalam penyelesaian persengketaan di antara mereka. Kedua hakim itu diminta untuk menentukan hukum Alloh dalam masalah persengketaan tersebut. Maka segolongan dari pendukung Ali keluar dari barisan Ali bin Abi Thalib d sambil mengkafirkan Ali dan Mu’awiyah d dengan alasan bahwa keduanya telah mengangkat hakim selain Alloh atau dengan kata lain mereka telah berhukum dengan selain hukum Alloh. Lalu golongan inipun memisahkan diri. Bertambah berlalunya waktu bertambah pula kesesatan mereka beberapa dasar kesesatan mereka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menolak hadits-hadits Rasul j yang menurut mereka pada dhohirnya bertentangan dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tidak berpegang pada sahabat d dalam memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengkafirkan orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar kalau mereka tidak bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengkafirkan ummat dengan pengkafiran yang sesat (tidak berdasarkan dalil baik dari Al-Qur’an maupun Al-Hadits). Dan ihwal mereka telah dikabarkan oleh Rasululah j sebelum Beliau j wafat. Sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Imam Al-Bukhari rahimahullah. mereka adalah Anjing-anjing Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak lagi golongan-golongan atau pemahaman-pemahaman yang semisal dengan mereka yang sama-sama sesatnya dan sama-sama ngawurnya. Untuk lebih jelas dan lebih menambah pengetahuan pembaca tentang pemahaman-pemahaman tersebut &amp;amp; kita tidak tertipu olehnya. Maka dapat meruju’ (membaca) buku-buku yang tedapat dalam daftar pustaka, atau buku-buku lain yang diambil dari sumber yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman semacam ini telah merebak di tengah-tengah ummat ini, karena kebodohan mereka terhadap ilmu agamanya sendiri dan taqlid kepada ulama, ustadz, ataupun tokoh-tokoh mereka yang ngawur, yang banyak mengkonsumsi ilmu kalam atau ilmu yang semisal dengannya yang dapat menyesatkan ummat ini, maka berhati-hatilah kalian. Sebagaimana sabda Rasulullah j diriwayatkan dari Hudzaifah bin Yaman d: dia berkata: “Orang-orang menanyakan kepada Rasulullah j tentang kebaikan. Dan aku bertanya kepadanya, tentang keburukan, karena takut akan menimpaku. Maka aku bertanya: Ya Rasulullah, kami dahulu berada dalam masa Jahiliyyah dan dalam keadaan yang buruk, lalu Alloh mendatangkan pada kami keadaan yang baik seperti sekarang ini. Apakah setelah kedaan yang baik ini -akan datang- keadaan yang buruk?” Beliau j menjawab: Ya !”. Kataku pula: apakah setelah keadaan yang buruk itu -akan datang pula- keadaan yang baik? ”Beliau j pun menjawab: Ya. Namun didalamnya terdapat kekeruhan.” Aku bertanya: Apa kekeruhannya itu?” Jawab Beliau j : Kaum yang memberikan petunjuk tidak dengan petunjukku. Engkau mengenalnya dan engkau mengingkarinya.” Aku katakan kepada Beliau j : “Apakah setelah keadaan yang baik itu –datang- keadaan yang buruk?” Beliau j mengatakan: Ya. Ada da’i-da’i yang mengajak orang masuk ke pintu-pintu Jahannam (mengajak orang untuk maksiat). Barang siapa yang mengikuti ajakan mereka, mereka akan melemparkanya kedalam Jahannam”. Aku berkata: Ya. Rasulullah berikanlah sifat-sifat mereka!” Beliau j berkata: “mereka dari kulit kita, dan berbicara dengan bahasa kita (dengan dalil Al-Qur’an dan Hadits). “Aku berkata pula: “Apa yang harus aku perbuat apabila aku berada pada masa itu?” Rasulullah j menjawab: Harus tetap berada pada Jama’atul-Muslimin dan Imam mereka. ”Aku bertanya pula: “Jika tidak ada jama’ah pada mereka dan tidak ada Imam?” Jawab Beliau j: pisahkanlah dirimu dari firqoh-firqoh (dari golongan-golongan) semuanya, walaupun engkau harus menggigit akar pohon, sehingga maut mendatangimu dan engkau tetap dalam keadaan itu”. (HR. Al-Bukhari nomor 7084). dalam hadits tersebut, dijelaskan bahwa apabila seseorang berada pada zaman fitnah, hendaknya selalu berada pada Jama’atul-Muslimin agar ia dapat menyelamatkan aqidahnya dan menegagkan syari’at Islamiyah dengan mudah yang sesuai dengan ajaran yang shahih. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Turmidzi, Rasulullah j bersabda: “Harus kalian ber-jama’ah, dan hindarkan dari perpecahan”. Arti kata jama’ah berkaitan dengan arti Ijtima’ (berkumpul). Dan pengertian Ijtima’ secara hissi (dapat disaksikan oleh panca indara), seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ijtima’-nya orang didalm masjid (jama’ah masjid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ijtima’-nya orang di Arafah, dan Muzdalifah (jama’ah haji), dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terkadang dapat diartikan secara ma’nawi, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bersepakatnya ummat (orang banyak) atas iman kepada Alloh azza wa jalla dan kepada Rasulullah j, juga dalam mengharamkan yang keji/zina dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dan Ijtima’-nya ummat atas pengangkatan Khalifah yang dapat menegakkan syari’at agama dan politik pemerintahan yang sesuai dengan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realisasi dari Luzumul-Jama’ah, ialah selalu berpegang teguh dengan ittiba’ kepada Salafus- Shalih dalam masalah ‘aqidah dan masalah-masalah penghalalan dan pengharaman sesuatu. Bila ini sudah terlaksana, berarti seseorang telah berada pada Luzumul-Jama’ah. Dan bila masih bertentangan dengan ketentuan diatas, dari salah satu bagiannya, maka Luzumul-Jama’ah tersebut belum sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Berkata Abu Syamah Dalam kitab Al-Ba’it hal: 22: “Datangnya perintah untuk Luzumul-Jama’ah, dimaksudkan, ialah, selalu berada pada yang haq dan selalu ittiba’ pada yang haq tersebut, walaupun orang-orang yang berpegang pada yang haq itu sedikit, dan orang-orang yang bertentangan dengan yang haq itu banyak. Karena yang haq itu berasal dari Jama’ah yang pertama yang terdiri dari pada Nabi j dan para sahabat beliau d , dan jangan melihat dengan banyaknya orang-orang yang merusak (ahli-bhatil) yang ada setelah mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Lalu beliau menyebutkan perkataan Ibnu Mas’ud d . “Dalam keadaan manusia meninggalkan yang haq, dan sesungguhnya jama’ah itu orang yang sesuai dengan yang haq, kalaupun sekiranya engkau itu sendirian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Maka dari keterangan-keterangan diatas itu dapat difahami dengan jelas bahwa barang siapa yang berpegang kepada yang haq, maka itulah jama’ah. Wahai saudaraku janganlah kamu tekecoh dengan ucapan orang-orang yang ingin mengajak kalian kejurang kenistaan. Dan janganlah kalian mengikuti ulama, ustadz, atau orang-orang yang ucapan-ucapan mereka itu bertentangan dengan ajaran Islam yang mulia ini. Pelajarilah &amp;amp; amalkanlah Agama ini (Islam), yang sesuai dengan (Al-Qur’an &amp;amp; Al-Hadits dengan pemahaman Salafussahalih), yang dengan ini kamu akan dimuliakan dan bersungguh-sungguhlah kamu mempelajarinya, agar kamu mengetahui ajaran agamamu dan supaya tidak dibodoh-bodohi oleh musuh-musuh agama ini yang berkedok mengajak kepada kebaikan. 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Hal-hal yang membatalkan keIslaman seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Alloh azza wa jalla mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya untuk masuk kedalam Dinul Islam dan berpegang teguh dengannya, serta mewaspadai segala sesuatu yang akan menyimpangkan mereka dari Dien yang Suci dan Mulia ini. Alloh azza wa jalla juga telah mengingatkan hamba-Nya, bahwa barangsiapa yang mengikuti seruan para Rasul itu, maka ia telah mendapaptkan hidayah, dan siapa yang berpaling dari seruannya, maka ia telah tersesat. Didalam Al-Qur’an Alloh azza wa jalla telah mengingatkan manusia tentang perkara-perkara yang membuat mereka menjadi “riddah” (murtad dari Dinul Islam) dan perkara-perkara yang termasuk kemusyrikan dan kekafiran. Beberapa Ulama rahimahullah selanjutnya menyebutkan peringatan-peringatan Alloh azza wa jalla itu didalam kitab-kitab mereka. Mereka mengingatkan bahwa seorang muslim dapat dianggap murtad dari Dinul Islam disebabkan beberapa hal yang menyalahi, sehingga menjadi halal darah dan hartanya. Oleh karena itu, setiap muslim wajib mempelajari pembatal-pembatal keIslaman ini. Jika tidak, maka bisa jadi seorang diantara kalian terperosok kedalamnya sedangkan ia tidak merasa (tidak mengetahui), seperti yang terlihat pada kebanyakan orang yang mengaku dirinya sebagai orang Islam. La haula wa la Quwwata Illah Billah!. Di antara sekian banyak hal-hal yang dapat membatalkan keIslaman seseorang, Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, serta Ulama lainnya, menyebutkan sepuluh pembatal keIslaman ini karena adanya ijma’ kaum muslimin terhadap sepuluh pembatal keIslaman ini. hal ini paling banyak dilakukan oleh kebanyakan ummat Islam. Dengan mengharap keselamatan dan kesejahteraan dari-Nya, Sepuluh pembatal keIslaman tersebut akan saya paparkan dengan ringkas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembatal yang pertama adalah mempersekutukan (syirik) dalam beribadah kepada Alloh azza wa jalla . Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya". (Qs. An-Nisaa’ [4]: 116).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun". (Qs. Al-Maidah [5]: 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam hal ini (mempersekutukan Alloh), memohon pertolongan dan memohon do’a kepada orang yang sudah mati serta bernadzar dan menyembelih qurban untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Siapa saja yang menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai “perantara-perantara” antara dirinya dengan Alloh ﻰﻟﺎﻌﺘﻮ ﻪﻧﺎﺣﺒﺴ , yang kepada perantara-perantara itu ia berdo’a atau meminta syafa’at serta bertawakal kepada mereka, maka ia telah kafir berdasarkan ijma’. Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلا تَحْوِيلا * أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari padamu dan tidak pula memindahkannya * Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti". ( Al-Isra’ [17]: 56-57).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Barangsiapa yang menolak untuk mengkafirkan orang-orang musyrik, atau ragu-ragu mengenai kekafiran mereka, atau malah membenarkan madzhab (paham) mereka; maka ia telah kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ لأسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”. (Mumtahanah [60]: 4).&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus”. (Qs. Al-Mumtahanah [60]: 1), (Qs. Al-Mujadilah [58]: 22), (Qs. Al-Anfal [8]: 73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu setiap muslim yang memeluk agama Islam harus mengkafirkan kaum musyrikin, memusuhi mereka, membenci mereka, dan siapa saja yang mencintai mereka atau yang berdebat untuk membela mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Barangsiapa yang meyakini bahwa selain petunjuk yang datannya dari Nabi Muhammad j Lebih sempurna dan lebih baik dan menganggap suatu hukum atau undang-undang lainnya lebih baik dibandingkan dengan syari’at yang dibawa oleh Rasulullah j .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah j bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Amma ba’du! Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad”. (Riwayat ini dikeluarkan oleh Muslim dan lainnya melalui Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya, dari Jabir d).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Barangsiapa membenci sebagian saja dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah j, meskipun ia mengamalkannya, maka ia telah kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka". (Qs. Muhammad [47]: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengolok-ngolok sebagian Dien yang dibawa oleh Rasulullah j, atau memperolok pahala dan hukuman Alloh, maka ia telah kafir. Dalilnya firman Alloh azza wa jalla :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ * لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok * Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa”. (Qs. At-Taubah [9]: 65-66).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperolok-olokan sesuatu dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah j merupakan kekufuran berdasarkan ijma’ kaum muslimin, sekalipun tidak bermaksud betul-betul (serius), umpamanya hanya sekedar bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Barangsiapa melakukan sihir, termasuk diantaranya adalah sharf dan athf, atau reladengan sihir, maka ia telah kafir. Dalilnya adalah firman Alloh azza wa jalla :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (Qs. Al-Baqarah [2]: 102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembatal keIslaman yang kesembilan adalah Tolong-menolong dengan kaum kafir/ musyrik dan bantu-membantu dengan mereka dalam menghadapi kaum muslimin. Dalilnya firman Alloh azza wa jalla:&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (Qs. Al-Maidah [5]: 51).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Beranggapan bahwa manusia dapat keluardari syari’at Muhammad j. Dalilnya firman Alloh azza wa jalla:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bahwa (kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. yang demikian itu diperintahkan Alloh kepadamu agar kamu bertaqwa". (Qs. Al An’aam [6]: 153).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berpaling dari Dinullah (agama Alloh, Islam); tidak mau mempelajarinya dan tidak mau mengamalkannya. Dalilnya firman Alloh azza wa jalla :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa".(As Sajdah [32]: 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seluruh pembatal KeIslaman yang ada ini berlaku bagi setiap manusia tanpa membeda-bedakan antara orang yang sekedar bercanda (main-main), atau serius atau karena takut. Kecuali berlaku bagi orang yang di paksa (disiksa, dipukuli, dan penyiksaan lainnya, seperti yang di lakukan kaum musyrikin Mekah kepada Yasir dan keluarganya, adapun orang yang bertahan (tidak mengucapkan kalimat kekufuran) meskipun ia mati dalam keadaan itu, maka itu lebih baik baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama ummat ini dijejali oleh pemahaman-pemahaman yang ngawur &amp;amp; menyesatkan ummat dari jalan yang haq dan mereka menginginkan agar ummat ini (Islam) mengikuti ajaran-ajaran mereka disadari atau tidak, mereka (Yahudi &amp;amp; Nasrani) telah mengobok-obok dengan berbagai macam cara baik itu (perang budaya dan pemikiran) ataupun yang lainnya sehingga mereka menjadikan generasi-generasi ummat Islam ini mengikuti pemikiran, tradisi, kebiasaan dan nilai-nilai kehidupan mereka yang bejat. Terutama sasaran mereka adalah wanita. Mereka menginginkan agar para wanita muslimah menjadi seperti keadaan wanita-wanita mereka. Bebas berteman dan bergaul dengan laki-laki, mau membuka aurat, berenang dalam satu kolam bersama laki-laki, berpergian tanpa muhrim, menafikan kodrat wanita, memperjuangkan emansipasi wanita-pria dalam segala hal, sehingga menganjurkan para wanita bekompetisi dengan laki-laki dalam semua lapangan kehidupan dan sebagainya. Untuk mencapai tujuan mereka yang kotor itu, mereka berusaha menerbitkan ratusan buku, majalah dan Koran, memperalat para bintang film dan seniman, memboyong pertunjukan teater, pemutaran film dan sinetron, beasiswa pendidikan, berbagai klub, organisasi-organisasi dan sarana-sarana lainnya yang kesemuanya itu ditumpahkan agar sasaran mereka tercapai. Yakni memperbudak ummat ini tanpa harus menggunakan kekuatan militer, tetapi melalui berbagai macam kerusakan, penghancuran nilai-nilai dan tradisi yang bersumber dari agama kita yang lurus. Dan karusakan-kerusakan dan kemungkaran-kemungkaran lainnya yang mereka lancarkan sampai sekarang. Tetapi Alloh azza wa jalla akan tetap menjaga agama-Nya dengan dijadikan-Nya dari ummat ini orang-orang yang menolong agama-Nya yang mulia (Dienul Islam). Kita memohon kepada-Nya semoga Dia tetap memelihara kita dari pemahaman-pemahaman yang bathil. Dan semoga Alloh ‘Azza wa jalla tetap menunjuki kita agar tetap berada diatas garis Al-Islam dan As-Sunnah dengan memahami kaduanya itu dengan pemahaman para Salafussalih dan semoga kita digolongkan kepada orang-orang yang mengikuti Rasulullah j, dan mengumpulkan kita kelak dalam kelompok Beliau j.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan bagi diri saya sendiri. Semoga tulisan yang saya susun ini merupakan salah satu bentuk usaha untuk berda’wah, sehingga kita kembali kepada ashalah (kemurnian ajaran Islam), meninggalkan kehinaan dan tidak mengekor kepada kehendak orang-orang kafir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-5487737559285426266?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/5487737559285426266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2010/01/tauhid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5487737559285426266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5487737559285426266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2010/01/tauhid.html' title='TAUHID'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/S1CRowaMPnI/AAAAAAAAAIk/Le0Rq3eiXv0/s72-c/qurannn33.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-7685835310011353521</id><published>2009-12-17T17:50:00.002-08:00</published><updated>2009-12-18T18:51:02.367-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qouul Ulama'/><title type='text'>PENDAPAT IMAM MADZHAB AKAN PENTINGNYA BERPEGANG TEGUH DI ATAS SUNNAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Syw7YFZX8oI/AAAAAAAAAFI/o5HjzFhNsNk/s1600-h/al_quran1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Syw7YFZX8oI/AAAAAAAAAFI/o5HjzFhNsNk/s200/al_quran1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416769736771367554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dapat kita lihat di masyarakat yang agamis ini telah merebak dan menjamur yang namanya &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;taqlid buta&lt;/span&gt; terhadap pendapat para Imam madzhab, para ulama, kyai, atau pun para ustadz mereka dalam suatu pendapat yang mereka paparkan/ sampaikan. Dikarenakan kejahilan yang merajalela dan tidak jujur/ sombongnya para Dai untuk mengatakan kebenaran / enggannya mereka untuk kembali kepada Al Qur’an &amp;amp; Sunnah meskipun telah mengetahui bahwa pendapat para Imam yang mereka ikuti itu, bertentangan dengan keduanya (Al Qur’an &amp;amp; Sunnah). Namun berbeda dengan para Imam yang sangat paham akan arti dari kebenaran yang sesungguhnya. Para Imam madzhab yang empat (Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi'i, dan Madzhab Hambali), mengajarkan kepada kita untuk selalu mengikuti Sunnah dan meninggalkan perkataan serta pendapat-pendapat yang menyelisihi Sunnah walaupun bersumber dari mereka sendiri (Para Imam Madzhab). Ini merupakan bantahan terhadap orang-orang yang jauh dari ilmu agama dan selalu taqlid buta, dimana mereka sering berkata " Kalau bukan pendapat Imam Syafi'i, maka aku akan menolaknya" atau "Aku hanya mau memakai pendapat Imam Hambali, selainnya maka aku enggan." Akan tetapi dapat kita lihat di kalangan masyarakat ini yang mengaku-ngaku mengikuti madzhab Imam syafi’i namun dalam kesehariannya banyak yang bertentangan dengan apa yang beliau sampaikan/ pendapat beliau yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'i dan Imam Hambali dan Imam-imam yang lain, tidak pernah sekalipun mengajarkan kepada para pengikut-pengikutnya, untuk fanatik buta kepada mereka. Semoga dengan mendengar perkataan-perkataan dari mereka, kita akan semakin Istiqomah dalam menegakkan Sunnah dan meninggalkan pendapat yang menyelisihinya .&lt;br /&gt;Dibawah ini adalah perkataan para Imam madzhab semoga Allah merahmati mereka semua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. ABU HANIFAH (Imam Madzhab Hanafi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama-tama diantara mereka adalah Imam Abu Hanifah An-Nu'man bin&lt;br /&gt;Tsabit. Para sahabatnya telah meriwayatkan banyak perkataan dan ungkapan darinya, yang semuanya melahirkan satu kesimpulan, yaitu kewajiban untuk berpegang teguh kepada hadits dan meninggalkan pendapat para imam yang&lt;br /&gt;bertentangan dengan hadits tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 'Apabila hadits itu shahih, maka hadits itu adalah madzhabku." (Ibnu Abidin di dalam Al-Hasyiyah 1/63)&lt;br /&gt;2. 'Tidak dihalalkan bagi seseorang untuk berpegang pada perkataan kami, selagi ia tidak mengetahui dari mana kami mengambilnya". (Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Intiqa'u fi Fadha 'ilits Tsalatsatil A'immatil Fuqaha'i, hal. 145)&lt;br /&gt;3. Dalam sebuah riwayat dikatakan: 'Adalah haram bagi orang yang tidak mengetahui alasanku untuk memberikan fatwa dengan perkataanku".&lt;br /&gt;4. Di dalam sebuah riwayat ditambahkan: "Sesungguhnya kami adalah manusia yang mengatakan perkataan pada hari ini dan meralatnya di esok hari".&lt;br /&gt;5. "Jika aku mengatakan suatu perkataan yang bertentangan dengan kitab Allah dan kabar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka tinggalkanlah perkataanku". (Al-Fulani di dalam Al-lqazh, hal. 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. MALIK BIN ANAS (Imam Madzhab Maliki)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik berkata:&lt;br /&gt;1. "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia yang salah dan benar. Maka perhatikanlah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan Kitab dan Sunnah, ambillah dan setiap yang tidak sesuai dengan Al Kitab dan Sunnah, tinggalkanlah". (Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Jami', 2/32)&lt;br /&gt;2.'Tidak ada seorang pun setelah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, kecuali dari perkataannya itu ada yang diambil dan yang ditinggalkan, kecuali Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ". (Ibnu Abdil Hadi di dalam Irsyadus Salik, 1/227)&lt;br /&gt;3.Ibnu Wahab berkata, 'Aku mendengar bahwa Malik ditanya tentang menyelang¬-nyelangi jari di dalam berwudhu, lalu dia berkata, 'Tidak ada hal itu pada manusia. Dia berkata. Maka aku meninggalkannya hingga manusia berkurang, kemudian aku berkata kepadanya. Kami mempunyai sebuah sunnah di dalam hal itu, maka dia berkata: Apakah itu? Aku berkata: Al Laits bin Saad dan Ibnu Lahi'ah dan Amr bin Al-Harits dari Yazid bin Amr Al ¬Ma’afiri dari Abi Abdirrahman Al-Habli dari Al Mustaurid bin Syidad Al-Qirasyi telah memberikan hadist kepada kami, ia berkata, ”Aku melihat Rasulullah&lt;br /&gt;Shallallahu AlaihinWaSallam menunjukkan kepadaku dengan kelingkingnya apa yang ada diantara jari¬-jari kedua kakinya. Maka dia berkata, "sesungguhnya hadist ini adalah Hasan,'aku mendengarnya hanya satu jam. Kemudian aku mendengarnya, setelah itu&lt;br /&gt;ditanya, lalu ia memerintahkan untuk menyelang-nyelangi jari-jari.&lt;br /&gt;(Mukaddimah Al-Jarhu wat Ta'dil, karya Ibnu Abi Hatim, hal. 32-33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III. ASY-SYAFI'I (Imam Madzhab Syafi'i)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun perkataan-perkataan yang diambil dari Imam Syafi'i di dalam hal ini lebih banyak dan lebih baik, dan para pengikutnya pun lebih banyak mengamalkannya. Di antaranya:&lt;br /&gt;1.Tidak ada seorangpun, kecuali dia harus bermadzab dengan Sunnah Rasulullah dan menyendiri dengannya. Walaupun aku mengucapkan satu ucapan dan mengasalkannya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang bertentangan dengan ucapanku. Maka peganglah sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Inilah ucapanku." (Tarikhu Damsyiq karya Ibnu Asakir,15/1/3)&lt;br /&gt;2."Kaum muslimin telah sepakat bahwa barang siapa yang telah terang baginya Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya, hanya karena mengikuti perkataan seseorang."&lt;br /&gt;(Ibnul Qayyim, 2/361, dan Al-Fulani, hal.68)&lt;br /&gt;3.”Apabila kamu mendapatkan di dalam kitabku apa yang bertentangan dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka berkatalah dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan tinggalkanlah apa yang aku katakan." (Al-Harawi di dalam Dzammul Kalam,3/47/1)&lt;br /&gt;4.”Apabila Hadist itu Shahih, maka dia adalah madzhabku. " (An-Nawawi di dalam AI-Majmu', Asy-Sya'rani,10/57)&lt;br /&gt;5."Kamu (Imam Ahmad) lebih tahu dari padaku tentang hadist , dan orang¬-orangnya (Rijalull-Hadits). Apabila hadist itu shahih, maka ajarkanlah ia kepadaku apapun ia adanya, baik ia dari Kufah, Bashrah maupun dari Syam, sehingga apabila ia shahih, aku akan bermadzhab dengannya." ( Al-Khathib di dalam Al-Ihtijaj bisy-Syafi'I, 8/1)&lt;br /&gt;6."Setiap masalah yang didalamnya terdapat kabar dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam adalah shahih …..dan bertentangan dengan apa yang aku katakan, maka aku meralatnya di dalam hidupku dan setelah aku mati." (Al-¬Harawi, 47/1)&lt;br /&gt;7.”Apabila kamu melihat aku mengatakan suatu perkataan, sedangkan hadist Nabi yang bertentangan dengannya shahih, maka ketahuilah, sesungguhnya akalku telah bermadzhab dengannya (Hadits Nabi). "&lt;br /&gt;(Al-Mutaqa, 234/1 karya Abu Hafash Al-Mu'addab)&lt;br /&gt;8.Setiap apa yang aku katakan, sedangkan dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam terdapat hadist shahih yang bertentangan dengan perkataanku, maka hadits nabi adalah lebih utama. Olah karena itu, janganlah kamu mengikutiku." (ibnu Asakir, 15/9/2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;AHMAD BIN HAMBAL &lt;/span&gt;(Imam Madzhab Hambali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad adalah salah seorang imam yang paling banyak mengumpulkan sunnah dan paling berpegang teguh kepadanya. Sehingga ia membenci penulisan buku-buku yang memuat cabang-cabang (furu’) dan pendapat. Oleh karena itu ia berkata:&lt;br /&gt;1. "Janganlah engkau mengikuti aku dan jangan pula engkau mengikuti Malik, Syafi'i, Auza'i dan Tsauri, Tapi ambillah dari mana mereka mengambil." (Al¬ Fulani, 113 dan Ibnul Qayyim di dalam Al-I'lam, 2/302)&lt;br /&gt;2. "Pendapat Auza'i, pendapat Malik, dan pendapat Abu Hanifah semuanya adalah pendapat, dan ia bagiku adalah sama, sedangkan alasan hanyalah terdapat di dalam atsar-atsar (hadits-hadits. Red.)" (Ibnul Abdl Brr di dalam Al-Jami`, 2/149)&lt;br /&gt;3. "Barang siapa yang menolak hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka sesungguhnya ia telah berada di tepi kehancuran. " (Ibnul Jauzi, 182).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya" (An-Nisa:65),&lt;br /&gt;dan firman-Nya:&lt;br /&gt;"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih. " (An-Nur:63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Di sadur dari Mukaddimah Kitab Shifatu Shalatiin Nabii shallallahu 'alaihi wa sallam, karya Al-Imam Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin AI-Albani rahimahullah dengan sedikit penambahan dalam muqodimah di awal artikel ini) *&lt;span style="font-style: italic;"&gt; baca : penambahan bukan dalam perkataan Imam namun di awal muqodimah saja.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-7685835310011353521?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/7685835310011353521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/12/pendapat-para-imam-madzhab-berpegang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/7685835310011353521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/7685835310011353521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/12/pendapat-para-imam-madzhab-berpegang.html' title='PENDAPAT IMAM MADZHAB AKAN PENTINGNYA BERPEGANG TEGUH DI ATAS SUNNAH'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Syw7YFZX8oI/AAAAAAAAAFI/o5HjzFhNsNk/s72-c/al_quran1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-5158688473565021910</id><published>2009-12-13T05:34:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:29:26.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AQIDAH'/><title type='text'>PERANG ABADI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SyWOoh-diFI/AAAAAAAAACw/RwACS7S9hhg/s1600-h/hidup-mulia-mati-syahid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 132px; height: 105px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SyWOoh-diFI/AAAAAAAAACw/RwACS7S9hhg/s320/hidup-mulia-mati-syahid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414890953949153362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt;اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ  الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلا  إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt;* إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ  اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ فِي الأذَلِّينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt;* كَتَبَ اللَّهُ لأغْلِبَنَّ  أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;  *   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt;لا تَجِدُ قَوْمًا  يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ  وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ  عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الإيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ  مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ  فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا  إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;“Syetan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syetan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.Dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[QS.Al Mujaadilah (58): 19-22]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Risalah Islam tidak hanya membawa, bahkan mengajarkan dan memperjuangkan: kebenaran, keadilan dan kejujuran. Islam tidak pernah mengajarkan, bahkan meno-lak dan memerangi: kebatilan, kedzaliman dan kedustaan. Dalam menegakkan misi suci ini, Islam sebagai al-haqq (kebenaran) pasti mendapat tantangan dan rintangan dari kekuatan lain yang memusuhinya, ya-itu kekuatan al-bāthil yang dipelopori oleh syetan dan pasukannya, untuk menyele-wengkan manusia dari jalan al-haqq, jalan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;al-nājah (keselamatan)&lt;/span&gt;, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;al-shirāth al-mustaqīm&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr. Muhammad bin Sa`īd al-Qahthani,&lt;/span&gt; persaingan dua kubu ini sudah dimulai semenjak diciptakannya Ādam as hingga berakhirnya kehidupan dunia ini. Dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;al-Walā wa al-Barā fī al-Islām: 112,&lt;/span&gt; dijelaskan:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malai-kat: “Bersujudlah kalian kepada Adam”; ma-ka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman:”Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu”. Menjawab iblis:”Saya lebih baik dari padanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman:”Turunlah ka-mu dari surga itu; karena kamu tidak sepa-tutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu terma-suk orang-orang yang hina”. Iblis menja-wab:”Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. (Allah berfirman: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Se-sungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”. Iblis menjawab:”Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) me-reka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan menda-pati kebanyakan mereka bersyukur (ta'at). Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari syur-ga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Se-sungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan me-ngisi neraka Jahannam dengan kalian”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[QS. al-A’rāf (7): 11-18]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat-ayat ini, dijelaskan bebe-rapa unsur penting terjadinya permusuhan antara Adam as dan Iblis:&lt;br /&gt;1.    Sebab terjadinya permusuhan, karena Iblis beranggapan bahwa Allah swt menyesatkan dan menghancurkan di-rinya disebabkan oleh Adam as.&lt;br /&gt;Dalam hal ini  syetan berkata (QS. 7: 16):&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;{ قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِي }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ibnu `Abbas ra mengatakan bahwa mak-na ayat di atas adalah:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;{ كَمَا أَضْلَلْتَنِي }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Sebagaimana Engkau menyesatkanku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut ulama lain, makna-nya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;كَمَا أَهْلَكْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لِعِبَادِكَ الَّذِي تَخْلُقُهُمْ مِنْ ذُرِّيَّةِ هَذَا الَّذِي أَبْعَدْتَنِي بِسَبَبِهِ عَلَى صِرَاطِكَ اْلمُسْتَقِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Sebagaimana Engkau telah membinasakan aku, niscaya aku akan duduk menghalangi hamba-hamba-Mu dari jalan-Mu yang lu-rus, yaitu hamba yang Engkau ciptakan di antara keturunan manusia yang menjadi sebab Engkau jauhkan aku”&lt;br /&gt;2.    Target akhir yang hendak dicapai da-lam permusuhan, yaitu menghalangi manusia dari al-shirāth al-mustaqīm, agar manusia tidak lagi beribadah ke-pada Allah swt dan tidak bertauhid.&lt;br /&gt;Dalam hal ini syetan berkata:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;{ لأَقْعُدَنّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ketika menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ: طَرِيْقَ الْحَقِّ وَ سَبِيْلَ النَّجَاةِ. وَ َلأَضَلَّنَّهُمْ عَنْهَا لِئَلاَّ يَعْبُدُوْكَ وَ لاَ يُوَحِّدُوْكَ بِسَبَبِ إِضْلاَلِكَ إِيَّايَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“(Jalan-Mu yang lurus) adalah jalan kebe-naran dan langkah keselamatan. Sesung-guhnya aku akan menyesatkan mereka dari jalan tersebut agar mereka tidak beribadah dan tidak mentauhidkan-Mu dikarenakan Engkau menyesatkanku karenanya”&lt;br /&gt;3.    Upaya-upaya yang dilakukan syetan dalam proses permusuhan tersebut, ya-itu dengan menghadang manusia dari empat arah:&lt;br /&gt;•    Dari arah depan&lt;br /&gt;•    Dari arah belakang&lt;br /&gt;•    Dari arah kanan&lt;br /&gt;•    Dari arah kiri.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, syetan memberikan an-camannya dalam (QS. 7: 17):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; ثُمَّ لاَتِيَنَّهُم مِّنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dalam mentafsirkan strategi syetan ini, Ibnu `Abbas ra –yang berasal dari riwayat Ali bin Abi Thalhah– menegaskan:&lt;br /&gt;a.    Dari depan adalah “Aku berikan keraguan kepada mereka tentang hari akhirat”.&lt;br /&gt;b.    Dari belakang adalah “Aku gemarkan me-reka dengan urusan dunia mereka”.&lt;br /&gt;c.    Dari kanan adalah “Aku samarkan kepada mereka urusan agama mereka”.&lt;br /&gt;d.    Dari kiri adalah “Aku gemarkan mereka dengan berbagai maksiat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sa`id bin Abi `Aru-bah&lt;/span&gt; bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Qatadah&lt;/span&gt; menjelaskan hal ini sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;أَتَاهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيْهِمْ: فَأُخْبِرُهُمْ أَنََّهُ لاَ بَعْثٌ وَ لاَ جَنّةٌ وَ لاَ نَارٌ، وَ مِنْ خَلْفِهِمْ: مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا فَزَيَّنَهَا لَهُمْ وَ دَعَاهُمْ إِلَيْهَا، وَ عَنْ أَيْمَانِهِمْ: مِنْ قِبَلِ حَسَنَاتِهِمْ بَطَأَهُمْ عَنْهَا، وَ عَنْ شَمَائِلِهِمْ: زَيَّنَ لَهُمُ السَيِّئَاتِ وَ الْمَعَاصِي وَ دَعَاهُمْ  إِلَيْهَا وَ أَمَرَهُمْ بِهَا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“Aku datang dari hadapan mereka yaitu: me-reka diinformasikan bahwa tidak ada hari kebangkitan, tidak ada syurga dan tidak ada neraka. Dari belakang mereka yaitu: tentang urusan dunia, dengan memperindahnya dan menyerukannya kepada mereka. Dari kanan mereka yaitu: Dari arah kebaikan mereka de-ngan menghalanginya. Dan dari kiri mereka yaitu: memperindah keburukan dan kemak-siatan kepada mereka, menyerukannya dan memerintahkannya kepada mereka”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurut Ibnu al-Qayyim Rahimahullah: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Setiap keburukan yang ada di dalam dunia ini disebabkan oleh syetan. Dan kita tidak mungkin dapat menghitung jenis-jenis kebu-rukan yang disebarkan olehnya, apalagi rin-cian jenisnya. Akan tetapi, jenis-jenis kebu-rukan yang disebarkannya itu dapat digo-longkan dalam 6 bentuk, yaitu:&lt;br /&gt;1.    Kesyirikan, kekufuran serta permusuhan kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;2.    Membuat bid`ah (hal-hal baru dalam agama).&lt;br /&gt;3.    Dosa-dosa besar.&lt;br /&gt;4.    Dosa-dosa kecil.&lt;br /&gt;5.    Sibuk dengan hal-hal mubah, dan&lt;br /&gt;6.    Sibuk dengan hal-hal yang kurang pen-ting dengan meninggalkan hal yang le-bih penting”&lt;br /&gt;Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa apabila syetan tidak mampu menyebar 6 racun tersebut dan sudah putus asa terha-dapnya, maka sebagai senjata pamungkas-nya digelarlah pasukan-pasukannya yang loyal dari bangsa jin dan manusia untuk melakukan intimidasi, provokasi kekafiran, penyesatan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, menurut Syaikh Muham-mad Shafwat Nuruddin –Pimpinan Jama`āh Anshār al-Sunnah al-Muhammadiyyah Mesir –, bahwa syetan bekerja keras mempengaruhi manusia dengan berbagai strategi, bahkan menjadikan mereka tentara-tentaranya yang siap selalu melaksanakan apa yang diren-canakannya. Menurut beliau ada 4 pasukan yang digelar oleh syetan dengan dibagi menjadi 2 front, yaitu front Dzāhirah (nyata) dan front Khāfiyyah (tersembunyi):&lt;br /&gt;Pasukan yang berada di front  nyata ter-diri dari:&lt;br /&gt;1.    Orang-orang kafir yang dzalim.&lt;br /&gt;2.    Para pelaku maksiat, yaitu orang-orang Islam yang terbuai oleh kesenangan dunia.&lt;br /&gt;Sedangkan pasukan yang berada pada posisi tersembunyi, yaitu:&lt;br /&gt;1.    Kaum Munafiqin, yang menyatakan lo-yal secara dzahir kepada Islam, akan tetapi menyembunyikan permusuhan.&lt;br /&gt;2.    Orang-orang yang ikhlas, semangat da-lam beramal dan gemar berbuat, akan tetapi semakin bertambah banyak dia mendengarkan slogan-slogan moder-nisme yang dipropagandakan orang-orang kafir, maka terpengaruhlah dia dengan orang-orang kafir tersebut dan mendukung seluruh upaya mereka.&lt;br /&gt;Pasukan ini digelar –terutama front orang-orang kafir yang dipelopori oleh Yahudi dan Nashrani– dalam rangka melakukan dua serangan kepada para pembela dan peng-anut al-haqq (kaum muslimin). Kedua se-rangan itu adalah:&lt;br /&gt;1.    al-Ghazwu al-`Askariy (invasi militer) de-ngan melakukan intimidasi, teror fhisik, pembersihan wilayah dan pembasmian kaum muslimin (genocide).&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas`ud ra bercerita bahwa Nabi saw pernah melakukan shalat di Bay-tullah, saat itu Abu Jahal dan para pendu-kungnya sedang duduk-duduk. Sebagian rekannya berkata kepada yang lain:&lt;br /&gt;“Siapakah di antara kalian yang berani me-letakkan kulit bangkai di punggung Muham-mad, saat dia sedang sujud?”&lt;br /&gt;Lalu, seorang yang paling buruk di an-tara mereka, yaitu `Uqbah bin Abi Mu`ith bangkit berdiri, kemudian mendatangi Ra-sulullah saw sambil memandang dan me-nunggu Nabi saw melakukan sujud. Lalu dia letakkan kulit bangkai itu dipunggung beliau. Sambil tertawa, mereka saling me-lempar tuduhan satu sama lain. (HR. al-Bukhāriy: 1/54)&lt;br /&gt;`Ammar bin Yasir ra yang masuk Islam bersama ayah dan ibundanya disiksa di tengah terik matahari yang sangat panas. Sang ayah wafat, setelah mengalami derita siksaan yang begitu dahsyat. Sedangkan sang ibu, yaitu Sumayyah ditusuk kema-luannya dengan besi panas oleh Abu Jahal. Di saat Rasulullah saw melintasinya, beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;(( صَبْرًا آَلَ يَاسِرٍ فَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ ))&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Sabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguh-nya tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah syurga” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Sīrah Ibnu Hisyām: 1/ 319-320)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Quthb&lt;/span&gt;, serangan orang-orang kafir ini tidak memerlukan alasan dan sebab, karena, kedengkian me-reka telah dijelaskan oleh Allah swt dalam ayat-ayat-Nya, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, ka-rena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas se-gala sesuatu”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; [QS. al-Baqarah (2): 109]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Se-sungguhnya petunjuk Allah itulah petun-juk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka sete-lah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[QS. al-Baqarah (2): 120]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembali-kan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni ne-raka, mereka kekal di dalamnya”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[QS. al-Baqarah (2): 217]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    al-Ghazwu al-Fikriy (Invasi Pemikiran).&lt;br /&gt;Menurut Muhammad Quthb dalam “Wāqi`unā al-Mu`āshir” bahwa yang dimak-sud dengan al-Ghazwu al-Fikriy adalah:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;اَلْوَسَائْلُ غَيْرُ الْعَسْكَرِيَّةِ الَّتِي اَتَّخَذَهَا الْغَزْوُ الصَّلِيْبِيُّ ِلإِزَالَةِ مَظَاهِرِ الْحَيَاةِ اْلإِسْلاَمِيَّةِ وَ صَرْفِ الْمُسْلِمِيْنَ عَنِ التَّمَسُّّكِ بِاْلإِسْلاَمِ مِمَّا يَتَعَلَّقُ بِالْعَقِيْدَةِ وَ مَا يَتَّصِلُ بِهَا مِنْ أَفْكَارٍ وَ تَقَالِيْدَ وَ أَنْمَاطِ سُلُوْكِ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Sarana-sarana non militer yang digunakan oleh pasukan salib untuk menghilangkan simbol-simbol kehidupan Islami dan mema-lingkan kaum muslimin dari sikap komitmen terhadap Islam, yang berkaitan dengan aqi-dah, pemikiran, adat istiadat dan sikap hidup yang berhubungan dengannya”&lt;br /&gt;Menurut Shafiyurrahman al-Mubarak-furiy dalam “al-Rāhiq al-Makhtūm”, dikisah-kan bahwa dahulu, di saat kaum musyrikin Quraisy melihat Nabi saw tidak dapat di-halang-halangi dengan berbagai bentuk in-timidasi dan teror, mereka mulai beralih me-mikirkan strategi lain, di antaranya yang terangkum dalam 4 bentuk:&lt;br /&gt;a.    Melakukan ejekan, hinaan, olok-olok, pendustaan dan mentertawai. Tujuannya adalah untuk menggoncang spirit jiwa kaum muslimin dan merendahkan me-reka. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Baca: QS. 38: 4 dan QS. 83: 29-33)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;b.    Mengacak-acak pengajaran, menyebar-kan syubhat dan menggencarkan pro-paganda dusta. Tujuannya adalah untuk menghalangi kaum awam, hingga tidak ada kesempatan untuk memikirkan dak-wah beliau. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Baca: QS. 13: 6-7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;c.    Menganggap al-Qur`an sebagai dongeng atau legenda nenek moyang. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Baca: QS. 25: 4-5, 7 dan QS 16: 103)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d.    Mengadakan tawar menawar win-win solution untuk mempertemukan antara Islam dan Jahiliyah. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Baca: QS. 65: 9)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-5158688473565021910?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/5158688473565021910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/12/perang-abadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5158688473565021910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5158688473565021910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/12/perang-abadi.html' title='PERANG ABADI'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SyWOoh-diFI/AAAAAAAAACw/RwACS7S9hhg/s72-c/hidup-mulia-mati-syahid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-6442130115434574983</id><published>2009-12-13T05:31:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T23:31:20.281-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qouul Ulama'/><title type='text'>Ujian terhadap Hamba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz72GAOstcI/AAAAAAAAAGU/HZOBAxLoZvg/s1600-h/Tsunami_2004-b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 114px; height: 123px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz72GAOstcI/AAAAAAAAAGU/HZOBAxLoZvg/s200/Tsunami_2004-b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422041584401954242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;   سَأَلَ رَجُلٌ الشَّافِعِيَّ فَقَالَ: يَا أَبَا عَبْدِ اللهِ، أَيُّمَا أَفْضَلُ لِلرَّجُلِ: أَنْ يُمَكَّنَ أَوْ يُبْتَلَى: فَقَالَ الشَّافِعِيُّ: لاَ يُمَكَّنَ حتى يُبْتَلَى، فَإِنَّ اللهَ ابْتَلَى نُوْحًا وَ إِبْرَاهِيْمَ وَ مُوْسَى وَ عِيْسَى وَ مُحَمَّدًا صَلَوَاتُ اللهِ وَ سَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ، فَلَمَّا         صَبَرُوْا مَكَّنَهُمْ، فَلاَ يَظُنُّ أَحَدٌ أَنْ يَخْلُصَ مِنَ اْلأَلَمِ الْبَتَّةَ     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seseorang bertanya kepada Imam al-Syāfi`iy:&lt;br /&gt;“Wahai Abu ‘Abdillah! Manakah yang lebih utama bagi&lt;br /&gt;seseorang: Diberi kekuasaan ataukah diberi ujian? Beliau&lt;br /&gt;menjawab: Seseorang tidak akan diberi kekuasaan sebelum dia&lt;br /&gt;diberi ujian.  Sesungguhnya Allah telah memberikan ujian kepada&lt;br /&gt;Nuh, Ibrahim, Musa, ‘Isa dan Muhammad –semoga Allah melimpahkan&lt;br /&gt;shalawat dan salam-Nya kepada mereka semua–. Ketika mereka bersabar menghadapinya, maka Allah akan memberikan kekuasaan kepada&lt;br /&gt;mereka. Oleh karena itu, janganlah seseorang mengira bahwa&lt;br /&gt;dia bisa lepas dari bencana sedikitpun” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(al-Fawā’id: 227)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-6442130115434574983?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/6442130115434574983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/12/ujian-terhadap-hamba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/6442130115434574983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/6442130115434574983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/12/ujian-terhadap-hamba.html' title='Ujian terhadap Hamba'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz72GAOstcI/AAAAAAAAAGU/HZOBAxLoZvg/s72-c/Tsunami_2004-b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-7080085947440718870</id><published>2009-12-13T05:27:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T02:19:44.519-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qouul Ulama'/><title type='text'>Kemulian Ahlus Sunnah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz3LeLx_RCI/AAAAAAAAAGM/_Q-fHd6CRho/s1600-h/Mujahid1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 131px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz3LeLx_RCI/AAAAAAAAAGM/_Q-fHd6CRho/s200/Mujahid1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421713245842916386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ: سَيَأْتِيْ نَاسٌ يُجَادِلُوْنَكُمْ بِشُبُهَاتِ الْقُرْآنِ فَخُذُوْهُمْ بِالسُّنَنِ فَإِنَّ أَصْحَابَ السُّنَنِ أَعْلَمُ بِكِتَابِ الله&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;‘Umar bin al-Khaththāb ra berkata: “Pada suatu waktu akan muncul&lt;br /&gt;satu golongan yang mendebat kalian (Ahlus Sunnah) dengan syubuhat&lt;br /&gt;al-Qur’an, maka bantahlah mereka dengan sunnah, karena Ahlus Sunnah&lt;br /&gt;adalah orang-orang yang paling mengerti al-Qur’an” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(al-Syarī’ah: 181)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-7080085947440718870?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/7080085947440718870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/12/kemulian-ahlus-sunnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/7080085947440718870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/7080085947440718870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/12/kemulian-ahlus-sunnah.html' title='Kemulian Ahlus Sunnah'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz3LeLx_RCI/AAAAAAAAAGM/_Q-fHd6CRho/s72-c/Mujahid1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-9086914313330351066</id><published>2009-12-13T05:01:00.000-08:00</published><updated>2009-12-13T05:27:02.017-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qouul Ulama'/><title type='text'>Semangat Shahabah al Nu'man</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَ رَوَى الْبَغَوِيُّ فِي الصَّحَابَةِ أَنَّ النُّعْمَانَ بْنَ قَوْقَلٍ قَالَ يَوْمَ أُحُدٍ: أَقْسَمْتُ عَلَيْكَ يَا رَبِّ أَنْ لاَ تَغِيْبَ الشَّمْسُ حَتَّى أَطَأَ بِعُرْجَتِيْ فِي الْجَنَّةِ، فَاسَتُشْهِدَ ذَلِكَ الْيَوْمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ :&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; لَقَدْ رَأَيْتُهُ فِي&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; الْجَنَّةِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;al-Baghawiy meriwayatkan tentang seorang al-Shahābah bahwa al-Nu`mān bin Qawqal berkatasaat perang Uhud: “Aku bersumpah kepada-Mu, ya Rabb, agar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;matahari tidak terbenam, sebelum aku berhasil menggapai tanggaku&lt;br /&gt;di dalam syurga”. Kemudian beliaupun mati syahid pada hari itu.&lt;br /&gt;Maka, Rasulullah saw bersabda mengenai diri al-Nu`mān:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku melihatnya telah berada di dalam syurga”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Fath al-Bāriy: 6/51 dan ‘Awn al-Ma`būd: 7/281)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-9086914313330351066?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/9086914313330351066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/12/semangat-shahabah-al-numan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/9086914313330351066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/9086914313330351066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/12/semangat-shahabah-al-numan.html' title='Semangat Shahabah al Nu&apos;man'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-4214406928005963644</id><published>2009-11-20T22:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:24:19.800-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BINGKAI UKHTI'/><title type='text'>SEORANG WANITA ….  YANG PERTAMA KALI MENGHUNI TANAH SUCI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxdqJNY9uRI/AAAAAAAAABo/oX11rnJb27E/s1600-h/Kabah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 85px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxdqJNY9uRI/AAAAAAAAABo/oX11rnJb27E/s320/Kabah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410910183754676498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Disebutkan dalam Shahih Bukhari, bahwa Nabi Ibrahim 'alaihis salaam, dahulu ia pergi dari Syam ke negeri yang suci bersama Hajar, istrinya dan Ismail, anaknya yang masih bayi, yang ketika itu masih dalam buaian dan penyusuan ibunya. Kemudian beliau menempatkan kedua orang itu di sisi rumah Allah, tetapi ketika itu di Makkah tidak ada seorang pun dan tidak ada air. Beliau menempatkan keduanya di situ sambil membekali keduanya dengan sekantong kurma dan sekantong air.&lt;br /&gt;Kemudian beliau membalikkan dirinya ke arah Syam, lalu Ummu Ismail (Hajar) menoleh ke sekelilingnya, ke padang pasir yang gersang itu, ternyata yang dilihatnya hanya gunung-gunung yang bisu dan batu-batu yang hitam, ia tidak melihat di sekitarnya ada teman atau sahabat. Padahal dahulunya, ia tumbuh besar di istana-istana Mesir, kemudian tinggal di Syam, di taman-taman yang hijau dan kebun-kebunnya yang rindang. Kini ia merasa kesepian dengan kondisi di sekitarnya, lalu ia berdiri dan mengikuti suaminya seraya berkata, “Wahai Ibrahim, kemana engkau akan pergi dan meninggalkan kami di lembah yang tidak ada seorang pun dan tidak ada sesuatu?” Tetapi beliau tidak menjawabnya dan tidak juga menoleh kepadanya.&lt;br /&gt;Hajar mengulangi lagi pertanyaannya, “Kemana engkau akan pergi dan meninggalkan kami?” Beliau tidak menjawabnya. Ia mengulangi lagi pertanyaannya, tetapi beliau tidak juga menjawabnya. Maka tatkala ia melihat bahwa beliau tidak menoleh kepadanya, ia pun berkata, "Apakah Allah yang menyuruhmu hal ini?” Beliau menjawab, “Ya.” Ia pun berkata, “Kalau begitu cukuplah Dia bagiku, aku ridha dengan Allah, jika demikian Dia pasti tidak akan menyia-nyiakan kami.”&lt;br /&gt;Kemudian Hajar kembali, dan Ibrahim 'alaihis salaam seorang yang sudah sangat tua berlalu sambil meninggalkan istri dan anaknya. Beliau tinggalkan keduanya seorang diri. Hingga ketika beliau telah sampai di balik bukit, dimana mereka tidak melihatnya lagi, beliau hadapkan wajahnya ke arah rumah Allah sambil mengangkat kedua tangannya, berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan penuh harap, “Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim [14]: 37)&lt;br /&gt;Kemudian beliau pergi ke Syam, sedangkan Ummu Ismail (Hajar) kembali menemui bayinya. Ia mulai menyusuinya dan minum dari bekal air tersebut. Akan tetapi tak seberapa lama air yang di kantong itu pun habis, kini ia merasa kehausan, dan bayinya pun kehausan. Karena sangat hausnya bayi itu menggeliat-geliat dan mengemut-emut kedua bibirnya serta memukulkan kedua tangan dan kakinya ke tanah. Sementara ibunya melihat anaknya menggeliat dan meronta seolah-olah bergulat melawan kematian.&lt;br /&gt;Ia melihat ke sekelilingnya, dengan harapan ada yang bisa menolong atau membantunya. Akan tetapi ia tidak melihat seorang pun. Lalu ia bangkit dari sisi anaknya dan pergi karena tidak mau melihat anaknya mati. Ia pun bingung, kemana harus pergi?! Ia melihat bukit Shafa, bukit yang terdekat dengannya, lalu ia mendakinya dalam keadaan lemah dan kepayahan. Ia berharap melihat para penggembala yang sedang singgah atau kafilah yang sedang lewat. Setelah sampai di puncaknya, ia mengarahkan pandangannya ke lembah untuk melihat apakah ada seseorang, akan tetapi ia tidak mendapati seorang pun. Lalu ia turun dari bukit Shafa, hingga ketika sampai di perut lembah, ia menyingsingkan ujung lengan bajunya kemudian berlari-lari kecil dengan penuh susah payah sampai melewati lembah. Kemudian ia mendatangi bukit Marwah dan mendakinya lalu melihat, apakah ada seseorang, akan tetapi ia tidak mendapati seorang pun.&lt;br /&gt;Ia pun kembali ke bukit Shafa, akan tetapi ia tidak menemukan seorang manusia pun. Ia melakukan hal itu sampai tujuh kali. Ketika ia telah sampai di atas bukit Marwah pada yang ketujuh kalinya, ia mendengar suara, lalu ia berkata, “Diam.” Kemudian ia berusaha mendengarkan lagi.&lt;br /&gt;Kemudian ia berkata, "Engkau telah mengeluarkan suara yang dapat aku dengar, jika di sisimu ada pertolongan maka tolonglah kami.” Tetapi ia tidak mendengar jawaban. Lalu ia menoleh ke anaknya, tiba-tiba ia melihat seorang malaikat di sisi (tempat) sumur Zam-zam. Malaikat itu memukul tanah dengan tumit atau sayapnya hingga memancarkan air. Hajar pun cepat-cepat turun menuju sumber air. Ia pun berusaha menampung dan mengumpulkan air itu dengan tangannya serta menciduk dan memasukkan air itu ke dalam kantongnya, sementara air itu tetap memancar. Jibril berkata kepadanya, “Janganlah kalian takut tersia-siakan, sesungguhnya di tempat inilah rumah Allah yang akan dibangun nanti oleh anak ini beserta ayahnya.”&lt;br /&gt;Subhanallah, alangkah sabarnya Hajar, alangkah mengagumkan dirinya, dan alangkah besar cobaannya. Inilah kisah Hajar, yang telah bersabar dan berkorban hingga Allah mengabadikan di dalam Al Qur'an kisahnya dan mengangkat para nabi-nabi dari putranya. Ia adalah ibunda para nabi dan teladan para wali. Begitulah kisahnya dan kesudahan urusannya. Benar … ia telah terasingkan dan merasa ketakutan, kehausan dan kelaparan, akan tetapi ia ridha dengan itu semua selama di sana terdapat keridhaan Tuhannya, ia telah hidup dalam keadaan gharib (terasing) di jalan Allah, hingga Allah menggantinya dengan kebahagiaan dan kegembiraan.&lt;br /&gt;Berbahagialah para ghuraba’ (orang-orang yang terasing). Dan siapakah para ghuraba’ itu? Mereka adalah orang-orang yang sholeh di tengah-tengah orang-orang fasik yang banyak. Mereka adalah para laki-laki dan wanita yang telah menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, mereka bersabar memegang agama bagaikan menggenggam bara api dan berjalan di atas batu-batu terjal, tidur beralas debu dan lari dari kerusakan (kemungkaran), lisan-lisan mereka jujur, farji-fari (kemaluan) mereka terjaga, pandangan mereka terpelihara, kata-kata mereka bersih, dan majlis-majlis mulia. Apabila mereka berdiri di hadapan Allah (pada hari kiamat), ketika tangan-tangan dan kaki-kaki mereka bersaksi, serta telinga-telinga dan mata-mata mereka berbicara, mereka bergembira dalam suka cita, karena mata mereka bersaksi bahwa ia tidak pernah melihat sesuatu yang haram dan telinga mereka tidak pernah mendengarkan lagu-lagu, bahkan ia bersaksi bahwa ia sering menangis di waktu sahar (akhir malam) dan mereka menjaga kesucian di siang hari. Sampai-sampai mereka menebus dien mereka dengan jiwa-jiwa mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-4214406928005963644?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/4214406928005963644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/seorang-wanita-yang-pertama-kali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/4214406928005963644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/4214406928005963644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/seorang-wanita-yang-pertama-kali.html' title='SEORANG WANITA ….  YANG PERTAMA KALI MENGHUNI TANAH SUCI'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxdqJNY9uRI/AAAAAAAAABo/oX11rnJb27E/s72-c/Kabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-3454314887474926236</id><published>2009-11-20T19:57:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:24:54.976-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BINGKAI UKHTI'/><title type='text'>SEORANG WANITA RUSIA DAN CINTANYA TERHADAP ISLAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxdrUYyGvaI/AAAAAAAAABw/bdq1-UOPCIM/s1600-h/khimar_yemen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 114px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxdrUYyGvaI/AAAAAAAAABw/bdq1-UOPCIM/s320/khimar_yemen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410911475303103906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;KISAH SEORANG WANITA RUSIA…  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mulanya…&lt;br /&gt;Ia seorang gadis Rusia, berasal dari keluarga yang taat beragama, akan tetapi ia seorang penganut &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;kristen ortodox&lt;/span&gt; yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sangat fanatik dengan kristennya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pedagang Rusia menawarinya untuk pergi bersama dengan sekelompok gadis-gadis ke negara teluk untuk membeli alat-alat elektronik yang kemudian akan dijual di Rusia. Demikianlah awal kesepakatan antara pedagang dengan gadis-gadis tersebut.&lt;br /&gt;Ketika mereka telah sampai di sana, laki-laki itu mulai menampakkan taringnya dan mengungkapkan niat jahatnya. Ia menawarkan kepada gadis-gadis tersebut profesi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tercela&lt;/span&gt;. Ia mulai merayu mereka dengan harta yang melimpah dan hubungan yang luas, sampai sebagian besar gadis-gadis itu terpedaya dan akhirnya menerima idenya, kecuali wanita yang satu ini. Ia sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fanatik dengan agama kristennya&lt;/span&gt; sehingga ia menolak.&lt;br /&gt;Laki-laki itu menertawakannya seraya berkata, “Engkau di negeri ini tersia-sia, engkau tidak memiliki apapun selain pakaian yang engkau pakai … dan aku tidak akan memberikan apapun kepadamu”. Ia mulai menekannya, ia tempatkan wanita itu di sebuah flat (kamar) bersama gadis-gadis yang lain dan ia sembunyikan paspor-paspor mereka.&lt;br /&gt;Gadis-gadis yang lain tidak mampu mempertahankan prinsipnya, mereka pun larut bersama arus … sementara ia tetap teguh menjaga kesuciannya. Setiap hari ia selalu mendesak laki-laki itu untuk menyerahkan paspornya atau memulangkan dirinya ke negeri asalnya. Tetapi laki-laki itu menolak. Pada suatu hari ia berusaha untuk mencari paspor itu di flat. Setelah susah payah mencarinya akhirnya ia menemukannya. Langsung saja ia ambil paspor tersebut dan segera kabur dari flat itu.&lt;br /&gt;Ia keluar menuju ke jalan raya, sementara ia tidak punya apa-apa selain pakaian yang dikenakannya. Ia kebingungan, ia orang asing yang tidak tahu kemana harus pergi, tak ada keluarga, tak ada hubungan, tak ada harta, tak ada makanan dan tak ada juga tempat tinggal.&lt;br /&gt;Wanita yang lemah itu benar-benar kebingungan, menoleh ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba ia melihat seorang pemuda yang sedang berjalan bersama tiga orang wanita, ia merasa tentram dengan penampilannya lalu ia menghampirinya dan mulai berbicara dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahasa Rusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu minta maaf karena ia tidak paham bahasa Rusia. Wanita itu berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Apakah kalian bisa berbicara bahasa Inggris”.&lt;/span&gt; Mereka menjawab, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ya, bisa.”&lt;/span&gt; Wanita itu menangis karena gembira, lalu berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku seorang wanita dari Rusia, kisahku begini (ia menuturkan kisahnya), &lt;/span&gt;aku tidak punya harta dan tempat tinggal, aku ingin pulang ke negeriku, yang aku inginkan dari kalian hanyalah sekedar mau menampungku dua atau tiga hari agar aku dapat mengatur urusanku bersama keluargaku dan saudara-saudaraku di negeriku.”&lt;br /&gt;Pemuda yang bernama Khalid itu merenungkan kata-katanya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ia berfikir boleh jadi wanita ini menipu!&lt;/span&gt; Sementara wanita itu melihat kepadanya dan menangis. Lalu Khalid &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bermusyawarah dengan ibu dan kedua saudara perempuannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya mereka sepakat membawa wanita itu ke rumah. Ia mulai menghubungi keluarganya di Rusia, akan tetapi tidak ada yang menjawab. Jaringan telepon terputus di negeri itu! Padahal ia sudah mengulang-ngulang menelpon setiap jam.&lt;br /&gt;Keluarga itu tahu bahwa wanita itu seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kristen.&lt;/span&gt; Mereka berusaha untuk berlemah lembut dan santun kepadanya. Wanita itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencintai mereka&lt;/span&gt; dan mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengajaknya untuk memeluk Islam.&lt;/span&gt; Akan tetapi ia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menolak&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak ingin berpindah agama,&lt;/span&gt; bahkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak bersedia sekedar untuk diskusi tentang masalah agama sama sekali, karena ia dari keluarga ortodox yang sangat fanatik membenci Islam dan kaum muslimin!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Khalid pergi ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pusat Islam dan Dakwah&lt;/span&gt; (Islamic Center) lalu membawakan untuknya beberapa buku tentang Islam dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahasa Rusia.&lt;/span&gt; Wanita itu membacanya dengan seksama. Setelah membaca buku-buku tersebut ia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mulai bisa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;memahami tentang Islam&lt;/span&gt;. Pada akhirnya ia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;terkesan dan kagum dengan agama yang baru ia kenal ini.&lt;/span&gt; Hari-hari terus berlalu sementara mereka terus berusaha untuk meyakinkannya hingga akhirnya &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dia masuk Islam.&lt;/span&gt; Semakin hari &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;keislamannya semakin baik.&lt;/span&gt; Ia mulai menaruh perhatian terhadap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ajaran-ajaran dien dan semangat untuk bergaul dengan wanita-wanita yang shalihah.&lt;/span&gt; Setelah memeluk Islam ia takut untuk kembali ke negerinya karena&lt;span style="font-style: italic;"&gt; khawatir kembali ke agama Kristen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pernikahan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena ia telah menjadi seorang wanita yang muslimah maka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;akhirnya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khalid pun menikahinya.&lt;/span&gt; Ternyata ia &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;lebih teguh dalam memegang dien daripada kebanyakan wanita-wanita muslimah lainnya.&lt;/span&gt; Pada suatu hari ia pergi bersama suaminya ke pasar, di sana ia melihat  Ini adalah untuk pertama kalinya ia melihat &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;seorang wanita berjilbab yang menutupi wajahnya (bercadar).seorang wanita berjilbab dengan sempurna,&lt;/span&gt; ia merasa heran dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bentuk pakaian&lt;/span&gt; tersebut!! Ia berkata kepada suaminya , “Khalid, kenapa wanita itu berpakaian seperti itu? Mungkin wanita itu tertimpa penyakit yang membuat rusak wajahnya sehingga ia menutupinya?”&lt;br /&gt;Khalid menjawab, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Tidak, wanita itu berhijab dengan hijab yang diridhoi oleh Allah swt untuk hamba-hamba-Nya dan yang diperintahkan oleh Rasul-Nya.”&lt;/span&gt; Ia terdiam sebentar kemudian berkata, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya, benar, ini adalah hijab yang islami, yang dikehendaki oleh Allah untuk kita.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Khalid berkata, “Dari mana engkau tahu?&lt;span style="font-style: italic;"&gt;” Ia menjawab, “Aku sekarang merasakan, jika aku masuk ke pertokoan, mata-mata para pemilik toko itu tidak lepas dari wajahku! Seakan-akan mereka mau menelan wajahku sepotong-sepotong!! Kalau begitu wajahku ini harus ditutup, tidak boleh ada yang melihatnya selain suamiku saja, kalau begitu aku tidak akan keluar dari pasar ini kecuali dengan hijab seperti itu. Di mana kita bisa membelinya?”.&lt;/span&gt; Khalid berkata, “Tetaplah terus dengan hijabmu ini, seperti ibu dan saudara-saudara perempuanku.” Ia menjawab, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak, aku ingin hijab seperti yang diinginkan Allah.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Hari-hari terus berlalu atas wanita ini sementara tidak ada yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bertambah kecuali keimanannya.&lt;/span&gt; Orang-orang yang ada di sekelilingnya menyukainya, hati dan perasaan Khalid pun terkuasai olehnya.&lt;br /&gt;Pada suatu hari ia melihat paspornya, ternyata hampir habis masa berlakunya dan harus segera diperpanjang. Yang paling sulit adalah paspor itu harus diperpanjang di kota tempat dulu ia tinggal. Jadi mesti pergi ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rusia.&lt;/span&gt; Jika tidak, maka ia akan dianggap pendatang gelap. Khalid memutuskan untuk pergi bersamanya, karena wanita itu tidak mau bepergian tanpa disertai mahram.&lt;br /&gt;Mereka berdua naik pesawat jawatan penerbangan Rusia (Russian Air Lines) sementara wanita itu tetap dengan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;hijabnya yang sempurna!!&lt;/span&gt;  Ia duduk di samping suaminya dengan mantap dan penuh kewibawaan. Khalid berkata kepadanya, “Aku khawatir kita menemui kesulitan-kesulitan karena hijabmu ini.” Ia menjawab, “&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Subhanallah! engkau ingin agar aku mentaati orang-orang kafir tersebut dan mendurhakai Allah? Tidak, demi Allah, terserah mereka mau ngomong apa.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Orang-orang mulai memandanginya.… Dan para pramugari mulai membagi-bagikan makanan dan khamr (bir) kepada para penumpang. Tak lama kemudian khamr mulai beraksi di kepala mereka, kata-kata kasar mulai bermunculan dari orang-orang di sekelilingnya yang diarahkan kepadanya. Ada yang membuat lelucon (humor), ada yang tertawa, ada juga yang mengolok-olok. Mereka berdiri di samping wanita itu dan mengomentari dirinya. Sementara Khalid melihat ke arah mereka tanpa memahami ucapan mereka sedikitpun. Adapun wanita itu tersenyum dan tertawa serta menerjemahkan omongan mereka kepadanya. Sang suami marah, tetapi wanita itu berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan, jangan engkau bersedih, jangan merasa sempit dada, ini perkara kecil dibandingkan ujian dan cobaan iman yang dialami oleh para sahabat Nabi, baik yang laki-laki maupun perempuan.” Wanita itu bersabar&lt;/span&gt;, demikian juga sang suami, hingga pesawat itu mendarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di Rusia…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Khalid berkata, “Ketika kami turun di bandara, aku menyangka bahwa kami akan pergi ke rumah keluarganya dan tinggal di sana, setelah itu akan menyelesaikan pengurusan perpanjangan paspor kemudian pulang. Akan tetapi pandangan istriku ternyata cukup jauh.”&lt;br /&gt;Wanita itu berkata, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keluargaku masih menganut kristen ortodox semua, mereka fanatik dengan agamanya.&lt;/span&gt; Oleh karena itu aku tidak ingin ke sana sekarang! Tetapi kita akan menyewa sebuah kamar di satu tempat dan tinggal di sana lalu mengurus perpanjangan paspor. Nanti sebelum pulang, kita berkunjung ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rumah keluargaku.&lt;/span&gt;” Khalid pun menyetujui usulan yang bagus itu.&lt;br /&gt;Kami pun menyewa sebuah kamar dan bermalam di situ. Keesokan harinya kami pergi ke kantor bagian pengurusan paspor. Kami menemui petugas dan ia meminta agar kami menyerahkan paspor yang lama berikut foto pemiliknya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Istriku menyerahkan fotonya yang hitam putih, yang tak terlihat dari tubuhnya kecuali bagian wajahnya saja&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Petugas itu berkata, “Foto ini menyalahi aturan, kami minta foto yang berwarna, dan terlihat di situ wajah, rambut dan leher dengan sempurna!!”  Istriku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menolak&lt;/span&gt; menyerahkan selain foto itu. Kami pun pergi ke petugas kedua lalu petugas yang lainnya lagi, akan tetapi mereka semua minta foto yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak berjilbab&lt;/span&gt;, sementara istriku berkata, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak mungkin aku berikan kepada mereka foto yang tabarruj (terbuka auratnya) selama-lamanya.&lt;/span&gt;” Para petugas itu pun menolak melayani permintaan kami. Kemudian kami menuju ke pimpinan utama mereka yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perempuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istriku berusaha semampunya meyakinkan pimpinan itu agar mau menerima foto tersebut. Akan tetapi ditolak. Istriku mulai mendesak seraya berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah tidak engkau lihat rupaku yang sebenarnya lalu engkau bandingkan dengan yang ada di foto itu? Yang penting wajah terlihat, adapun rambut bisa saja berubah. Bukankah foto ini sudah cukup?!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Pimpinan itu tetap bersikeras bahwa aturan tidak membolehkan foto seperti itu. Maka istriku berkata, “S&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aya tidak akan menyerahkan selain foto-foto ini, lalu apa jalan keluarnya?&lt;/span&gt;” Sang pimpinan berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini kecuali direktur utama di kantor pusat pengurusan paspor yang berada di Moskow.&lt;/span&gt;” Maka kami pun keluar dari kantor tersebut.&lt;br /&gt;Ia menoleh kepadaku seraya berkata, "Wahai Khalid, kita akan pergi ke Moskow.” Ketika itu aku berkata kepadanya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudahlah, serahkan saja foto yang mereka inginkan itu, bukankah Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya? Maka bertakwalah kepada Allah semampumu. Dan ini sesuatu yang darurat, sementara paspor itu tidak akan dilihat kecuali oleh segelintir orang, itupun untuk sesuatu yang darurat, kemudian setelah itu engkau sembunyikan di rumahmu sampai habis masa berlakunya. Lepaskan dirimu dari kesulitan-kesulitan ini, kita tidak perlu pergi ke Moskow.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Ia menjawab, “&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tidak&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak mungkin aku tampil dengan bentuk yang tabarruj (membuka aurat) setelah aku mengenal agama Allah ini&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di Moskow…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ia mendesakku, akhirnya kami pun pergi ke Moskow, lalu kami menyewa sebuah kamar dan tinggal di situ. Keesokan harinya kami pergi ke kantor pusat pengurusan paspor. Kami menemui petugas pertama, kedua dan ketiga. Pada akhirnya kami terpaksa menghadap direktur utama. Kami menemuinya, ternyata ia termasuk orang yang paling buruk akhlaknya! Ketika ia melihat paspor, ia membolak-balik foto-foto kemudian mengarahkan pandangannya ke arah istriku, seraya berkata, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapa yang bisa membuktikan kepadaku bahwa engkau adalah pemilik foto-foto ini?&lt;/span&gt;” Ia ingin agar istriku membuka wajahnya agar dapat melihatnya. Istriku berkata kepadanya, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katakan saja kepada salah seorang pegawai wanita yang ada di sini atau sekretaris wanita untuk menemuiku lalu aku bersedia membuka wajahku untuknya, sehingga ia dapat mencocokkan foto-foto itu.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adapun engkau maka tidak akan bisa mencocokkannya, aku tidak akan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;membuka wajahku untukmu&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;Orang itu marah … lalu mengambil paspor lama dan foto-fotonya berikut berkas-berkas lainnya kemudian dijadikan satu dan dilemparkan ke laci meja pribadinya. Ia berkata kepada istriku, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Engkau tidak akan bisa memperoleh paspor yang lama ataupun yang baru kecuali jika engkau serahkan kepadaku foto-foto yang benar-benar cocok dan kami bisa mencocokkannya denganmu.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Istriku mulai berbicara kepadanya dan berusaha untuk meyakinkannya. Kedua orang itu berbicara dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahasa Rusia&lt;/span&gt;, sementara aku memandangi keduanya tanpa faham sedikitpun pembicaraan mereka. Aku marah … tetapi aku tak dapat berbuat apa-apa, sementara orang itu mengulang-ngulang, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Engkau harus mendatangkan foto-foto yang sesuai dengan syarat-syarat kami.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Istriku tetap berusaha untuk meyakinkannya… tetapi tidak ada hasilnya! Akhirnya ia diam dan berdiri, aku menoleh kepadanya dan mengulangi perkataanku sebelumnya, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai istriku yang terhormat, Allah tidak akan memberikan beban kepada seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, dan kita dalam keadaan darurat, sampai kapan kita berkeliling di kantor-kantor pengurusan paspor?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Dia menjawab, “&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia adakan baginya jalan keluar dan Dia karuniakan kepadanya rizki dari arah yang tidak diduga-duga.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Perdebatan antara aku dengannya semakin sengit, direktur pengurusan paspor itupun marah dan kami diusir dari kantornya. Kami keluar sambil menyeret langkah-langkah kami, perasaanku antara kasihan dan marah kepada istriku. Kami pun pergi untuk saling mempelajari perkara ini di kamar kami. Aku berusaha untuk meyakinkannya, akan tetapi ia tetap bersungguh-sungguh meyakinkanku, sampai larut malam. Kami pun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shalat Isya&lt;/span&gt;’. Fikiranku tetap risau dengan musibah ini, kemudian kami makan malam seadanya lalu aku letakkan kepalaku untuk tidur…&lt;br /&gt;Bagaimana engkau bisa tidur…&lt;br /&gt;Ketika ia melihatku seperti itu, wajahnya berubah lalu menoleh kepadaku seraya berkata, "Khalid, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;engkau akan tidur?!&lt;/span&gt;” Aku menjawab, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya, apakah engkau tidak merasa capek?!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Ia berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah, dalam kondisi yang sulit ini engkau bisa tidur?! Kita sedang melewati saat-saat yang kita harus lari kepada Allah, bangun dan mohonlah kepada Allah dengan sungguh-sungguh, karena ini adalah waktu untuk memohon.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Aku pun bangun dan shalat sesuai dengan yang Allah kehendaki untukku, kemudian aku tidur, adapun &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;dia tetap berdiri untuk shalat dan shalat,&lt;/span&gt; setiap kali aku terbangun dan melihatnya, aku dapati dia masih dalam keadaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ruku’ atau sujud atau berdiri atau berdoa atau menangis, sampai terbit fajar.&lt;/span&gt; Kemudian ia membangunkanku seraya berkata, "&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Telah masuk waktu fajar, mari kita shalat berjam’ah.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Aku pun bangun… berwudhu’ dan shalat berjama’ah, kemudian ia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidur sejenak.&lt;/span&gt; Setelah matahari terbit ia terbangun seraya berkata, "Mari kita pergi ke kantor pengurusan paspor!!”&lt;br /&gt;Aku berkata, “Kita akan pergi ke kantor pengurusan paspor lagi?! Dengan argumen apa?! Mana foto-fotonya, kita masih belum memiliki foto-foto itu!!”&lt;br /&gt;Ia berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Marilah kita pergi dan berusaha, jangan putus asa dari rahmat Allah.” Kami pun pergi. Demi Allah, ketika kaki-kaki kami menginjak lantai ruang pertama kantor pengurusan paspor tersebut dan mereka melihat istriku -yang sudah mereka ketahui sebelumnya- dengan hijabnya itu, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiba-tiba salah seorang petugas memanggil, &lt;/span&gt;”&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Engkau Fulanah&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Istriku menjawab, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya, benar!&lt;/span&gt;” Petugas itu berkata, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ambillah paspormu.&lt;/span&gt;” Dan ternyata paspor itu telah beres, lengkap dengan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;foto-fotonya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;yang berjilbab&lt;/span&gt;. Aku merasa gembira, lalu ia menoleh kepadaku seraya berkata, "&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Bukankah telah aku katakan kepadamu, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia adakan baginya jalan keluar.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Tatkala kami ingin keluar, petugas itu berkata, “&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kalian harus kembali ke kota yang kalian datangi pertama kali agar paspor Anda distempel di sana.&lt;/span&gt;” Kami pun kembali ke kota yang pertama dan aku berkata dalam hatiku, ini adalah kesempatan untuk mengunjungi keluarganya sebelum kami meninggalkan Rusia.&lt;br /&gt;Akhirnya kami sampai di kota keluarganya. Kami menyewa sebuah kamar kemudian kami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menstempel paspor&lt;/span&gt; tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjalanan yang penuh siksaan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kami pergi mengunjungi keluarganya. Ternyata rumah itu tampak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kuno dan sederhana&lt;/span&gt;. Nampak jelas ada tanda-tanda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kemiskinan di sana&lt;/span&gt;. Kami mengetuk pintu rumah tersebut dan yang membukakan pintu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kakak laki-lakinya yang tertua, ia seorang pemuda yang kekar otot-ototnya.&lt;/span&gt; Istriku gembira dapat bertemu dengan kakaknya, ia membuka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wajahnya dan tersenyum serta mengucapkan selamat berjumpa!&lt;/span&gt; Adapun sang kakak -ketika pertama kali melihat adiknya- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wajahnya terlihat gembira dengan kepulangannya yang selamat tapi bercampur heran karena pakaiannya yang hitam dan menutup semuanya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istriku masuk sambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tersenyum dan memeluk saudaranya&lt;/span&gt;. Aku pun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ikut masuk di belakangnya dan duduk di ruang tamu, aku duduk seorang diri. &lt;/span&gt;Adapun dia, terus masuk ke dalam rumah. Aku mendengar mereka berbicara dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahasa Rusia&lt;/span&gt;. Aku tidak faham sama-sekali, tetapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku perhatikan nada suara mereka semakin meninggi dan keras!!&lt;/span&gt; Logatnya pun berubah!! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teriakan mulai meninggi!!&lt;/span&gt;… Tiba-tiba mereka semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meneriaki&lt;/span&gt; istriku, sementara ia membela diri dan menyanggah perkataan mereka. Aku merasa ada hal yang tidak baik dalam urusan ini, tetapi aku tidak bisa memastikannya karena aku tidak faham sedikitpun dari pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;Tiba-tiba suara mereka semakin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mendekat ke ruangan tamu&lt;/span&gt; –dimana aku berada di situ- kemudian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keluarlah tiga orang pemuda dipimpin oleh seorang yang agak tua menemuiku&lt;/span&gt;. Pada mulanya aku menduga bahwa mereka akan menyambut kedatangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;suami dari anak mereka!&lt;/span&gt; Ternyata mereka menyerangku seperti binatang buas. Tiba-tiba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sambutan berubah menjadi pukulan-pukulan dan tamparan-tamparan!!&lt;/span&gt; Aku berusaha untuk membela diri dari serangan mereka, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku berteriak dan minta tolong, hingga habis kekuatanku.&lt;/span&gt; Aku merasa di rumah inilah akhir hidupku. Mereka semakin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menghujaniku dengan pukulan-pukulan&lt;/span&gt;. Sementara itu aku berusaha menoleh ke sekitarku, aku berusaha mengingat-ingat dari pintu mana aku tadi masuk supaya aku bisa keluar. Ketika aku melihat pintu, aku segera bangkit membuka pintu dan kabur. Sementara mereka mengejar di belakangku. Aku masuk di tengah kerumunan orang hingga tersembunyi dari mereka.&lt;br /&gt;Kemudian aku menuju ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kamarku&lt;/span&gt; yang kebetulan tidak jauh dari rumah itu. Aku berdiri membersihkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;darah dari wajah dan mulutku.&lt;/span&gt; Aku melihat diriku, ternyata pukulan dan tamparan-tamparan itu meninggalkan bekas pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kening, pipi dan hidungku.&lt;/span&gt; Darah mengalir dari mulutku, pakaianku robek. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku memuji Allah yang telah menyelamatkanku dari binatang-binatang buas tersebut. &lt;/span&gt;Tetapi aku berkata dalam hati, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku telah selamat, tetapi bagaimana dengan istriku?!&lt;/span&gt;” Wajahnya terbayang-bayang di hadapanku, apakah ia juga menerima pukulan dan tamparan sepertiku? Laki-laki saja hampir-hampir tak sanggup menghadapinya… sementara ia adalah seorang wanita, apakah ia mampu menanggungnya?! Aku khawatir wanita yang lemah itu roboh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inikah saatnya perpisahan…??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syetan mulai bekerja dan membisikkan kepadaku, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia akan murtad dari agamanya dan kembali menjadi Kristen, lalu engkau akan kembali ke negerimu seorang diri.&lt;/span&gt;” Aku jadi bingung, apa yang harus aku perbuat? Di negeri ini, kemana aku harus pergi, apa yang mesti aku lakukan? Nyawa di negeri ini murah, engkau bisa menyewa seseorang untuk membunuh orang lain hanya dengan sepuluh dollar!! Uuuh … bagaimana kalau keluarga istriku menyiksanya lalu ia menunjukkan kepada mereka tempatku, kemudian mereka mengutus seseorang untuk membunuhku di kegelapan malam…?&lt;br /&gt;Aku kunci kamar, aku tetap merasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;takut dan cemas sampai pagi&lt;/span&gt;. Kemudian aku berganti pakaian lalu pergi untuk mencari-cari informasi, aku lihat rumah mereka dari kejauhan, aku mengawasinya dan mengikuti apa yang terjadi di situ. Akan tetapi pintunya tertutup. Aku terus menunggu. Tiba-tiba pintu terbuka dan keluarlah tiga orang pemuda dan seorang tua. Ketiga pemuda itulah yang menyiksaku. Dari penampilannya nampaknya mereka akan pergi ke tempat kerja. Pintu pun tertutup dan terkunci kembali. Aku tetap mengawasi dan mengintai. Aku berharap dapat melihat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wajah istriku, akan tetapi tak berhasil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku terus mengawasinya sampai berjam-jam. Kemudian para laki-laki yang pergi itu kembali dari pekerjaan mereka dan memasuki rumah mereka. Aku merasa lelah, lalu kembali ke kamarku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada hari kedua&lt;/span&gt;, aku pergi mengawasi kembali. Akan tetapi aku tidak melihat istriku. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada hari ketiga pun sama.&lt;/span&gt; Aku sudah putus asa akan kehidupannya, aku menduga ia sudah mati karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kerasnya siksaan atau dibunuh!&lt;/span&gt; Akan tetapi seandainya ia telah mati tentu paling tidak akan terlihat kesibukan di rumah itu, akan ada yang datang untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berta’ziah (melayat) atau menjenguk.&lt;/span&gt; Akan tetapi ketika aku tidak melihat sesuatu yang aneh. Akhirnya aku meyakinkan diriku bahwa ia masih hidup dan kesempatan bertemu kembali masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertemuan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keempat&lt;/span&gt;, aku tidak sabar untuk duduk di kamarku, lalu aku pergi untuk mengawasi rumah mereka dari kejauhan. Ketika para pemuda itu pergi bersama ayah mereka ke tempat kerjanya seperti biasa, sementara aku tetap mengawasi dan berharap, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiba-tiba pintu terbuka…&lt;/span&gt; dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ternyata wajah istriku terlihat dari balik pintu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, aku melihat ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wajahnya&lt;/span&gt;, ternyata penuh dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lingkaran-lingkaran merah dan bekas-bekas pukulan yang membiru, karena banyaknya pukulan dan tamparan. Pakaiannya bersimbah darah. &lt;/span&gt;Aku merasa cemas dan iba ketika melihat penampilannya. Aku segera menghampirinya. Aku melihatnya semakin jelas, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ternyata darah mengalir dari luka-luka di wajahnya. Kedua tangan dan kakinya pun mengalirkan darah. &lt;/span&gt;Pakaiannya robek-robek, tidak tersisa kecuali secarik kain sederhana yang menutupinya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kakinya terikat dengan belenggu!!&lt;/span&gt; Kedua tangannya pun diikat ke belakang dengan rantai. Tatkala aku melihatnya seperti itu aku menangis. Aku tidak dapat menguasai diriku, aku panggil ia dari kejauhan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keteguhan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istriku berkata kepadaku sambil menahan air matanya dan merintih karena pedihnya siksaan, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengarkan wahai Khalid, jangan engkau mencemaskan diriku, aku tetap teguh di atas perjanjian. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, apa yang aku temui sekarang ini tidak sebanding seujung rambut pun dengan apa yang ditemui oleh para sahabat dan tabi’in, apalagi para Nabi dan Rasul. Dan aku mengharap agar engkau tidak ikut campur dalam urusan antara aku dan keluargaku, dan pergilah cepat-cepat sekarang juga serta tunggulah di kamar sampai aku datang, insya Allah, akan tetapi perbanyaklah doa, qiyamullail dan shalat.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Aku pun pergi dari sisinya sementara aku merasa sangat iba dan sedih atas dirinya, aku tinggal di kamarku sehari penuh menunggunya, aku mengharapkan kedatangannya. Hari berikutnya pun lewat. Hari ketiga juga berlalu, sampai malam telah larut, tiba-tiba pintu kamarku diketuk! Aku terkejut… siapakah gerangan yang di balik pintu?! Siapa yang mengetuk itu? Akan merasa sangat takut, siapa yang datang pada tengah malam begini? Boleh jadi keluarganya telah mengetahui tempatku, atau boleh jadi istriku telah mengaku lalu keluarganya datang untuk membunuhku. Aku ditimpa ketakutan seperti mau mati, tidak ada jarak antara aku dengan kematian kecuali seujung rambut. Aku bertanya dengan mengulang-ulang, “Siapa yang mengetuk pintu itu?”&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara istriku berkata dengan penuh kelembutan, “Bukalah pintu, aku Fulanah.” Kemudian aku nyalakan lampu kamar dan aku buka pintu. Ia masuk dalam keadaan gemetar dan kondisi yang mengenaskan, sementara luka-luka disekujur tubuhnya. Ia berkata, “Cepat kita pergi sekarang!” Aku berkata, “Sementara keadaanmu seperti ini?!” Ia menjawab, “Ya, cepatlah.” Aku mulai membereskan pakaianku sementara ia mengambil kopernya, ia mengganti pakaiannya dan mengeluarkan hijab dan ‘aba’ah (mantel luar) nya lalu dipakainya. Kami segera mengambil semua barang-barang kami lalu turun dan naik taksi. Wanita yang lemah itu menghempaskan tubuhnya yang lapar dan penuh luka itu ke kursi mobil…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke Bandara …&lt;br /&gt;Begitu aku naik taksi, aku langsung berkata kepada sopir dengan bahasa Rusia, “Ke bandara pak!” Aku memang sudah mengetahui beberapa kata dalam bahasa Rusia. Tetapi istriku berkata, “Tidak, kita tidak akan pergi ke bandara, tetapi kita akan pergi ke suatu desa.”&lt;br /&gt;Aku bertanya, "Kenapa? Bukankah kita akan kabur?!” Ia menjawab, “Benar, akan tetapi jika keluargaku tahu akan kepergianku mereka pasti akan segera mencari kita di bandara. Kita pergi saja ke suatu desa, jika kita telah sampai di desa tersebut kita akan turun, lalu naik mobil lain ke desa yang lainnya, kemudian ke desa lainnya, kemudian ke sebuah kota lain yang di situ ada bandara internasional.”&lt;br /&gt;Ketika kami telah sampai di bandara internasional, kami segera memesan tiket untuk pulang ke negeri kami, akan tetapi pemesanan terlambat, lalu kami menyewa sebuah kamar dan tinggal di situ.&lt;br /&gt;Tatkala kami sudah merasa tenang tinggal di kamar, istriku melepas aba’ah (mantel luar) nya. Aku melihat kepadanya, ya Allah … ternyata tidak ada satu tempat pun yang selamat dari darah!! Kulitnya tercabik, darah-darah yang membeku, rambut yang terpotong-potong dan bibir yang membiru …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang menakutkan…&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadanya, “Apa yang telah terjadi?.” Ia menjawab, “Ketika kita telah masuk ke rumah, aku duduk bersama keluargaku, lalu mereka berkata kepadaku, ‘Pakaian apa ini?!! Aku menjawab, ‘Ini adalah pakaian Islam.’ Mereka berkata, ‘Dan siapakah laki-laki itu?!’ Aku menjawab, ‘Dia suamiku, aku telah masuk Islam dan menikah dengan laki-laki tersebut.’ Mereka berkata, ‘Tidak mungkin ini terjadi!’”&lt;br /&gt;Kemudian aku berkata, "Dengarkanlah dulu ceritaku.” Lalu aku ceritakan kepada mereka kisah laki-laki Rusia yang ingin menarikku ke lembah prostitusi, lalu bagaimana aku bisa lari darinya, kemudian pertemuanku denganmu. Mereka berkata, "Seandainya engkau menempuh jalan prostitusi tentu lebih kami sukai daripada engkau datang kepada kami sebagai muslimah.” Mereka juga berkata kepadaku, “Sekali-kali engkau tidak akan bisa keluar dari rumah ini kecuali sebagai wanita kristen orthodox atau mayat yang kaku!!”&lt;br /&gt;Sejak saat itu mereka menyiksa dan memukuliku, kemudian mereka menuju kepadamu dan memukulimu, sementara aku mendengar mereka memukulimu dan engkau berteriak minta tolong, sedangkan aku saat itu dalam keadaan terikat. Dan ketika engkau lari, saudara-saudaraku kembali kepadaku dan menumpahkan cacian serta cercaannya kepadaku. Kemudian mereka pergi dan membeli rantai belenggu, lalu mereka mengikatku.&lt;br /&gt;Mereka mulai mencambukku, aku merasakan cambukan yang meninggalkan bekas, mereka mencambukku dengan cambuk-cambuk yang aneh dan asing!! Setiap hari pemukulan dimulai ba’da ‘ashar sampai tiba waktu tidur, adapun di pagi hari, ayah dan saudara-saudaraku pergi ke tempat kerja, sedangkan ibuku di rumah. Nah, inilah waktu istirahatku satu-satunya. Tidak ada di sampingku selain adik perempuan yang umurnya 15 tahun. Ia mendatangiku dan menertawakan keadaanku. Percayakah engkau bahwa hingga tidur pun aku dalam keadaan pingsan? Mereka mencambukku sampai aku pingsan dan tertidur. Mereka hanya menuntut dariku agar murtad dari Islam, tetapi aku menolaknya dan berusaha keras untuk bersabar. Setelah itu adik perempuanku mulai bertanya kepadaku, “Kenapa engkau tinggalkan agamamu dan agama ibu, ayah serta kakek-kakekmu?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adakan baginya jalan keluar …&lt;br /&gt;Aku berusaha untuk meyakinkannya, aku jelaskan kepadanya tentang dien ini, aku terangkan tentang tauhid, lalu ia pun mulai merasa puas dan terkesan!! Gambaran tentang Islam mulai jelas di hadapannya!! Tiba-tiba aku dikejutkan olehnya ketika ia berkata, “Engkau di atas kebenaran … inilah agama yang benar, inilah agama yang seharusnya aku anut juga!!” Kemudian ia berkata kepadaku, “Aku akan membantumu.” Aku menjawab, “Jika engkau memang ingin membantuku maka bantulah aku untuk menemui suamiku.”&lt;br /&gt;Adik perempuanku mulai melihat dari atas rumah, lalu ia melihatmu sedang berjalan, ia segera berkata kepadaku, “Sesungguhnya aku melihat seorang laki-laki yang begini dan begitu cirinya.” Aku berkata, “Dialah suamiku, jika engkau melihatnya maka bukakanlah pintu untukku agar aku bisa berbicara kepadanya.”&lt;br /&gt;Dan benar, ia pun membukakan pintu lalu aku keluar dan berbicara kepadamu, akan tetapi aku tidak bisa keluar menghampirimu karena aku dalam keadaan terikat dengan dua rantai belenggu yang kuncinya dipegang oleh saudaraku, dan rantai yang ketiga diikatkan ke salah satu tiang rumah agar aku tidak bisa keluar. Kuncinya dipegang oleh adik perempuanku ini dan akan dibukanya bila aku hendak ke kamar mandi.&lt;br /&gt;Ketika aku berbicara kepadamu waktu itu dan aku meminta kepadamu agar tetap tinggal sampai aku datang, keadaanku masih terikat dengan rantai belenggu. Lalu aku mulai meyakinkan adik perempuanku tentang Islam, maka ia pun masuk Islam dan ingin berkorban dengan pengorbanan yang lebih besar dari pengorbananku. Ia pun memutuskan untuk melepasku agar bisa keluar rumah, akan tetapi kunci-kunci rantai belenggu dipegang oleh saudaraku dan ia sangat menjaganya.&lt;br /&gt;Pada hari tersebut, adik perempuanku menyiapkan untuk saudara-saudaraku khamr yang kental dan berat. Lalu mereka pun meminumnya sampai mabuk berat dan tidak sadar sama sekali. Kemudian adikku mengambil kunci tersebut dari kantong saudaraku dan membuka rantai-rantai belenggu itu dariku. Lalu aku datang menemuimu pada kegelapan malam itu.&lt;br /&gt;Aku bertanya kepada istriku, “Bagaimana adik perempuanmu? Apa yang akan terjadi dengannya?” Ia menjawab, “Tidak masalah, aku sudah meminta kepadanya agar merahasiakan ke-Islamannya sampai kita bisa memikirkan urusannya.”&lt;br /&gt;Kami pun bisa tidur malam itu, dan keesokan harinya kami pulang ke negeri kami. Begitu kami sampai di negeri kami,  langsung aku masukkan istriku ke rumah sakit. Ia tinggal di situ beberapa hari menjalani pengobatan karena bekas cambukan-cambukan dan penyiksaan. Dan sekarang ini kami berdoa untuk adik perempuannya agar Allah Swt meneguhkan hatinya di atas dien-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kisah ini dikutip dari kaset yang berjudul Qishash Mu’atstsirah, oleh Dr. Ibrahim Al Faris).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-3454314887474926236?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/3454314887474926236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/seorang-wanita-rusia-dan-cintanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/3454314887474926236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/3454314887474926236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/seorang-wanita-rusia-dan-cintanya.html' title='SEORANG WANITA RUSIA DAN CINTANYA TERHADAP ISLAM'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxdrUYyGvaI/AAAAAAAAABw/bdq1-UOPCIM/s72-c/khimar_yemen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-5081978380713478000</id><published>2009-11-20T18:26:00.002-08:00</published><updated>2010-02-20T01:25:27.704-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BINGKAI UKHTI'/><title type='text'>SURUTNYA RUH DA'WAH PADA SEORANG DA'I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz7483lEaTI/AAAAAAAAAGs/zkP5ggESdTU/s1600-h/SURUT.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz7483lEaTI/AAAAAAAAAGs/zkP5ggESdTU/s200/SURUT.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422044725995923762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana para pemudi kita sekarang ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bermalas-malasan dari menolong agama&lt;/span&gt;, bahkan bagaimana mereka melihat kemungkaran-kemungkaran yang jelas dengan bentuk yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fasiq &lt;/span&gt;atau melihat hubungan-hubungan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bebas &lt;/span&gt;dan perbuatan-perbuatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;haram&lt;/span&gt; dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berpakaian dan hijab&lt;/span&gt;, dimana ini semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengisyaratkan&lt;/span&gt; dekatnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;turunnya azab&lt;/span&gt;… ia melihat kemungkaran-kemungkaran ini diantara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kerabatnya, saudara-saudara perempuannya&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teman-teman perempuannya&lt;/span&gt; kemudian ia tidak giat untuk mencegahnya (mengingkarinya) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُـنْكَرًا فَلْيُـغَيِّرْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran maka ia harus merubahnya… “ &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Muslim dan Abu Dawud).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau sudah merubah kemungkaran-kemungkaran dengan semampumu? Alangkah ingin tahunya aku, bagaimana keadaanmu kelak pada hari kiamat, ketika bergantung kepadamu teman atau rekan perempuan, orang yang dicintai atau kawan dekat, dalam keadaan menangis dan meratap berkata, “Kenapa engkau lihat kami dalam kemungkaran-kemungkaran dan melakukan hal-hal yang haram lalu engkau tidak mencegah atau menasehati atau mengingatkanku?”&lt;br /&gt;Lihatlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengorbanan wanita-wanita kafir untuk agamanya.&lt;/span&gt; Salah seorang da’i berkata,  “Aku pernah melakukan rihlah da’wah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;perjalanan da’wah&lt;/span&gt;) ke tempat-tempat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengungsi di Afrika.&lt;/span&gt; Jalan menuju ketempat itu sepi dan menakutkan, kami ditimpa kesulitan dan kecapekan, kami tidak melihat didepan kami kecuali bukit-bukit pasir. Kami tidak sampai ke suatu desa di tengah perjalanan kecuali penduduknya mengingatkan kami akan bahaya para penyamun. Kemudian Allah memudahkan kami hingga sampai ke tempat para pengungsi malam hari. Mereka bergembira dengan kedatanganku dan menyiapkan sebuah kemah dengan kasurnya yang sudah lapuk.&lt;br /&gt;Aku lemparkan diriku ke atas kasur itu karena sangat letihnya. Kemudian aku mulai merenungkan perjalananku ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahukah engkau&lt;/span&gt;, apa yang terlintas dalam benakku?! Aku merasa sedikit bangga dan kagum terhadap diriku, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahkan aku merasa lebih tinggi dari yang lain!&lt;/span&gt; Siapakah yang mampu mendahuluiku ke tempat ini? Siapakah yang mampu berbuat seperti yang aku perbuat?! Siapakah yang sanggup menanggung kesulitan-kesulitan seperti ini?! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syetan senantiasa meniup ke dalam hatiku hingga hampir saja aku larut dalam kesombongan dan ghurur (membanggakan diri sendiri). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Esok paginya kami keluar berkeliling ke pelosok-pelosok daerah, hingga kami sampai ke sebuah sumur yang terletak jauh dari tempat para pengungsi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku melihat sekumpulan kaum wanita sedang menjunjung di atas kepala mereka panci-panci berisikan air. Perhatianku terarah pada seorang wanita putih di antara wanita-wanita tersebut. Semula aku menduga ia adalah salah seorang wanita dari para pengungsi tersebut yang tertimpa penyakit belang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepada pengantarku tentang dia. Pengantarku berkata,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ‘&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dia seorang missionaries (Kristen) wanita berkebangsaan Norwegia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;,&lt;/span&gt; umurnya masih sekitar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiga puluhan.&lt;/span&gt; Ia sudah tinggal di sini sejak enam bulan silam, ia berpakaian seperti pakaian para wanita kami, memakan makanan yang biasa kami makan, mendampingi kami dalam pekerjaan-pekerjaan kami. Setiap malam ia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengumpulkan gadis-gadis&lt;/span&gt; lalu berbicara kepada mereka, mengajari mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;membaca dan menulis&lt;/span&gt; dan kadang-kadang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengajari tari&lt;/span&gt;. Berapa banyak anak yatim yang dia usap kepalanya! Berapa banyak orang sakit yang dia ringankan penderitaannya!’”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Coba perhatikanlah keadaan wanita ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;,&lt;/span&gt; apa yang membuatnya mau tinggal di tempat-tempat sunyi yang jauh seperti ini, sementara ia berada dalam kesesatannya?! &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Apa yang mendorongnya untuk meninggalkan peradaban Eropa dan kebun-kebunnya yang hijau?!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Apa yang menguatkan tekadnya untuk tinggal menetap bersama para wanita yang lemah dan miskin sementara ia berada dalam puncak masa mudanya?!&lt;/span&gt; Apakah engkau tidak&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; merasa kecil, &lt;/span&gt;ia seorang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;missionaris&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;yang sesat,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;bersabar dan bersusah payah, sementara dia dalam kebatilan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahkan di daerah-daerah pedalaman Afrika, sampai juga missionaris wanita muda dari Amerika, Inggris dan Perancis, datang untuk tinggal di gubuk kayu atau rumah dari tanah liat, memakan dari jenis makanan yang paling rendah sebagaimana yang dimakan penduduk asli, meminum dari sungai sebagaimana mereka minum, mengasuh anak-anak kecil dan mengobati para wanita. Dan apabila engkau lihat dia setelah kembali ke negerinya, warna kulitnya yang dulu putih kini sudah berubah pucat, kulitnya pun menjadi kasar  dan tubuhnya menjadi lemah. Akan tetapi ia melupakan semua kesulitan-kesulitan tersebut dalam rangka berkhidmat (melayani) agamanya. Sungguh aneh. Begitulah pengorbanan para missionaris wanita, mereka bersusah payah, menanggung penderitan, giat dan berkorban,  agar manusia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menyembah selain Allah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.”&lt;/span&gt;  (Qs. An Nisaa’ [4]: 104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEORANG DA’I YANG LAIN BERKATA:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu aku sedang berada di Jerman. Tiba-tiba pintu kamarku diketuk orang, lalu suara seorang wanita muda terdengar memanggil dari balik pintu. Aku berkata kepadanya, "Apa yang engkau inginkan?” Ia menjawab, “Tolong bukalah pintu.” Aku berkata, “Aku seorang laki-laki muslim, dan tidak ada di sisiku seorang pun, sehingga engkau tidak boleh masuk menemuiku.” Namun ia tetap bersikukuh minta dibukakan pintu walaupun sejenak, sedangkan aku tetap enggan untuk membukakan pintu.&lt;br /&gt;Lalu ia berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Saya dari jama’ah Syuhud Yahoh (Para saksi Yahoh),&lt;/span&gt; oleh karena itu bukalah pintu dan ambillah kitab-kitab serta buletin-buletin ini secara cuma-cuma.” Aku menjawab, “Aku tidak ingin sesuatu.” Ia mulai mengharap dan mengiba, akan tetapi aku segera membelakangi pintu dan masuk ke dalam kamarku. Apa yang ia lakukan? Ternyata ia meletakkan mulutnya di lubang kunci pintu kemudian mulai berbicara tentang agamanya, ia menjelaskan prinsip-prinsip aqidahnya selama sepuluh menit.&lt;br /&gt;Setelah ia selesai aku bertanya kepadanya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kenapa engkau bersusah-payah seperti ini?” Ia menjawab, “Saya justeru merasa bahagia dan tenang sekarang ini karena saya telah memberikan apa yang saya mampu di jalan agamaku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kesungguhan dan ketulusan mereka dalam melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;missinya&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;lalu di manakah kesungguhan para da’i Islam?   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;“Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.”&lt;/span&gt; (Qs. An Nisaa’ [4]: 104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APAKAH ENGKAU TIDAK PERNAH BERTANYA KEPADA DIRIMU PADA SUATU HARI…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai saudariku &lt;/span&gt;… apa yang telah engkau persembahkan untuk Islam, berapa pemudi yang telah bertaubat karenamu, berapa yang telah engkau infaqkan untuk membimbing para pemudi ke jalan Tuhanmu?&lt;br /&gt;Sebagian wanita-wanita shaleh berkata, “Aku tidak berani untuk berda’wah, tidak juga untuk mengingkari kemungkaran-kemungkaran.” Sungguh aneh!! Bagaimana seorang penyanyi wanita yang fasik berani untuk menyanyi di depan puluhan ribu orang yang menontonnya sementara ia tidak berkata, “Aku takut dan malu.” Bagaimana seorang penari wanita yang amoral memamerkan tubuhnya di hadapan ribuan orang sementara ia tidak takut atau sungkan. Sementara engkau jika diminta untuk menasehati atau mendakwahi saudaramu lalu engkau diperdayakan oleh syetan? Bahkan sebagian pemudi menghiaskan kemungkaran untuk temannya, ia saling bertukar pinjam majalah-majalah yang keji dan kaset-kaset lagu atau mengajak kawan-kawannya ke majlis-majlis yang mungkar dan maksiat. Ini termasuk tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan serta bergabung dalam golongan syetan. Sungguh kecintaan seperti ini akan berubah menjadi permusuhan dan kebencian.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Az Zukhruf [43] : 67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah keadaan mereka di padang mahsyar pada hari kiamat. Mereka akan diliputi oleh kehinaan dan penyesalan. Adapun di Neraka kelak maka sebagaimana firman Allah tentang segolongan dari ahli maksiat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian di hari kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain); dan tempat kembalimu adalah neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolongpun. ” (QS. Al Ankabut [29] : 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, sebagian mereka akan melaknat sebagian yang lain, seorang pemudi akan berkata kepada kawannya yang selama ini ia bergaul dengannya di dunia, saling tertawa dan bercanda, “Semoga Allah melaknatimu, engkaulah yang telah menjerumuskanku dalam kekejian.” Sementara yang lain berkata, “Justeru engkaulah yang dilaknati Allah, engkaulah yang telah memberiku kaset lagu-lagu.” Kawannya menjawab justeru engkaulah dilaknati Allah, engkaulah yang telah menghiaskan bagiku sufuur (membuka aurat).” Yang lainnya menjawab, “Bahkan engkaulah yang dilaknati Allah, engkaulah yang telah menunjukkan kepadaku jalan-jalan kefasikkan.”&lt;br /&gt;Sungguh aneh, bagaimana bisa lenyap gelak-tawa dan canda, bisikan-bisikan dan sentuhan itu. Selama ini kalian berdua berkeliling pasar, saling tertawa dengan teman-teman, tetapi pada hari ini sebagian kalian mengingkari dan melaknati sebagian yang lain.&lt;br /&gt;Benar, karena mereka tidak pernah berkumpul pada suatu hari di atas nasehat dan kebaikan, maka pada hari kiamat mereka berkumpul… akan tetapi berkumpul di mana? Di neraka yang tidak pernah padam apinya, tidak pernah dingin nyalanya dan tidak akan diringankan panasnya, kecuali jika Allah menghendakinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAKA DI MANAKAH WANITA KITA SEKARANG?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di manakah wanita-wanita kita dari jalannya para wanita yang shalehah itu? Ke manakah wanita-wanita yang terjatuh dalam pelanggaran-pelanggaran syariat dalam hal berpakaian, berbicara dan memandang, kemudian jika engkau menasihati salah seorang dari mereka maka ia kan menjawab, “Semua wanita berbuat seperti itu dan aku tidak bisa melawan arus!”&lt;br /&gt;Subhanallah!! Di mana kekuatan dalam beragama dan keteguhan dalam prinsip. Jika seorang pemudi –karena cobaan yang paling ringan-, ia meninggalkan ketaatannya kepada Allah dan mengikuti syetan, maka di mana ketundukan terhadap perintah-perintah Allah? Sedangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetappkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al Ahzab [33]: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di manakah pemudi-pemudi yang suka berbuat kesia-siaan?&lt;/span&gt; Yang tidak takut dengan laknat Tuhannya, mengenakan ‘abaah (mantel luar) di atas pundaknya sehingga orang-orang bisa melihat lekuk kedua pundak dan tubuhnya, disamping hal itu merupakan tasyabuh (meniru-niru) kaum pria, karena kaum pria-lah yang mengenakan ‘abaah di atas pundaknya. Dan seorang wanita yang menyerupai laki-laki maka ia terkena laknat.&lt;br /&gt;Dan di mana wanita yang bertato? Yang meletakkan tato pada wajahnya dengan bentuk titik-titik yang terpancar atau dengan bentuk gambar-gambar pada bagian-bagian tubuhnya. Itu adalah perbuatan para wanita tuna susila.&lt;br /&gt;Sedangkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;لَعَنَ اللهُ الْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Allah subhanahu wa ta'ala melaknat wanita yang bertato dan yang meminta dibuatkan tato.”&lt;br /&gt;Kemudian di mana wanita yang mengenakan rambut palsu, sementara Allah Taala telah melaknat wanita yang memakai rambut palsu dan yang minta dipakaikan rambut palsu. Wanita-wanita tersebut terlaknat.&lt;br /&gt;Tahukah engkau? Apa arti terlaknat?! Yaitu terusir dari rahmat Allah, terusir dari jalan surga. Apakah engkau suka jika terusir dari surga disebabkan oleh beberapa helai rambut yang engkau cabut dari kedua alismu? Atau karena ‘abaah yang engkau turunkan di atas kedua pundakmu? Atau karena beberapa titik tato yang ada di bagian tubuhmu? …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WANITA-WANITA YANG RUGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk menuruti hawa nafsu dan syetan adalah berlebih-lebihannya seorang pemudi dalam hal berdandan meskipun hal itu jelas akan mengundang laknat Allah. Di antaranya ialah mencabut bulu-bulu alis atau menipiskannya, mungkin yang mencabut/mencukurnya. Dan hal itu sebenarnya mewujudkan janji-janji syetan tatkala ia bersumpah di depan Tuhannya, “Dan akan aku suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS. An Nisa [4]: 119)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencabut bulu alis akan mengundang laknat Allah. Disebutkan dalam hadits yang shohih riwayat Abu Dawud dan yang lainnya dari sahabat Ibnu Mas’ud -radhiallahu 'anhu- ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ الْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ وَالنَّامِصَةَ وَالْمُتَـنَمِّصَةَ الْمُـغَـيِّرَاتِ لِخَلْقِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Rasulullah saw telah melaknat wanita yang bertato dan yang minta dibuatkan tato, yang mencabut bulu alisnya dan yang minta dicabutkan, yang merubah-rubah ciptaan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah … bagaimana engkau melakukan sesuatu yang akan mengundang laknat Allah, sementara engkau memohon kepada Allah ampunan dan rahmat-Nya, baik di dalam maupun di luar shalat? Bukankah ini suatu hal yang bertolak belakang antara ucapan danperbuatanmu? Engkau memohon rahmat Allah tetapi berbuat sesuatu yang akan mengusirmu darinya. Ini adalah sesuatu yang aneh!!&lt;br /&gt;Para ulama yang rabbani (yang sholeh) telah berfatwa tentang keharamannya. Di depan saya lebih dari 20 fatwa tentang keharamannya. Jika engkau beriman kepada Allah maka engkau dituntut untuk mentaati-Nya segala apa yang Dia perintahkan dan menjauhi apa yang Dia larang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mencabut bulu alis&lt;/span&gt; termasuk tasyabuh (meniru) wanita kafir dan barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka ia termasuk dari golongan mereka. Dan Allah akan berfirman pada hari kiamat:&lt;br /&gt;"Kumpulkanlah orang-orang yang zalim bersama teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah.”  (QS. Ash Shoffaat [37]: 22)&lt;br /&gt;Yakni orang-orang yang seperti mereka dan kawan-kawannya. Dan barangsiapa yang mencintai suatu kaum maka ia kaan dihimpun bersama mereka.janganlah engkau berkata, "Banyak wanita yang berbuat seperti itu,” karena banyak juga wanita-wanita yang menyembah patung, lantas apakah engkau menyembah patung seperti mereka? Banyak jug wanita yang mengalungkan salib, lalu apakah engkau akan berbuat seperti itu? Sesungguhnya banyaknya wanita yang berbuat tidak akan membuat engkau dimaafkan di sisi Allah, engkau bertanggung jawab atas perbuatanmu. Sebagaimana engkau ketika masih berada di sulbi (tulang punggung) ayahmu dalam keadaan sendiri, kemudian di dalam perut ibumu seorang diri, lalu dilahirkan seorang diri. ََََ&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-5081978380713478000?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/5081978380713478000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/dari-norwegia-ke-afrika-bagaimana-para.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5081978380713478000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5081978380713478000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/dari-norwegia-ke-afrika-bagaimana-para.html' title='SURUTNYA RUH DA&apos;WAH PADA SEORANG DA&apos;I'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz7483lEaTI/AAAAAAAAAGs/zkP5ggESdTU/s72-c/SURUT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-1613257553618833394</id><published>2009-11-20T18:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:25:57.447-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BINGKAI UKHTI'/><title type='text'>SEORANG WANITA DARI PENGHUNI SURGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz77HKdikhI/AAAAAAAAAG8/Rslk0YPyu8k/s1600-h/mwar+putih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz77HKdikhI/AAAAAAAAAG8/Rslk0YPyu8k/s200/mwar+putih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422047101886566930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ya, sejarah telah mengenal Ummu Syuraik. Disamping itu sejarah juga mencatat nama Al Ghumaisha’ binti Milhan, ibunda Anas bin Malik yang lebih terkenal dengan julukannya yaitu Ummu Sulaim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah bersabda tentangnya:&lt;br /&gt;“Aku pernah masuk ke dalam surga lalu aku mendengar suara di depanku, ternyata ia adalah Al Ghumaisha’ binti Milhan.” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;Dia seorang wanita yang sangat mengagumkan. Pada awal kehidupannya, ia hidup sebagaimana para pemudi lainnya di masa jahiliyah. Ia menikah dengan Malik bin Nadhar. Setelah datang Islam, beberapa utusan dari kaum Anshar menerima agama tersebut dan masuk Islam. Ummu Sulaim pun masuk Islam bersama rombongan pertama yang masuk Islam. Kemudian ia mengajak suaminya (Malik bin Nadhar) untuk masuk Islam, akan tetapi suaminya menolak bahkan memarahinya. Sang suami ingin membawa istrinya keluar dari Madinah menuju ke Syam, akan tetapi ia menolak dan keberatan. Lalu sang suami pergi sendiri dan akhirnya ia mati di sana.&lt;br /&gt;Ummu Sulaim adalah seorang wanita yang cerdas dan cantik, sehingga banyak laki-laki yang berlomba untuk melamarnya. Abu Thalhah yang ketika itu masih belum masuk Islam mencoba untuk melamarnya. Ia menjawab, ”Adapun aku sesungguhnya berminat untuk menerimamu. Dan tidak sepantasnya orang seperti engkau ditolak. Akan tetapi engkau kafir sedangkan aku seorang wanita muslimah. Jika engkau masuk Islam maka cukuplah itu sebagai maharku, aku tidak akan minta yang lainnya.” Abu Thalhah berkata, "Aku sudah menganut suatu agama.” Ia menjawab, “Wahai Abu Thalhah, bukankah engkau tahu bahwa tuhanmu yang engkau sembah itu adalah kayu yang tumbuh dari bumi lalu dikerjakan oleh seorang tukang kayu Habsyi dari bani fulan?” Abu Thalhah berkata. “Benar.” Ia menjawab, “Apakah engkau tidak malu menyembah kayu yang tumbuh dari bumi lalu diukir oleh tukang kayu Habsyi dari bani fulan? Wahai Abu Thalhah, jika engkau masuk Islam maka aku tidak butuh mahar selainnya.” Abu thalhah menjawab, “Aku akan pikirkan dulu urusan ini.”&lt;br /&gt;Kemudian Abu Thalhah pergi dan setelah itu datang lagi kepadanya seraya berkata, “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa anna Muhammadan Rasulullah.” Ia bergembira dan berkata, “Wahai Anas, nikahkanlah Abu Thalhah!” Kemudian Abu Thalhah pun menikahinya.&lt;br /&gt;Tidak ada satupun mahar yang lebih mulia daripada maharnya Ummu Sulaim, yaitu Islam. Lihatlah, bagaimana ia telah memurahkan dirinya di jalan agamanya, dan ia telah menggugurkan haknya demi Islam. Benar, seorang pemudi yang hidup untuk satu urusan yaitu Islam. Betapa ia mengagungkan Islam dan mengangkat urusannya, meninggikan kedudukannya dan membimbing manusia kepadanya.&lt;br /&gt;Bahkan ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah dan kaum Anshar serta Muhajirin bergembira menyambutnya, ketika itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tinggal dirumah Abu Ayyub, datanglah beberapa rombongan ke rumahnya untuk menziarahi beliau. Ketika itu Ummu Sulaim al Anshariyah keluar dari antara rombongan-rombongan tersebut, ia ingin mempersembahkan sesuatu untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia tidak mendapati sesuatu yang lebih ia cintai selain anak kandungnya yang merupakan buah hatinya. Ia pun datang dengan anaknya, Anas, kemudian berdiri di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, Anas ini akan selalu bersamamu untuk melayanimu.” Kemudian ia berlalu. Dan sejak itu Anas pun berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  untuk melayani beliau setiap pagi dan petang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semalam bersama Ummu Sulaim…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang sungguh mengagumkan adalah keadaannya di dalam rumahnya, yaitu perhatian terhadap suaminya dan ridha dengan takdir Tuhannya. Ummu Sulaim menikah dengan Abu Thalhah, lalu ia dikaruniai seorang anak yang berwajah cerah yaitu Abu Umair. Abu Thalhah sangat mencintai anaknya itu. Bahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun mencintainya. Beliau pernah lewat di samping anak itu dan melihatnya bermain bersama seekor burung, Nughair namanya. Beliau mencandainya seraya berkata, “Wahai Abu Umair, bagaimana kabar si Nughair?”&lt;br /&gt;Suatu hari anak itu sakit. Abu Thalhah sangat bersedih karenanya. Hingga sakitnya semakin bertambah parah. Abu Thalhah keluar menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  untuk suatu keperluan, akan tetapi ia tertunda agak lama di sisi beliau. Sang anak pun semakin bertambah sakit dan akhirnya meninggal, sementara ibunya berada di sampingnya. Sebagian penghuni rumah menangis lalu ia menenangkan mereka seraya berkata, “Janganlah kalian ceritakan kepada Abu Thalhah tentang anaknya hingga aku sendiri yang akan mengabarinya.” Lalu ia meletakkan anaknya itu di sebuah sisi dari rumah dan menyelimutinya. Kemudian ia menyiapkan makan malam untuk suaminya.&lt;br /&gt;Ketika Abu Thalhah pulang ke rumahnya ia bertanya kepadanya, “Bagaimana kabar sang anak?” ia menjawab, “Telah tenang dan aku berharap ia bisa beristirahat.” Lalu Abu Thalhah menuju ke anaknya untuk melihatnya, akan tetapi ia mencegahnya seraya berkata, “Dia sedang tenang, jangan engkau gerakkan dia.” Kemudian ia hidangkan makan malam suaminya lalu Abu Thalhah makan dan minum. Setelah itu Abu Thalhah menggauli istrinya. Setelah ia melihat bahwa suaminya sudah kenyang dan tenang, ia berkata, “Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu kalau ada suatu kaum yang meminjamkan barang mereka kepada sebuah keluarga lalu ketika mereka meminta kembali barangnya itu bolehkah keluarga tersebut menahannya?”&lt;br /&gt;Abu Thalhah menjawab, ”Tidak boleh.” Ia berkata lagi, “Apakah engkau tidak heran dengan tetangga kita?” Abu Thalhah bertanya, “Kenapa mereka?!” Ia berkata, “Mereka dipinjami barang oleh seseorang, lalu setelah barang itu tinggal lama di sisi mereka dan mereka merasa sudah memilikinya, datanglah pemiliknya untuk meminta kembali barangnya. Tetapi mereka keberatan untuk mengembalikan barang tersebut kepada pemiliknya.” Abu Thalhah berkata, “Sungguh buruk sekali apa yang mereka perbuat itu.” Lalu ia berkata, “Anakmu ini adalah titipan dari Allah, dan Dia sudah mencabutnya kembali ke sisi-Nya, maka berharaplah pahala dari Allah atas meninggalnya anakmu ini.”&lt;br /&gt;Abu Thalhah terkejut kemudian berkata, “Demi Allah, engkau tidak akan bisa mengalahkanku dalam hal kesabaran malam ini.” Lalu Abu Thalhah berdiri dan mengurusi anaknya itu. Dan ketika pagi hari, Abu Thalhah datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  lalu menceritakan peristiwa tersebut. Beliau mendoakan keberkahan bagi keduanya. Berkata perawi hadits ini, “Sungguh aku telah melihat di masjid tujuh anak laki-laki mereka, semuanya telah menguasai (menghafal) Al Qur’an.”&lt;br /&gt;Lihatlah, bagaimana ia telah menjadi tinggi dengan agamanya ketika mendapat musibah ia menjauhi dari melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam Islam seperti merobek saku atau menampar pipi atau berdoa dengan kecelakaan dan mengumpat. Apakah kalian lihat seorang wanita yang ditinggal mati anaknya di depan matanya lalu dia melayani suaminya dan menyiapkan dirinya untuk sang suami?  Apakah kalian lihat cara yang lebih halus dan lembut selain dari caranya? …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memotivasi sang suami…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya wanita yang memiliki keimanan dan agama, kejujuran dan keyakinan seperti ini sungguh kebaikannya akan menyebar dan keberkahan perbuatannya akan mengena pada seluruh keluarganya, anak-anaknya akan menjadi sholeh, putri-putrinya akan menjadi istiqomah, dan suaminya pun akan terpengaruh dengan kesholehannya. Maka tidak heran jika nilai AbuThalhah menjadi naik setelah menikah dengannya. Ummu Sulaim selalu mendorong suaminya untuk berdakwah dan berjihad serta taat kepada Allah.&lt;br /&gt;Hingga ketika terjadi perang Uhud, Abu Thalhah keluar bersama para mujahidin. Cobaan mereka dalam peperangan ini sungguh dahsyat, kaum muslimin menjadi goncang, sebagian terbunuh dan bercerai-berai. Orang-orang musyrik menuju Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk membunuhnya. Para sahabat beliau yang mulia segera menghampiri beliau sementara mereka dalam keadaan luka-luka dan lapar, darah mereka mengalir di baju perang mereka, daging-daging mereka berserakan dari tubuh-tubuhnya. Mereka menuju Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu mengelilingi beliau dengan tubuh-tubuh mereka untuk menghalangi beliau dari sasaran panah atau pedang. Panah-panah dan pedang-pedang itu mengenai tubuh mereka.&lt;br /&gt;Abu Thalhah mengangkat dadanya seraya berkata, “Wahai Rasulullah, tidak ada panah yang bisa mengenaimu, dadaku sebagai tameng bagi dadamu.” Sementara dia berjuang membela dan melindungi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Orang-orang kafir membidiknya dari semua arah, ada yang membidiknya dengan panah, ada yang memukulnya dengan pedang dan ada pula yang menikamnya dengan khanjar (belati). Tak lama kemudian ia terkapar dan jatuh karena banyaknya pukulan yang mengenainya. Lalu Abu Ubaidah datang dengan secepat mungkin, ternyata Abu Thalhah sudah terkapar. Kemudian bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, “Ambillah saudaramu ini, sungguh ia telah berhak (untuk masuk surga).“ Mereka pun menggotongnya. Ternyata pada tubuhnya terdapat belasan bekas tusukan pedang atau panah.&lt;br /&gt;Benar, setelah Ummu Sulaim, Abu Thalhah mengangkat panji agama. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sungguh, suara Abu Thalhah di kalangan tentara lebih baik daripada sekumpulan (tentara).” Ini adalah suaranya di kalangan tentara, lalu bagaimana dengan kekuatan dan perangnya ? …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-1613257553618833394?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/1613257553618833394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/seorang-wanita-dari-penghuni-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1613257553618833394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1613257553618833394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/seorang-wanita-dari-penghuni-surga.html' title='SEORANG WANITA DARI PENGHUNI SURGA'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz77HKdikhI/AAAAAAAAAG8/Rslk0YPyu8k/s72-c/mwar+putih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-2129120317660206585</id><published>2009-11-20T17:59:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:26:22.159-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BINGKAI UKHTI'/><title type='text'>MINUM AIR DARI LANGIT…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxeBnr71k9I/AAAAAAAAACg/OXvTuw-_rnc/s1600-h/air.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxeBnr71k9I/AAAAAAAAACg/OXvTuw-_rnc/s320/air.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410935996117521362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ummu Syuraik al-Anshoriyah adalah seorang sahabat wanita yang masuk Islam bersama rombongan pertama yang masuk Islam di kota Makkah, negeri yang aman. Tatkala ia melihat kuatnya orang-orang kafir dan lemahnya orang-orang mukmin maka ia pun ikut berfikir untuk ikut andil berdakwah menyeru kepada dien (Islam). Imannya semakin menguat, kedudukan Tuhannya semakin tinggi di sisinya. Kemudian ia masuk menemui wanita-wanita Quraisy secara sembunyi-sembunyi lalu menyeru mereka kepada Islam dan mencegah mereka dari menyembah patung-patung. Ketika perbuatannya itu diketahui oleh orang-orang Makkah, mereka menjadi marah kepadanya. Sementara ia bukanlah dari suku Quraisy sehingga akan dibela oleh sukunya jika dianiaya.&lt;br /&gt;Kemudian orang-orang kafir menangkapnya seraya berkata, "Kalau bukan karena kaummu adalah sekutu kami, niscaya kami akan memperlakukanmu begini dan begitu. Akan tetapi karena kaummu adalah sekutu kami maka kami akan memulangkanmu dari Makkah ke kaummu.” Kemudian  mereka menyeret wanita yang lemah itu dan mengangkatnya ke atas seekor unta, sengaja mereka tidak menyiapkan pelana atau kain di atas punggung unta supaya menambah siksaannya. Kemudian mereka membawanya berjalan selama tiga hari tiga malam tanpa memberinya makan dan minum hingga wanita yang lemah itu hampir binasa karena lapar dan haus. Karena kebencian mereka terhadapnya, jika mereka singgah di suatu tempat, mereka mengikatnya lalu melemparnya di bawah terik matahari, sementara mereka sendiri berteduh di bawah pohon.&lt;br /&gt;Tatkala mereka sedang dalam perjalanan, mereka singgah di suatu tempat lalu menurunkan wanita itu dari untanya kemudian mengikatnya di bawah terik matahari. Ia meminta minum kepada mereka, akan tetapi mereka tidak memberinya minum. Ketika ia sedang mengemut-ngemut karena sangat kehausan, tiba-tiba ada sesuatu yang dingin di atas dadanya. Ia mengambilnya dengan tangannya, ternyata ia adalah sebuah ember yang berisi air. Ia minum sedikit kemudian ember itu ditarik dan diangkat, kemudian kembali lagi lalu ia ambil dan ia minum dari ember itu. Kemudian diangkat lagi lalu kembali lagi. Kemudian diangkat lagi berulang-ulang. Ia minum sampai puas kemudian ia tuangkan air dari dalam ember itu ke tubuh dan pakaiannya.&lt;br /&gt;Tatkala orang-orang kafir itu terbangun dan bersiap-siap untuk berangkat kembali, mereka menghampiri wanita itu. Mereka mendapati bekas-bekas air pada tubuh dan pakaiannya serta mereka melihat keadaannya nampak segar. Mereka terheran-heran, bagaimana ia bisa sampai kepada air padahal ia dalam keadaan terikat. Mereka bertanya kepadanya, “Apakah engkau lepaskan tali-tali yang mengikatmu lalu engkau mengambil tempat minum kami dan meminumnya?” Dia menjawab, “Demi Allah, tidak. Akan tetapi sebuah ember dari langit telah turun kepadaku lalu aku minum air dari ember itu hingga puas.”&lt;br /&gt;Mereka saling berpandangan satu sama lain seraya berkata, "Jika wanita ini jujur berarti agamanya lebih baik daripada agama kita.” Lalu mereka memeriksa tempat air mereka masing-masing, ternyata mereka mendapati tempat-tempat air itu persis seperti ketika mereka tinggalkan, tidak berkurang sedikitpun. Melihat keajaiban ini mereka merasa takjub dan masuk Islam saat itu juga, semuanya masuk Islam! Kemudian mereka melepaskan wanita itu dari tali-tali yang mengikatnya dan memperlakukannya dengan baik serta memuliakannya. Mereka semua masuk Islam disebabkan kesabaran dan keteguhan wanita itu.&lt;br /&gt;Demikianlah perjuangan dan pengorbanan Ummu Syuraik. Allah tidak menyia-nyiakan jerih payahnya dan nanti pada hari kiamat Ummu Syuraik akan datang menghadap Allah sementara pada buku catatan amalnya terdapat laki-laki dan wanita-wanita yang masuk Islam karena dakwahnya …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-2129120317660206585?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/2129120317660206585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/minum-air-dari-langit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/2129120317660206585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/2129120317660206585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/minum-air-dari-langit.html' title='MINUM AIR DARI LANGIT…'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxeBnr71k9I/AAAAAAAAACg/OXvTuw-_rnc/s72-c/air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-1206996138369962106</id><published>2009-11-20T17:57:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:26:44.518-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BINGKAI UKHTI'/><title type='text'>WANITA SYAHIDAH PERTAMA DALAM ISLAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz87WydNdyI/AAAAAAAAAH0/Uimm8wXCiWU/s1600-h/tombak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz87WydNdyI/AAAAAAAAAH0/Uimm8wXCiWU/s200/tombak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422117739064817442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ummu ‘Ammar atau Sumayyah binti Khayyath adalah seorang hamba sahaya wanita milik Abu Jahal. Tatkala Allah telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa Islam, ia beserta suami dan anaknya masuk Islam. Lalu Abu Jahal menyiksa dan menganiaya mereka. Ia mengikat mereka di bawah terik matahari hingga hampir binasa karena panas dan haus. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  lewat di samping mereka sementara mereka sedang di siksa, darah mengalir dari tubuh-tubuh mereka, bibir mereka pecah-pecah karena kehausan, kulit-kulit mereka luka-luka karena cambukan, sementara panas matahari memanggang mereka dari atas.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  pedih melihat keadaan mereka. Beliau berkata, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir. Bersabarlah wahai keluarga Yasir. Karena sesungguhnya yang dijanjikan untukmu adalah surga.”&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat tersebut menyentuh pendengaran mereka hingga hati-hati mereka pun menari riang bagaikan terbang karena senang mendengar kabar gembira tersebut. Tiba-tiba datanglah Fir'aun umat ini yaitu Abu Jahal, ia bertambah marah kepada mereka dan menyiksa mereka seraya berkata, "Cacilah Muhammad  dan Tuhannya!” Akan tetapi mereka semakin bertambah teguh dan sabar.&lt;br /&gt;Maka majulah orang jahat itu (Abu Jahal) menuju Sumayyah seraya menghunus tombaknya lalu menikamkannya  pada kemaluannya. Darah Sumayyah memancar, dagingnya berserakan, ia berteriak dan meminta tolong, sementara suami dan anaknya ada di sampingnya dalam keadaan terikat. Keduanya hanya bisa menoleh ke arahnya. Abu Jahal terus memaki-maki dan melaknat, sementara Sumayyah meregang nyawa sambil bertakbir!…&lt;br /&gt;Abu Jahal terus mencabik-cabik tubuhnya yang hampir binasa itu dengan tombaknya hingga terpotong-potong  bagian tubuhnya. Dia telah meninggal, radhiallahu 'anha (semoga Allah meridhainya). Benar, dia telah meninggal. Sungguh mengagumkan… alangkah indahnya saat-saat kematiannya. Ia meninggal setelah membuat ridha Tuhan-Nya dan tetap teguh di atas diennya. Ia meninggal dalam keadaan tak mempedulikan cambukan sang algojo atau rayuan kemaksiatan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-1206996138369962106?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/1206996138369962106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/wanita-syahidah-pertama-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1206996138369962106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1206996138369962106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/wanita-syahidah-pertama-dalam-islam.html' title='WANITA SYAHIDAH PERTAMA DALAM ISLAM'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz87WydNdyI/AAAAAAAAAH0/Uimm8wXCiWU/s72-c/tombak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-1264114218479552648</id><published>2009-11-20T17:56:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:27:13.671-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BINGKAI UKHTI'/><title type='text'>YANG PERTAMA KALI MASUK ISLAM ADALAH SEORANG WANITA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz75VPQGp_I/AAAAAAAAAG0/qHoMYL-G6oc/s1600-h/i+love+islam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz75VPQGp_I/AAAAAAAAAG0/qHoMYL-G6oc/s200/i+love+islam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422045144667301874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Disebutkan dalam shahih Bukhari bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebelum menerima wahyu kenabian, beliau biasa pergi ke gua Hira’ di sisi Makkah. Beliau beribadah di dalamnya. Pada suatu hari, ketika beliau sedang berada di dalam kesunyian gua, tiba-tiba datanglah Jibril kepadanya seraya berkata, “Iqra’ (bacalah)!” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketakutan terhadapnya seraya berkata, “Aku tidak pernah membaca sebuah kitab pun dan tidak bisa menulis. Aku tidak bisa membaca.” Lalu Jibril memeluknya sampai beliau merasa kepayahan kemudian dilepaskan. Lalu Jibril berkata lagi, “Bacalah!” Beliau menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Lalu Jibril memeluknya untuk yang kedua kali sampai beliau merasa kepayahan kemudian dilepaskan. Lalu ia berkata, “Bacalah!” Beliau menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Lalu Jibril memeluknya untuk yang ketiga kali sampai beliau merasa kepayahan kemudian dilepaskan. Lalu Jibril berkata, "Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang telah menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmu-lah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam (pena). Dia mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq [96]: 1-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendengar ayat-ayat tersebut dan melihat pemandangan itu ketakutannya semakin bertambah dan hatinya bergetar. Kemudian ia pulang ke Makkah dan menemui istrinya, Khadijah, Ummul Mukminin (ibunda orang-orang mukmin) –radhiallahu ‘anha-. Beliau berkata, “Selimutilah aku, selimutilah aku.” Kemudian beliau berbaring berselimut, sementara Ummul Mukminin memperhatikannya. Ia tidak tahu apa yang telah membuat suaminya ketakutan.&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam istirahat sejenak hingga hilang rasa takutnya kemudian menoleh kepada Khadijah dan menceritakan khabarnya seraya berkata, "Wahai Khadijah, sungguh aku takut atas diriku.” Khadijah berkata, "Sekali-kali tidak, demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Sesungguhnya engkau selalu menyambung silaturrahim, menjamu tamu, menanggung beban, memberi orang yang tidak punya dan menolong orang-orang yang tertimpa musibah dalam kebenaran. ”&lt;br /&gt;Kebaikan dan semangat Khadijah tidak hanya sampai di situ, akan tetapi ia menuntun tangan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan membawanya pergi menemui Waraqah bin Naufal, pamannya. Dia seorang tua yang sudah lanjut usianya dan buta, dia beragama Nasrani di masa jahiliyyah, dia pandai membaca Injil dan menyalinnya (ke bahasa Arab). Dia tahu berita-berita para nabi.&lt;br /&gt;Tatkala Khadijah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masuk menemui Waraqah dan duduk di sampingnya, Khadijah berkata kepadanya, “Wahai sepupuku, dengarkanlah keponakanmu ini.” Waraqah berkata, "Wahai anak saudaraku, apa yang engkau lihat?” Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan apa yang telah ia lihat dan ia dengar berupa ayat-ayat Al Qur'an. Lalu Waraqah berkata, "Subbuh… Subbuh (Maha Suci Allah … Maha Suci Allah … ), bergembiralah … bergembiralah engkau, dia adalah Namus (Jibril dalam bahasa Ibrani, pent.) yang pernah turun menemui Nabi Musa -'alaihis salaam-. Wahai… seandainya aku masih muda dan kuat ketika kaummu mengusirmu pasti aku akan menolongmu!” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terkejut seraya berkata, "Apakah mereka akan mengusirku?!” Waraqah menjawab, “Benar! Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang membawa seperti apa yang engkau bawa, pasti ia akan dimusuhi. Dan seandainya aku masih hidup ketika itu, pasti aku akan menolongmu dengan segenap kemampuanku.”&lt;br /&gt;Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam keluar bersama Khadijah, sementara Khadijah telah yakin bahwa masa tidur telah berlalu dan bahwa ia bersama seorang suami yang akan diuji. Boleh jadi ia akan diusir dari rumahnya dan dirinya diganggu. Padahal dialah seorang wanita yang tumbuh dalam kekayaan dan kenikmatan, nasabnya mulia dan terhormat. Kini ia akan menghadapi cobaan. Maka apakah dia lemah dalam menolong dien ini, atau mencampur keyakinannya dengan keraguan? Sekali-kali tidak, bahkan ia beriman dengan Tuhannya dan menolong Nabi-Nya dengan hartanya, fikirannya dan tenaganya. Begitulah senantiasa keadaannya sampai  ia menemui Tuhannya.&lt;br /&gt;Imam Muslim telah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah didatangi malaikat Jibril seraya berkata, “Wahai Rasulullah, ini adalah Khadijah, dia telah datang kepadamu sambil membawa wadah yang berisi kuah atau makanan atau minuman. Apabila ia telah datang menemuimu amak sampaikanlah untuknya salam dari Tuhannya dan dariku. Berilah ia kabar gembira dengan sebuah rumah dari  mutiara di surga, tidak ada hiruk pikuk dan kecapekan di dalamnya.”&lt;br /&gt;Inilah berita Khadijah, orang yang pertama kali masuk Islam dan membuang penyembahan berhala-berhala. Semoga Allah meridhoi Ummul Mukminin, Khodijah, semoga Allah meridhoi ibunda kita. Maka kenapakah putri-putrinya tidak meneladinya? kenapa engkau saudariku tidak meneladaninya? Agar disediakan bagimu di surga seperti apa yang telah disediakan untuknya, yaitu sebuah rumah dari mutiara, tidak ada kecapekan dan penyakit di dalamnya …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-1264114218479552648?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/1264114218479552648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/yang-pertama-kali-masuk-islam-adalah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1264114218479552648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1264114218479552648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/yang-pertama-kali-masuk-islam-adalah.html' title='YANG PERTAMA KALI MASUK ISLAM ADALAH SEORANG WANITA'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz75VPQGp_I/AAAAAAAAAG0/qHoMYL-G6oc/s72-c/i+love+islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-796347570967735568</id><published>2009-11-20T17:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:27:40.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BINGKAI UKHTI'/><title type='text'>RATU DI ATAS SINGGASANANYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxeB7TsVXaI/AAAAAAAAACo/5NFjMgKeJ8o/s1600-h/kl-bird-park-12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 163px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxeB7TsVXaI/AAAAAAAAACo/5NFjMgKeJ8o/s320/kl-bird-park-12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410936333207428514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apakah engkau tahu? Ada seorang ratu di atas singgasananya, di atas tempat duduknya yang panjang terhampar dan kasur-kasur yang empuk, di antara para pelayan yang selalu melayaninya dan keluarga yang memuliakannya.&lt;br /&gt;Akan tetapi ia adalah seorang wanita yang beriman, ia menyembunyikan keimanannya. Ia adalah Asiyah, istri Fir’aun. Ia berada di dalam kenikmatan yang melimpah. Ketika ia melihat iring-iringan para syuhada berlomba-lomba menuju pintu-pintu langit, ia pun merasa rindu untuk menemui Tuhannya dan tidak suka mendampingi Fir'aun.&lt;br /&gt;Tatkala Fir'aun membunuh Masyithoh, seorang wanita yang beriman, ia masuk menemui istrinya, Asiyah, lalu memamerkan segala kekuatannya dihadapannya. Asiyah berteriak kepadanya, “Celakalah engkau! Alangkah beraninya engkau terhadap Allah!” Kemudian ia menyatakan keimanannya kepada Allah. Fir'aun pun marah dan bersumpah akan merasakan kepadanya siksaan maut atau ia kafir kembali dari Allah. Kemudian Fir'aun menyuruh pengawalnya untuk mengikat dan membentangkan Asiyah di atas sebilah papan. Kemudian kedua tangan dan kakinya pada pasak-pasak dari besi. Lalu ia dicambuki sampai darah mengalir dari tubuhnya dan daging-dagingnya terkelupas dari tulangnya. Tatkala siksaannya semakin keras dan ia mulai melihat kematian, ia mengangkat pandangannya ke langit seraya berdoa, “Ya Rabbi, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim". (QS. At Tahrim [66]: 11).&lt;br /&gt;Dan doanya menembus langit, Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata, "Lalu Allah menyingkap untuknya sehingga ia melihat rumahnya di surga, ia pun tersenyum lalu meninggal.”&lt;br /&gt;Benar, ratu itu telah meninggal, dahulunya ia hidup di antara wewangian dan harumnya dupa, di antara kesenangan dan kesuka-citaan. Benar, ia telah meninggalkan gaun-gaunnya, parfum-parfum dan para pelayannya serta kawan-kawannya. Ia telah memilih kematian. Akan tetapi sekarang ia berada di dalam kenikmatan dan bersenang-senang di sana sekehendak hatinya. Kesabarannya dalam ketaatan dan melawan syahwat (hawa nafsu) telah memberikan manfaat untuknya …&lt;br /&gt;Ratu tersebut telah pergi menuju Tuhannya, dan kebaikan tetap pada kaum wanita…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-796347570967735568?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/796347570967735568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/ratu-di-atas-singgasana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/796347570967735568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/796347570967735568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/ratu-di-atas-singgasana.html' title='RATU DI ATAS SINGGASANANYA'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxeB7TsVXaI/AAAAAAAAACo/5NFjMgKeJ8o/s72-c/kl-bird-park-12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-3101686524321623984</id><published>2009-11-20T17:16:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:30:48.297-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AQIDAH'/><title type='text'>HARAKAH MUBARAKAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxeAivcJnxI/AAAAAAAAACQ/Q0nPYsaTbDY/s1600-h/camels.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxeAivcJnxI/AAAAAAAAACQ/Q0nPYsaTbDY/s320/camels.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410934811647385362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARAKAH MUBARAKAH&lt;/span&gt;  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taharruk (bergerak) untuk agama dengan mengerahkan kemampuan secara maksimal dalam berdakwah di jalan Allah, serta untuk menegakkan syari`at dan meninggikan kalimat-Nya&lt;br /&gt;di muka bumi, wajib menjadi unsur asasi dalam sendi-sendi keimanan setiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus Lisān al-`Arab (1/614), kata al-harakah&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (الحركة ) &lt;/span&gt;berasal dari kata haruka &lt;span style="font-size:130%;"&gt;(حرك),&lt;/span&gt; yang memiliki arti lawan dari kata diam atau tidak bergerak&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (ضد السكون),&lt;/span&gt; berarti ha-rakah adalah sesuatu yang bergerak atau suatu gerakan.&lt;br /&gt;Secara bahasa, arti umum harakah adalah perpindahan tubuh dari satu tempat ke tempat tertentu menuju tempat lainnya &lt;span style="font-size:130%;"&gt;(انتقال الجسم من مكان إلى مكان آخر).&lt;/span&gt; Hal tersebut menandakan adanya langkah-langkah dan usaha-usaha yang terus bergerak dari satu po-sisi menuju posisi yang lain atau dari satu keadaan menuju keadaan yang lain. Dari sini dapat difahami bahwa al-Harakah al-Islamiyyah berarti langkah-langkah, usaha-usaha dan gerakan-gerakan yang bersifat Islami, yaitu berdasarkan asas-asas, aturan-aturan dan nilai-nilai Islam, baik dalam tujuan, aqidah sikap maupun dalam suluknya.&lt;br /&gt;Manusia diciptakan Allah swt untuk meng-abdi hanya kepada-Nya, atau mentauhidkan-Nya. Hal ini mengandung pengertian bahwa arti kehidupan yang sesungguhnya bagi ma-nusia adalah mempersembahkan seluruh aspek kehidupannya hanya untuk beribadah kepada Allah, Rabb , Pen-cipta, Pemilik dan Penga-tur alam semesta.&lt;br /&gt;Tauhid adalah dasar penciptaan anak cucu ke-turunan Adam as, seluruh manusia, karena Allah swt telah menciptakan mereka sebagai muwahhidin (hanya mengabdi Allah semata). Bapak manusia, Adam as adalah orang pertama yang menjadi muwah-hidin, sebagai fithrah asasi yang melekat pada diri manusia. Manusia sepanjang sejarahnya sejak Adam as  hingga Nuh as – semoga Allah mencurahkan kesejahteraan kepada mereka – yang diperkirakan berjarak 10 abad, masih tetap berada di atas landasan tauhid. Sebuah kehidupan Islami yang di-tandai adanya pengabdian dan peribada-tan hanya kepada Allah swt dalam seluruh aspek kehidupannya, dan hal ini telah berhasil diwu-judkan oleh Adam as da-lam bentuk pentauhidan yang utuh di alam nyata.&lt;br /&gt;Kehidupan Islami ini berlangsung sampai mun-culnya penyimpangan besar dari rel kehidupan zaman ummat Nabi Nuh as dalam bentuk kesyirikan kepada Allah swt. Pengabdian yang beralih kepada penyembahan ber-hala-berhala Wad, Suwa`, Yaguts, Ya`uq dan Nashr tersebar – di mana pada mulanya mereka adalah nama orang-orang shalih di kalangan mereka–  yang telah merubah tujuan hakiki dari kehidupan manusia itu sendiri. Inilah titik mula terjadinya penyimpangan hakiki kehidupan insan di muka bumi, dari ketau-hidan dan pengabdian hidup hanya kepada Allah swt menuju kehidupan syirik yang penuh kehinaan dan kehancuran bagi alam semesta.&lt;br /&gt;Saat itu dan saat-saat sesudahnya, kafilah-kafilah rasul dan para nabi di utus setiap za-mannya oleh Allah swt tanpa henti untuk mengadakan langkah-langkah, usaha-usaha dan gerakan-gerakan mengembalikan ma-nusia ke arah tujuan diciptakannya yaitu tauhid dan pengabdian hanya kepada-Nya, hingga ditutup dan disempurnakan oleh rasul dan nabi terakhir, Nabi Muhammad saw. Usaha, langkah dan gerakan dakwah kepada tawhīdullah merupakan program dasar dan utama yang dilakukan para nabi dan para rasul sebagai pemimpin dan penghulu para da`i  di jalan Allah swt. Sebuah tugas utama dan mulia yang mereka sandang sebagai makhluk dan manusia terhormat dan terpuji di alam semesta. Usaha-usaha, langkah-lang-kah dan gerakan-gerakan yang gigih dan tiada henti yang mereka lakukan, baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, baik pagi maupun petang, baik di saat sendiri maupun di saat bersama para pendukungnya telah menjelma menjadi sebuah kafilah dari hara-kah dakwah Islamiyyah yang agung dan mulia.&lt;br /&gt;Kafilah harakah da`wah Islamiyyah inipun terjelma dalam bangunan dakwah jihad dan daulah di masa Rasulullah saw dan khulafa rasyidin yang penuh dengan hidayah dan ‘inayah Allah swt, hingga kemenangan (berkuasa di muka bumi sebagai orang yang beriman kepada Allah), gelombang besar manusia yang masuk ke dalam rah-mat Islam dan rasa aman yang menyeli-muti ummat dalam agama, akal, jiwa, harta dan kehormatan merekapun terbukti dalam fakta kehidupan yang nyata. Bagi mereka –karena hidayah al-Qur`an dan al-Sunnah– siapa saja yang menjadi muslim tanpa memiliki peran dan tanggung ja-wab terhadap Islam itu sendiri, maka berarti dia telah menempatkan dirinya sama seperti sikap beragamanya para pendeta di gereja-gereja dan para biksu di kuil-kuil dan kelenteng-kelenteng me-reka yang bersikap rahbaniyyah bid‘iyyah.&lt;br /&gt;Masa ini menjadi masa penentu kesem-purnaan agama dan beragama, penentu berpikir dan beramal tentang agama dan kehidupan beragama. Masa ini menjadi batu ujian dalam kebenaran beraqidah, beribadah, berakhlak dan beragama se-cara menyeluruh untuk seluruh ummat, di mana semua kebenaran itu harus diu-kur oleh sejauh mana menepati kebenaran yang dipegang oleh Rasulullah saw dan para shahabatnya. Itulah manhaj Ahlus Sunnah wal Jama`ah yang terpolakan dalam al-Kitab, al-Sunnah dan manhaj al-Salaf al-Shaleh yang diridhai Allah swt serta jalan keselamatan dan kemenangan yang telah ditetapkan-Nya. Manhaj ini-lah yang dianut, dipegang dengan teguh, diamalkan, didakwahkan dan disebarkan dengan harakah tingkat tinggi, hingga dengan mengorbankan sesuatu yang ter-mahal dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Di antara perintah Rabbani yang pertama kali diturunkan dalam al-Qur`an adalah:&lt;br /&gt;Perintah memberi peringatan dan me-nyampaikan wahyu kepada seluruh makhluk, sebuah harakah yang tak boleh berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt;يَا أَيُّهَا  الْمُدَّثِّرُ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt;قُمْ فَأَنْذِرْ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Hai orang yang berkemul (berselimut), ba-ngunlah, lalu berilah peringatan!” [QS. al-Muddatstsir (74): 1-2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, berlanjut dengan apa yang di-namakan fiqh dakwah, di mana ayat yang turun berisi tentang situasi dakwah, seperti dalam firman Allah swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;       قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي اَدْعُوا إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَ مَنِ اتَّبَعَنِي وَ سُبْحَانَ اللهِ وَ مَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“Katakanlah: Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (ka-lian) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik” [QS. Yūsūf (12): 108]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;{ اُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;دْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَ الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَ جَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu de-ngan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik” [QS. al-Nahl [(16): 125&lt;br /&gt;Ayat-ayat tersebut menggambarkan sosok seorang da`i muslim yang mengikuti jejak hidup Nabi saw, Muslim Harakiy Sunniy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara pembentukan penting pertama yang diperhatikan Rasulullah saw adalah ke-pribadian da`i yang akan mengemban dan menyebarkan tanggung jawab dakwah. Orang pertama yang beliau dakwahkan adalah Abu Bakar al-Shiddiq ra yang merupakan sosok yang tidak pernah berhenti dan lelah dalam berdakwah. Bahkan, beliaulah orang per-tama yang bergerak (berharaki) menye-barkan dakwah secara maksimal, hingga 6 orang tokoh pemuda Quraisy masuk Islam, di samping upayanya yang besar dalam membebaskan para budak yang masuk Islam dari belenggu perbudakan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya gerakan para shahabat Nabi saw setelah beliau wafat merupakan bukti nyata bahwa kepribadian yang be-liau bentuk dan bina adalah kepribadian mutaharrik (pergerakan) terhadap dien yang tidak pernah diam dan beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Menyampaikan sunnah Nabi kepada ummat lebih utama daripada mengirim-kan anak panah ke leher-leher musuh, ka-rena mengirimkan anak panah dapat di-lakukan oleh mayoritas manusia, sedang-kan menyampaikan sunnah beliau tidak dapat ditunaikan kecuali oleh para pewaris Nabi dan khalifah ummat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan me-reka dengan karamah dan nikmat-Nya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imam al-Ghazali rahimahullah&lt;/span&gt; berkata:&lt;br /&gt;“Ketahuilah! Setiap orang yang duduk dalam rumahnya saat ini, bagaimanapun keadaannya, tidak akan pernah lepas dari berbagai kemungkaran. Bayangkan, ber-diam diri dari upaya memberi penerangan, pengajaran dan pengarahan yang ma’ruf kepada manusia, padahal mayoritas ma-nusia di kota-kota besar berada dalam ke-jahilan terhadap syarat-syarat shalat me-nurut syari`at, terlebih lagi yang berada di desa-desa dan pelosok-pelosok kampung, baik dari bangsa Arab desa, Kurdi dan Turkistan maupun seluruh manusia. Se-sungguhnya di setiap masjid dan wilayah seharusnya memiliki orang alim yang da-pat mengajarkan dien kepada manusia, begitu pula di desa-desa. Dan wajib bagi setiap orang alim –setelah selesai menu-naikan fardhu ‘ainnya dan fardhu kifa-yahnya– untuk keluar ke kota-kota tetang-ganya, baik yang berkulit hitam, bangsa Arab, Kurdi dan lain-lain, memberikan pengajaran dien dan syari`at-syari`at yang fardhu bagi mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malik bin Dinar berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Seandainya aku mampu tidak tidur, niscaya aku tidak akan tidur khawatir siksaan Allah menimpa di saat aku sedang tidur. Dan sean-dainya aku menemukan para pendukung, nis-caya aku aku menyebarkan mereka ke seluruh dunia untuk menyerukan: Wahai manusia, takutlah api neraka! Takutlah api neraka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibrahim bin As`ats berkata: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dahulu, setiap kali kami keluar bersama al-Fudha’il bin `Iyadh untuk mengantar jenazah, beliau tiada henti-hentinya memberikan nase-hat, mengingatkan dan menangis, sampai seakan-akan dia mau berpisah dengan para shahabatnya menuju akhirat hingga sampai ke pekuburan, beliau duduk seakan-akan ber-ada di tengah para mayit, berduka dan mena-ngis sampai beliau berdiri, seakan-akan beliau baru kembali dari akhirat memberitahukan kejadian di sana”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syuja` bin Walid berkata: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dahulu, aku keluar bersama Sufyan al-Tsawri. Di mana waktu pulang dan pergi, lisan beliau tidak pernah lelah untuk beramar ma`ruf dan nahi munkar”&lt;br /&gt;Imam al-Zuhri sendiri tidak pernah merasa cukup hanya mentarbiyah generasi penerus dan mencetak para imam hadits, bahkan be-liau keluar terjun langsung ke desa-desa Arab untuk mengajarkan manusia.&lt;br /&gt;Seorang ahli fiqih dan penasehat, Ahmad al-Ghazali (saudara Imam al-Ghazali) masuk ke kampung-kampung dan pelosok-pelosok untuk memberikan nasehat kepada penduduk sebagai taqarrubnya kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Taharruk (bergerak) untuk agama dengan mengerahkan kemampuan secara maksimal dalam berdakwah di jalan Allah swt, mene-gakkan syari`at dan meninggikan kalimat-Nya di muka bumi wajib menjadi unsur asasi dalam sendi-sendi keimanan setiap muslim. Sehingga di setiap waktunya, diapun meng-hisab diri dengan bertanya: Apakah yang telah aku baktikan untuk agama Allah swt?&lt;br /&gt;Gelisah di pembaringannya tiada henti, tidak asyik dalam dengkuran tidurnya, tidak nikmat dalam kemilau hidupnya. Berita-berita kaum muslimin membuat-nya senang dan sedih. Dia terus berpikir untuk menjalani sampainya kebenaran kepada setiap makhluk, khawatir lalai tidak sempurna. Dia tidak hanya berpikir untuk tetangganya saja, kawannya atau karib kerabatnya saja. Dia berpikir untuk seluruh penduduk belahan bumi mana-pun, bagaimana memasukkan mereka ke dalam Islam.&lt;br /&gt;Alangkah banyaknya kelalaian yang kita ciptakan, jika bukan karena takut, mungkin karena lemah. Kita meminta ampun dan bertaubat kepada Allah swt atas kelalaian yang kita perbuat. Sudah waktunya untuk kita katakan semaksimal yang kita mampu, sebagai kaffarat (peng-hapus) kekeliruan masa lalu dan dosa-dosa yang telah terlewat. Tidak lain ke-cuali mengharap maaf Allah swt dan rahmat-Nya. Umur berlalu dengan cepat dan kehidupan hampir mencapai finish-nya. Ya, memang sudah waktunya meng-ungkapkan seluruh kondisi kaum mus-limin dan membela Islam semaksimal mungkin dengan ungkapan tegas, kalimat yang jelas dan amal yang lugas. Kita ti-dak perlu takut kepada siapapun kecuali Allah swt. Semua terjadi menurut batas yang diizinkan Allah swt kepada kita, bahkan Dia mewajibkan kita untuk me-ngatakannya dengan hidayah Kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya saw.&lt;br /&gt;Negeri-negeri yang ada di belahan dunia Islam telah terperosok dalam ju-rang yang dalam tanpa tepi, jurang keka-firan, kebebasan dan kehancuran. Jika kita tidak berdiri menjadi nadzīr (pengingat kewaspadaan), atau tidak mengawasi mereka dari api jahanam, tentu kitapun ikut terperosok bersama mereka, tertimpa berbagai bencana seperti mereka, serta dosa berlipat yang akankita terima.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-3101686524321623984?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/3101686524321623984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/harakah-mubarakah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/3101686524321623984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/3101686524321623984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/harakah-mubarakah.html' title='HARAKAH MUBARAKAH'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SxeAivcJnxI/AAAAAAAAACQ/Q0nPYsaTbDY/s72-c/camels.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-379662388136597140</id><published>2009-11-17T05:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T00:56:56.937-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluar9a'/><title type='text'>MEMILIH ISTRI / SUAMI YANG TEPAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sxd9K5Y-cmI/AAAAAAAAAB4/ilCJzFzmLHY/s1600-h/menikah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 94px; height: 87px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sxd9K5Y-cmI/AAAAAAAAAB4/ilCJzFzmLHY/s320/menikah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410931103466680930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;MEMILIH ISTRI / SUAMI YANG TEPAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255); font-family: times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;   Sesungguhnya membangun dan membentuk sebuah keluarga Islami dapat terealisasi daengan melakukan "pro ses seleksi" dalam memilih calon istri/suami, "sebagai rekan/mitra sejati" dalam kehidupan. "proses seleksi/pemilihan" yang tepat , teliti dan cermat bahkan di golongkan sebagai pilar penopang bagi kebahagiaan hidup berkeluarga dan dianggap sebagi peletakan batu pertama atau pondasi untuk membangun sebuah keluarga Islami. Alloh Jalla wa 'alaa berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt; " &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;{QS.An Nuur (24) :32}.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;   Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim memilih istri shilihah dengan syarat-syarat sebagi berikut: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;"Wanita dinikahi karena empat hal: harta, keturunan, kecantikan dan karena agamannya. maka hendaknya engkau mengutamakan wanita yang memiliki agama, karena itulah rahasia kebahagiaanmu,"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;{HR. al Bukhoriy, Fath al Bari: 9/132}&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;   Wanita sholihah adalah salah satu pilar kebahagiaan. sebaliknya wanita yang tidak sholihah adalah salah satu penyebab kesengsaraan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;"Diantara pilar kebahagiaan adalah wanita sholihah, bila engkau memandangnya maka engkau mengaguminya, bila engkau pergi maka engkau akan merasa aman dengan dirinya dan hartamu. dan diantara pilar kesengsaraan adalah wanita yang apabila angkau memandangnya eangkau merasa enggan, bila sia mengungkapkan kata-kata maka engkau merasa tersakiti, dan bila engkau pergi maka engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu."&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;{HR. Ibnu Hibban, as Silsilah ash shohihah no. 282}.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, seorang MUSLIMAH pun perlu memperhatikan atau meneliti dengan seksama keadaan orang yang meminangnya, setelah itu baru mengabulkannya setelah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;"Jika datang kepadamu (wali muslimah) seseorang yang engkau ridhoi terhadap agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah. jika tidak engkau lakukan, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar."&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;{HR. Ibnu Majah, ash Shohihah no.1022}.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;   Laki-laki muslim yang sholih dengan wanita yang sholihah akan mampu membangun rumah tangga yang baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: right; color: rgb(204, 255, 255);font-family:times new roman;"&gt; ا&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:100%;" &gt;لْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;[1034]."  * [1034]. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ayat ini menunjukkan kesucian 'Aisyah r.a. dan Shafwan dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Rasulullah adalah orang yang paling baik maka pastilah wanita yang baik pula yang menjadi istri beliau. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-379662388136597140?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/379662388136597140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/memilih-istri-suami-yang-tepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/379662388136597140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/379662388136597140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/memilih-istri-suami-yang-tepat.html' title='MEMILIH ISTRI / SUAMI YANG TEPAT'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sxd9K5Y-cmI/AAAAAAAAAB4/ilCJzFzmLHY/s72-c/menikah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-8370149834597057289</id><published>2009-11-16T06:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T04:04:58.913-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Q&apos;Ta dan Buah HaTi'/><title type='text'>Anak BaliTa Menguasai Konsep MaTemaTika</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz82WY_FLVI/AAAAAAAAAHM/inhHb2i0Tgo/s1600-h/matematika1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 141px; height: 139px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz82WY_FLVI/AAAAAAAAAHM/inhHb2i0Tgo/s200/matematika1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422112234669419858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anak Balita Menguasai Konsep Matematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Balita Menguasai Konsep Matematika&lt;br /&gt;Gizi.net - Anak Balita Menguasai Konsep Matematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak usia di bawah lima tahun sudah menguasai konsep penjumlahan. Anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) ternyata dapat menyelesaikan jenis operasi matematika tertentu sebelum memperoleh pelajaran matematika secara formal, demikian hasil penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyalah seorang anak berumur 5 tahun, apakah 13 ditambah 17 lebih besar atau lebih kecil daripada 50. Maka, Anda akan terkejut melihat hasilnya. Untuk mengetahuinya, para peneliti melakukan operasi serupa menggunakan peragaan visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian pertama, anak-anak dihadapkan pada 13 titik berwarna biru di layar komputer. Kemudian ditambahkan 17 titik berwarna biru lainnya sebelum kemudian digabungkan. Setelah itu, mereka diperlihatkan 50 titik berwarna merah dan ditanya mana lebih banyak, titik berwarna biru atau berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara seperti ini, ternyata sekitar dua pertiga dari jawaban yang diberikan benar yaitu titik berwarna merah lebih banyak daripada titik biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam percobaan yang lain, anak-anak diminta untuk membandingkan jumlah titik berwarna biru di layar dengan suara ketukan sejumlah titik yang berwarna merah. Sekali lagi, mereka mampu menentukan mana yang lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki konsep abstrak tentang angka yang melibatkan banyak sensor pengenal, seperti halnya orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki intuisi sejak lahir terhadap matematika yang mungkin dapat digunakan sebagai dasar agar pelajaran sekolah lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang menjadi pusat perhatian pada angka setelah dewasa adalah dapat menentukan angka 7, misalnya, dengan jumlah sesuatu yang bermacam-macam," kata Elizabeth Spelke, seorang psikolog di Harvard University yang juga principal investigator dalam penelitian ini. "Kami dapat mengatakan terdapat tujuh titik tapi juga terdapat suara yang keluar tujuh kali. Meskipun melibatkan rangsangan sensor yang berbeda, jumlahnya sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian terakhir yang dilakukan pada bayi dan primata menunjukkan bahwa kemampuan ini sudah diperlihatkan sebelum umur 5 tahun. "Saya pikir, percobaan terhadap bayi dan monyet menunjukkan bahwa kemampuan ini bawaan lahir," kata Spelke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena intuisi matematika terbukti diperlihatkan sejak dini, anak-anak dapat meningkatkan kemampuannya untuk memecahkan berbagai bentuk masalah aritmatika yang harus dihadapi di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghindari tekanan&lt;br /&gt;Seorang anak pertama kali menghadapi matematika di bangku sekolah dasar, dan beberapa mampu menyelesaikan penambahan dan pengurangan dengan baik, sedangkan perkalian dan pembagian merupakan proses yang panjang dan membutuhkan tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak-anak merasa bahwa simbol matematika tidak begitu sulit, dan menarik sehingga anak-anak menyukai percobaan kami," kata Spelke. "Di sana ada permainan, anak-anak sangat menyukai permainan dan mereka juga nyaman di sana," tambahnya. Anak-anak bermain matematika tanpa merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spelke menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan tapi ia percaya para guru seharusnya menggunakan pengetahuan ini untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa-siswinya terhadap kemampuan matematika, dan membuat pelajaran matematika lebih menyenangkan dan menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara abstrak untuk mengajar matematika dapat juga digunakan untuk mengajarkan simbol-simbol matematika yang harus dihadapai agar menjadi sangat trampil di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang diperlihatkan oleh penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak memiliki pemahaman terhadap penambahan dan angka. Oleh karena itu, kami berharap dapat mengasah kemampuannya kepada instruksi matematika yang lebih rumit," kata Spelke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini dijelaskan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 12 September.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-8370149834597057289?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/8370149834597057289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/anak-balita-menguasai-konsep-matematika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/8370149834597057289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/8370149834597057289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/anak-balita-menguasai-konsep-matematika.html' title='Anak BaliTa Menguasai Konsep MaTemaTika'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz82WY_FLVI/AAAAAAAAAHM/inhHb2i0Tgo/s72-c/matematika1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-6462390494680794458</id><published>2009-11-16T06:20:00.001-08:00</published><updated>2010-01-02T04:07:10.304-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Q&apos;Ta dan Buah HaTi'/><title type='text'>CARA MENGAJARKAN MAMBACA KEPADA ANAK YANG MENYENANGKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz823fPWC6I/AAAAAAAAAHU/lfyA1HMOWv4/s1600-h/buat+anak+seneng+baca.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 154px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz823fPWC6I/AAAAAAAAAHU/lfyA1HMOWv4/s200/buat+anak+seneng+baca.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422112803283930018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;CARA MENGAJARKAN MAMBACA KEPADA ANAK YANG MENYENANGKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajarkan anak membaca di usia dini bagaikan mengukir di atas batu, sementara mengajarkan mereka di usia remaja bagaikan mengukir di atas air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajarkan anak membaca di usia balita memang susah-susah gampang. Apalagi jika mereka masih senang bermain-main lantaran mentalnya belum siap untuk menerima pelajaran yang tergolong ‘berat’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, sambil bermain anak bisa diajarkan membaca. Caranya bisa bermacam-macam. Berikut ini ada beberapa tips kreatif mengajarkan membaca pada anak yang menarik dan menyenangkan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Mengajak anak menghapal beberapa tulisan yang ada di sekitarnya dalam lembaran karton berwarna yang bercetak gambar plus tulisan yang cukup tebal, seperti gelas, buku, topi, baju, celana, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;2.    Jika anak masih belum mau belajar juga, cobalah cara lain yang lebih menyenangkan seperti halnya permainan.&lt;br /&gt;Contohnya bermain tebak kartu dengan mencocokkan kartu-kartu yang bergambar dengan kartu yang hanya berisikan tulisan. Misalnya kartu bergambar baju dengan kartu yang bertuliskan baju. Untuk memudahkan bisa diberi petunjuk dengan warna-warna yang sama.&lt;br /&gt;3.    Akan lebih baik dan menyenangkan bila Anda memiliki komputer di rumah.&lt;br /&gt;Dengan beberapa software yang tersedia di pasaran, Anda bisa mengajarkan anak membaca sekaligus bermain dan terampil dalam mengoperasikan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam software yang tersedia di beberapa toko buku besar, biasanya bukan hanya berisikan materi pelajaran semata namun juga sarat dengan aneka permainan edukatif yang merangsang anak untuk belajar membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun bisa dilakukan secara mandiri, di sini peran orang tua diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niscaya dengan metode pembelajaran yang tepat, anak-anak sudah bisa membaca di usianya yang masih balita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-6462390494680794458?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/6462390494680794458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/cara-mengajarkan-mambaca-kepada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/6462390494680794458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/6462390494680794458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/cara-mengajarkan-mambaca-kepada-anak.html' title='CARA MENGAJARKAN MAMBACA KEPADA ANAK YANG MENYENANGKAN'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz823fPWC6I/AAAAAAAAAHU/lfyA1HMOWv4/s72-c/buat+anak+seneng+baca.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-3632108351836420373</id><published>2009-11-16T06:14:00.000-08:00</published><updated>2009-12-13T17:10:05.683-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Q&apos;Ta dan Buah HaTi'/><title type='text'>Mainan Yang Mencerdaskan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SyWQR7IxSGI/AAAAAAAAAC4/aWJiZ7npxUw/s1600-h/mainan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SyWQR7IxSGI/AAAAAAAAAC4/aWJiZ7npxUw/s320/mainan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414892764589541474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Memilih mainan anak gampang-gampang susah. Salah pilih, akibatnya bisa runyam. Bila permainan terlalu rumit anak bisa stres. Ini lambat laun akan berdampak buruk bagi perkembangan emosinya. Sebaliknya, permainan yang terlalu mudah pun tak membawa manfaat bagi mereka. Karena interestnya berkurang dan tak merasa tertantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Taufan Surana, pengelola dan pemilik situs BalitaCerdas.com, yang paling penting dalam memilih mainan untuk anak adalah yang dapat merangsang semua panca inderanya. Semakin banyak panca indera digunakan, sel-sel otak anak akan lebih banyak berkembang dari segi kualitas dan jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan remehkan sepeda roda tiga. Kata Taufan, dari penelitian yang dia himpun, sepeda roda tiga mampu merangsang seluruh panca indera. Komposisi gerak dan visualnya akan semakin terasah. ''Anak berlatih mengkoordinasikan gerakan, pandangan dan situasi sekitarnya'', jelas Taufan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan lain yang bisa dijadikan alternatif adalah&lt;br /&gt;Flash Card. Permainan kartu bergambar ini terdiri dari 150 kartu dengan bermacam-macam gambar seperti gambar buah, binatang, kendaraan, warna ataupun angka, dll. Cara memainkannya, cukup dengan menunjukkan gambar secara&lt;br /&gt;cepat (satu gambar per detik) di hadapan anak. Meski mungkin belum lancar, biasanya anak usia sampai dengan tiga tahun sudah bisa mengenali gambar berikut namanya. ''Permainan ini bisa dimainkan sejak anak berusia empat bulan'', ujar Taufan yang juga memproduksi Flash Card.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(catatan: Flash Card BalitaCerdas.com bisa diperoleh di&lt;br /&gt;www.balitacerdas.com/fc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan Flash Card ini menurut Taufan bisa membantu memaksimalkan kemampuan photographic memory, serta membangkitkan respon otak kanan pada anak balita. Yaitu dengan cara mengendalikan pikiran bawah sadar, emosi, kreatif dan intuitif pada balita sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa tips dalam memilih mainan untuk anak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orangtua perlu tahu tahap-tahap perkembangan anak, baik usia, emosi dan fisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Peduli terhadap mainan yang digunakan. Jangan asal beli yang mahal, sesuaikan dengan kemampuan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keamanan alat bermain perlu diperhatikan, baik dari bahan (materil dan catnya) dan kinerja alat tersebut (yang menghindari cedera ketika digunakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pilih mainan yang berwarna kontras dan cerah, untuk merangsang indera penglihatan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pastikan semua mainan dalam jangkauan anak, agar terhindar dari cedera ketika anak berusaha mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anak di usia enam bulan keatas suka mainan yang mengeluarkan bunyi dan benda berwarna seperti genta, bel, lonceng mini, gambar penuh warna maupun benda bertekstur lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Beri mainan seperti lego dan sejenisnya yang mempunyai variasi bentuk pada anak usia 9 bulan keatas, atau mainan serupa yang dapat dimainkan sewaktu mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tak perlu mainan mahal untuk anak Anda. Si kecil butuh stimulus untuk merangsang kreatifitasnya, dan ini bisa anda lakukan dengan membuatnya sendiri. Tentu, kreatifitas Anda yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bermain dengan buah hati anda.&lt;br /&gt;NAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPS MEMILIH ARENA BERMAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna membantu orang tua memilihkan arena bermain yang baik bagi&lt;br /&gt;anaknya, Tari memberikan beberapa saran berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utamakan Kebersihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah memilih arena bermain yang sarananya sudah dipenuhi debu&lt;br /&gt;dan ditumbuhi jamur, lumut, apalagi sampai menimbulkan bau tak sedap.&lt;br /&gt;''Sebagai konsumen, kita berhak bertanya kepada pihak pengelola&lt;br /&gt;mengenai sistem perawatan arena bermain tersebut.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari menyayangkan banyaknya pengelola/pemilik arena bermain, baik&lt;br /&gt;outdoor maupun indoor, yang mengabaikan sisi perawatan dan kebersihan.&lt;br /&gt;Padahal biasanya keteledoran semacam ini yang menjadikan tempat bermain&lt;br /&gt;umum tidak layak lagi dipergunakan bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, setelah sekian jam digunakan atau dimanfaatkan oleh sejumlah&lt;br /&gt;anak, setiap mainan harus dibersihkan. Bahkan untuk meminimalkan&lt;br /&gt;peluang penularan penyakit tertentu, mainan juga harus dibersihkan&lt;br /&gt;secara berkala menggunakan bahan pembersih yang bisa membunuh jamur,&lt;br /&gt;bakteri, dan kuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan Keamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan keamanan setiap lekuk dan sudut sarana di tempat bermain yang&lt;br /&gt;akan digunakan dapat diandalkan. Jika kira-kira membahayakan, lebih&lt;br /&gt;baik urungkan saja niat mengajak main batita di tempat tersebut.&lt;br /&gt;Begitu juga materi yang mendominasi arena bermain itu. Amati aspek&lt;br /&gt;lunak-kerasnya, licin atau tidak dan tajam atau tidak semua benda yang&lt;br /&gt;ada. Termasuk aman tidaknya cat yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal-hal kecil tadi perlu diperhatikan baik-baik?&lt;br /&gt;Tak lain karena pengalaman tidak enak kala anak&lt;br /&gt;terbentur atau terluka akan jauh lebih ''dirasa'' daripada manfaat&lt;br /&gt;permainan itu sendiri. Sayang sekali 'kan, kalau karena pernah cedera&lt;br /&gt;anak jadi tak mau mencoba permainan ini-itu atau tidak lagi terangsang&lt;br /&gt;melakukan berbagai eksplorasi hingga potensi/kemampuan anak jadi tidak&lt;br /&gt;terasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam mandi bola, contohnya, untuk anak batita idealnya harus&lt;br /&gt;dipisahkan dari kolam serupa untuk anak prasekolah.&lt;br /&gt;Mengapa? Sebagian batita, terutama batita awal usia 1-2 tahun,&lt;br /&gt;masih berada di fase oral. Inilah yang membuat mereka seringkali&lt;br /&gt;memasukkan bola-bola tersebut ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan lain, perkembangan motorik membuat anak prasekolah&lt;br /&gt;cenderung ''rusuh'' dengan melompat dan meloncat atau terjun&lt;br /&gt;bebas tanpa memperhatikan ada atau tidak orang lain yang mungkin bakal&lt;br /&gt;celaka dengan ulahnya. Di sinilah pentingnya orang tua menyeleksi arena&lt;br /&gt;bermain seperti apa yang dianggapnya layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermati Aspek Kesesuaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah sarana bermain yang merangsang pergerakan otot batita, baik&lt;br /&gt;otot-otot kaki, tangan, maupun seluruh bagian tubuhnya. Jangan lupa&lt;br /&gt;perhatikan juga kesesuaian bentuk, ukuran, dan tingkat kesulitan&lt;br /&gt;masing-masing permainan tersebut. Balok keseimbangan, contohnya,&lt;br /&gt;pilihkan yang baloknya relatif lebar dan goyangannya tidak&lt;br /&gt;menghentak-hentak. Sedangkan untuk perosotan idealnya dilengkapi dengan&lt;br /&gt;matras atau ''bantalan'' pasir yang bisa meredam benturan saat anak&lt;br /&gt;mendarat. Lalu untuk permainan gorong-gorong, pilihkan yang jalan&lt;br /&gt;keluarnya langsung bisa ditemukan anak dengan panjang yang terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuota/Kapasitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkan arena bermain yang sudah penuh sesak. Dalam kondisi semacam&lt;br /&gt;itu jangan harap anak bisa memetik manfaat dari aktivitas bermainnya.&lt;br /&gt;Begitu juga jika melihat antrian yang amat panjang hingga harus&lt;br /&gt;menunggu cukup lama untuk mendapat giliran. Bisa-bisa si batita bete&lt;br /&gt;duluan sebelum bermain. Padahal salah satu unsur penting bagi anak&lt;br /&gt;batita adalah pengalaman yang menyenangkan. Nah, kalau dia sampai&lt;br /&gt;terlalu lama menunggu, kalah berebut kesempatan dengan anak yang lebih&lt;br /&gt;besar, tentu saja permainan tersebut akan menjadi pengalaman tidak&lt;br /&gt;menyenangkan buat si batita. Meski di usia ini anak juga harus mulai&lt;br /&gt;diperkenalkan pada konsep berbagi, tapi tentu bukan dengan cara-cara&lt;br /&gt;seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas SDM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan di sini adalah kualitas petugas atau kakak-kakak&lt;br /&gt;pendamping yang ada di lokasi arena bermain. Ini sangat perlu mengingat&lt;br /&gt;mereka harus menjaga, membimbing, dan mengarahkan anak bagaimana&lt;br /&gt;harusnya bermain dengan baik dan benar. Jika semua aturan main bisa&lt;br /&gt;dipatuhi, bukan cuma keselamatan dan kenyamanan bermain yang didapat&lt;br /&gt;anak, tapi juga manfaat lain. Semisal, ''O...begini toh caranya menjaga&lt;br /&gt;keseimbangan di jalan yang licin.''&lt;br /&gt;Atau, ''Supaya bonekanya enggak gampang hancur, aku mesti mencampur&lt;br /&gt;tepung ini dengan air.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja agar bisa memainkan perannya sebagai pendamping, jumlah SDM&lt;br /&gt;yang bertugas harus sesuai dengan kapasitas arena permainan itu sendiri.&lt;br /&gt;Jangan sampai satu penjaga harus mengawasi 10 anak yang sedang asyik&lt;br /&gt;bermain, contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah sarana bermain yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak&lt;br /&gt;batita. Perhatikan pula aspek-aspek kebersihan dan keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia anak usia batita memang dunia bermain. Boleh dibilang sepanjang&lt;br /&gt;waktu mereka diisi hanya dengan bermain, kecuali saat tidur. Baik&lt;br /&gt;bermain menggunakan alat dengan berbagai bentuk dan ukuran, maupun&lt;br /&gt;tidak. Si anak menggunakan tubuhnya sendiri sebagai alat bermain untuk&lt;br /&gt;berlari, meloncat-loncat, merangkak, dan sebagainya. Bisa dibilang tak&lt;br /&gt;ada tempat yang tidak bisa dijadikan tempat bermain baginya. Entah yang&lt;br /&gt;outdoor maupun indoor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari Sandjojo, Psi., dari Cikal Jakarta memaparkan aneka&lt;br /&gt;jenis sarana bermain yang bisa sesuai bagi anak batita. Tentu saja&lt;br /&gt;lengkap dengan manfaatnya bagi berbagai aspek perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEROSOTAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bisa menikmati sensasi ketinggian, terlebih saat ia berada di&lt;br /&gt;puncak perosotan dan siap meluncur. Belum lagi merasakan bagaimana&lt;br /&gt;tubuhnya terasa melayang kala meluncur ke bawah hingga akhirnya&lt;br /&gt;mendarat di ujung perosotan. Sebelum meluncur pun anak harus menjalani&lt;br /&gt;proses naik tangga. Motorik kasar anak benar-benar teruji, termasuk&lt;br /&gt;bagaimana menjaga keseimbangan tubuhnya saat menapaki anak tangga.&lt;br /&gt;Selain itu, anak juga belajar mengenai peraturan. Di antaranya mesti&lt;br /&gt;tertib bergiliran naik satu per satu dan tidak boleh naik dari papan&lt;br /&gt;luncurnya agar tidak tertabrak anak lain di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYUNAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak akan merasakan kenikmatan tersendiri saat tubuhnya terayun secara&lt;br /&gt;kencang atau lambat maupun tinggi atau rendah dari tempat berpijak. Ia&lt;br /&gt;juga jadi belajar mengantisipasi bahaya. Jika ada yang mengayunnya dari&lt;br /&gt;depan atau belakang, misalnya, tentu harus diingatkan karena tindakan&lt;br /&gt;ini justru membahayakan si pengayun. Selain itu anak pun dilatih untuk&lt;br /&gt;mempertajam kemampuan kontrol dirinya agar tidak berayun terlalu cepat&lt;br /&gt;dan tidak pula kelewat lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERMAINAN PASIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih butiran pasir yang lembut dan halus serta tidak menempel di kulit&lt;br /&gt;anak. Dengan dikenalkan pada permainan pasir, anak akan belajar&lt;br /&gt;mengenai tekstur kasar. Begitu juga tentang panas dan dinginnya pasir,&lt;br /&gt;maupun perubahan bentuk saat dicampur air. Bukankah ini berarti&lt;br /&gt;mengenalkan anak pada dunia ilmu pengetahuan, tepatnya belajar IPA&lt;br /&gt;secara sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja dalam memilih pasir tersebut orang tua harus hati-hati&lt;br /&gt;mengingat material ini dapat pula menjadi tempat tinggal bagi binatang&lt;br /&gt;kecil. Bukan tidak mungkin ada binatang yang bisa membahayakan atau&lt;br /&gt;setidaknya membuatnya takut dan cedera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STEPPING &amp;amp; BALOK KESEIMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imajinasi anak dirangsang melalui permainan ini. Arahkan anak seakan ia&lt;br /&gt;harus menyebrangi sungai yang deras dengan balok itu. Jika cuma&lt;br /&gt;berjalan dan berlalu begitu saja di atasnya, yang didapat anak hanyalah&lt;br /&gt;kesempatan melatih motorik dan keseimbangannya saja, tapi bukan&lt;br /&gt;imajinasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANDI BOLA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat permainan ini anak akan mengalami sensasi yang beragam. ''Oh&lt;br /&gt;seperti ini ya rasanya berenang dalam kolam bola. Beda dengan masuk&lt;br /&gt;kolam air yang bisa membuatku tenggelam, terjun ke kolam ini empuk dan&lt;br /&gt;tidak membuatku tenggelam. Kalaupun aku tenggelam karena banyak gerak,&lt;br /&gt;aku tetap bisa bernapas, kok.'' Belajar mengenai konsep warna dan&lt;br /&gt;bentukpun bisa diperoleh anak di sini. Begitu juga dengan belajar&lt;br /&gt;menentukan arah jika anak ingin main lempar bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAIN AIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya anak usia batita hobi main air. Ia masih dikuasai rasa ingin&lt;br /&gt;tahu atau keinginan bereksplorasi, termasuk terhadap air. Meski ada&lt;br /&gt;juga yang takut terhadap air karena pernah mengalami pengalaman tak&lt;br /&gt;menyenangkan dengan material ini. Sayangnya, tidak sedikit orang tua&lt;br /&gt;yang justru membentengi rasa ingin tahu anak terhadap air dengan banyak&lt;br /&gt;melarang. Semisal jangan mandi lama-lama, enggak boleh main&lt;br /&gt;hujan-hujanan atau becek-becekan, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal menurut Tari, manfaat bermain air itu sendiri cukup banyak.&lt;br /&gt;Selain bisa merasakan adanya sensasi yang menyenangkan, mengapa tidak&lt;br /&gt;dioptimalkan dengan mengarahkan anak untuk mencintai dunia ilmu&lt;br /&gt;pengetahuan? Fasilitasi rasa ingin tahunya dan kegemarannya bermain air&lt;br /&gt;dengan menghadirkan wadah dalam berbagai bentuk dan ukuran. Mencampur&lt;br /&gt;air dengan cat air, pasir, atau tepung akan membantu anak menemukan&lt;br /&gt;banyak hal baru mengenai berat jenis, volume, perubahan bentuk, warna,&lt;br /&gt;dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GORONG-GORONG/TEROWONGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena suasana yang dihadirkannya amat berbeda, gorong-gorong memberi&lt;br /&gt;sensasi tersendiri sebagai sarana bermain bagi anak. Saat berada di&lt;br /&gt;dalamnya anak mendapati suasana yang agak gelap, sempit, lebih dingin&lt;br /&gt;dan membuat suaranya bergema. Anak pun belum bisa menerka-nerka apa&lt;br /&gt;yang bakal ditemuinya di depan sana, di setiap belokan ataupun di mulut&lt;br /&gt;gorong-gorong. Latihan semacam ini akan meningkatkan kemampuan anak&lt;br /&gt;dalam hal antisipasi. Selain melatihnya mengatasi rasa takut saat&lt;br /&gt;menghadapi suasana berbeda. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi&lt;br /&gt;anak yang ujung-ujungnya akan mengasah kemampuan beradaptasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JALA/JARING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat manapaki jala/jaring, sensasi ketinggian juga akan didapat anak&lt;br /&gt;sebagai salah satu manfaat. Manfaat lainnya adalah mengasah&lt;br /&gt;ketrampilan motorik, rasa percaya diri, keberanian, maupun&lt;br /&gt;keseimbangan dan koordinasi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUMPANGAN BERGOYANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuknya bisa bermacam-macam, dari pesawat terbang, tokoh film kartun,&lt;br /&gt;mobil, motor, hewan, atau apa saja. Namun menurut Tari, keinginan&lt;br /&gt;batita mencoba permainan ini lebih karena ketertarikannya pada aneka&lt;br /&gt;bentuk yang ada. Sementara dari segi manfaatnya nyaris tidak ada,&lt;br /&gt;selain sensasi saat mainan bergoyang ke kiri dan kanan atau ke depan&lt;br /&gt;dan belakang secara teratur saat dimasukkan koin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-3632108351836420373?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/3632108351836420373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/mainan-yang-mencerdaskan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/3632108351836420373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/3632108351836420373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/mainan-yang-mencerdaskan.html' title='Mainan Yang Mencerdaskan'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SyWQR7IxSGI/AAAAAAAAAC4/aWJiZ7npxUw/s72-c/mainan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-4217738395319452981</id><published>2009-11-16T06:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T04:08:09.513-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Q&apos;Ta dan Buah HaTi'/><title type='text'>Merangsang Kecerdasan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz83F8-ME3I/AAAAAAAAAHc/a4OsjJ4xZRI/s1600-h/OTAK.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 147px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz83F8-ME3I/AAAAAAAAAHc/a4OsjJ4xZRI/s200/OTAK.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422113051783205746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Merangsang Kecerdasan Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua mana yang tidak ingin anaknya cerdas. Namun, yang masih menjadi pertanyaan, apa saja yang dibutuhkan si kecil agar pertumbuhan otaknya menjadi optimal ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak merupakan benda yang paling vital dalam tubuh. Organ ini mengatur seluruh bagian dalam tubuh diantaranya gerakan motorik, pengaturan suhu tubuh, pengaturan tekanan darah, sekresi hormon,pernapasan, emosi dan berbagai macam kegiatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai proses dalam otak itu yakni peenambahan sel (poliferasi), perpindahan sel (migrasi), perubahan sel (differensiasi), pembentukan system jalinan saraf antara satu dengan lainnya (sinaptogenesis) dan pembentukan selubung saraf (mielinisasi).&lt;br /&gt;Yang penting dicatat, organ ini tumbuh secara luar biasa pada masa anak-anak. Sampai pada usia 2 tahun berat otak akan mencapai 75% otak dewasa. Menurut dr. Hartono Gunadi, Sp.A, dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, sampai dengan bayi berusia 2 tahun, pertumbuhan dan perkembangan otak anak telah mencapai 90%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factor yang paling penting untuk pembentukan otak adalah factor nutrisi untuk mendukung pembentukan sel-sel otak. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab terhadap kehidupan annak, Anda perlu tahu nutrisi seperti apa yang berperan dalam pembentukan otak sang buah hati, mulai dari dalam kandungan hingga remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada lagi hal yang penting pada proses pertumbuhan seorang anak, yakni proses tumbuh kembang. Makna pertumbuhan berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi dalam tingkat sel, organ atau individu.&lt;br /&gt;Sedangkan perkembangan lebih menitikberatkan pada aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu, termasuk perubahan aspek sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan.&lt;br /&gt;Yang jelas, untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, Anda harus mengetahui factor dan aspek apa saja yang mempengaruhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERANAN NUTRISI&lt;br /&gt;Cikal bakal otak mulai terbentuk pada minggu ketiga kehamilan berupa lempeng saraf, berubah menjadi tabung saraf pada minggu keempat dan mulai terbentuk otak besar, batang otak, otak kecil dan medulla spinalis pada minggu kelima kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bayi lahir, maka usia yang paling penting dalam pertumbuhan otak adalah 0-2 tahun. Periode tersebut penting karena masa ini adalah periode emas. Dalam periode inilah terjadi perkembangan saraf otak yang tercepat, khususnya mielinisasi. Selanjutnya memang terus terjadi perkembangan hingga usia 5 tahun, namun tidak secepat pada usia sebelumnya. Dalam masa ini maka yang terjadi adalah pengorganisasian perkembangan dan hubungan antar jaringan (impuls) otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factor nutrisi berperan mulai dari kandungan, jadi seorang ibu yang hamil harus memperhatikan asupan gizi, bukan hanya untuk dirinya, juga untuk sang janin. Yang harus diperhatikan adalah protein dan asam lemak esensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi. Setelah bayi lahir, kebutuhan zat gizi dilakukan melalui pemberian ASI Eksklusif sejak hari pertamanya sampai usia 6 bulan. Tapi setelah proses menyusui terlampaui, Anda harus memikirkan nutrisi sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang tak dapat menyusui anak karena sesuatu hal, pemilihan nutrisi untuk bayi harus dipertimbangkan dengan matang, demi perkembangan kecerdasannya. Nutrisi yang diyakini dapat meningkatkan kualitas otak anak adalah asam lemak DHA (asam dokosaheksanoat) dan AA (asam arakhidonat). Asam lemak ini merupakan asam lemak esensial, artinya tidak dapat dibentuk oleh tubuh sehingga harus ditambah dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR PENDUKUNG&lt;br /&gt;Setelah otak seorang anak terbentuk, maka ada berbagai factor yang mempengaruhi perkembangannya. Teramat sayang bila anak Anda sudah memiliki sel-sel otak yang berkualitas, namun dibiarkan tanpa didukung perkembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factor pendukung antara lain perhatian dan kasih sayang orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh bagi aspek emosi. Mulai dari kontak fisik, sentuhan, belaian dan nyanyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factor yang tak kalah pentingnya yaitu kebutuhan mental, misalnya proses pembelajaran, agama dan kepribadian. Factor pendukung inilah yang dapat menjadi stimulasi bagi perkembangan otak anak, juga akan mengaktifkan sel otak anak Anda sehingga perkembangannya akan lebih terpacu.&lt;br /&gt;Stimulasi ini penting sekali, sebab, jaringan saraf otak akan hilang dengan sendirinya apabila jarang atau tidak pernah sama sekali mendapat stimulasi.&lt;br /&gt;Stimulasi pada anak dapat diterima melalui sentuhan, pendengaran, penglihatan, pengecapan yang kesemuanya sudah dapat diproses sejak bayi baru lahir. Pemprosesan informasi atau stimulasi dari luar tergantung dari takaran dan derajat stimulasi yang diterima serta kemampuan si anak memproses stimulasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi orangtua dengan penuh kasih sayang dapat merangsang imajinasi dan gagasan kreatif anak. Stimulasi dapat dimulai dari dalam kandungan. Contohnya, si ibu yang hamil bisa mendengarkan musik sambil mengelus perutnya.&lt;br /&gt;Contoh lain stimulasi setelah anak lahir adalah dengan bercerita atau mendongeng. Mendongeng selain dapat mengajarkan kata-kata, juga dapat menjadi simbolisasi pendidikan. Misalnya bagaimana berbuat baik dan bagaimana memecahkan suatu masalah.&lt;br /&gt;Kemudian permainan juga merupakan stimulasi yang sangat tepat bagi anak. Usahakan memberi variasi permainan dan sangat baik kalau orangtua melibatkan diri secara langsung dalam permainan. Perlu diingat juga, jangan selalu melarang anak melakukan aktivitas sepanjang tidak berbahaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-4217738395319452981?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/4217738395319452981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/merangsang-kecerdasan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/4217738395319452981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/4217738395319452981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/merangsang-kecerdasan-anak.html' title='Merangsang Kecerdasan Anak'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz83F8-ME3I/AAAAAAAAAHc/a4OsjJ4xZRI/s72-c/OTAK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-5332968253011475983</id><published>2009-11-16T06:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T04:16:58.706-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Q&apos;Ta dan Buah HaTi'/><title type='text'>Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz85J1YUljI/AAAAAAAAAHk/9ZW46-1UiE8/s1600-h/permainan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz85J1YUljI/AAAAAAAAAHk/9ZW46-1UiE8/s200/permainan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422115317488064050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: Temu Ilmiah Tumbuh Kembang Jiwa Anak dan Remaja&lt;br /&gt;(sumber: iqeq.web.id)&lt;br /&gt;Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak&lt;br /&gt;1. Kesehatan&lt;br /&gt;Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.&lt;br /&gt;2. Intelegensi&lt;br /&gt;Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.&lt;br /&gt;3. Jenis kelamin&lt;br /&gt;Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.&lt;br /&gt;4. Lingkungan&lt;br /&gt;Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.&lt;br /&gt;5. Status sosial ekonomi&lt;br /&gt;Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.&lt;br /&gt;Pengaruh bermain bagi perkembangan anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak&lt;br /&gt;•    Bermain dapat digunakan sebagai terapi&lt;br /&gt;•    Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak&lt;br /&gt;•    Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak&lt;br /&gt;•    Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak&lt;br /&gt;•    Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak&lt;br /&gt;Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak&lt;br /&gt;A. Permainan Aktif&lt;br /&gt;1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi&lt;br /&gt;Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.&lt;br /&gt;2. Drama&lt;br /&gt;Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.&lt;br /&gt;3. Bermain musik&lt;br /&gt;Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.&lt;br /&gt;4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu&lt;br /&gt;Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.&lt;br /&gt;5. Permainan olah raga&lt;br /&gt;Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.&lt;br /&gt;B. Permainan Pasif&lt;br /&gt;1. Membaca&lt;br /&gt;Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.&lt;br /&gt;2. Mendengarkan radio&lt;br /&gt;Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.&lt;br /&gt;3. Menonton televisi&lt;br /&gt;Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas membaca mempunyai pengaruh terbesar&lt;br /&gt;dalam kehidupan berpikir seorang anak, yang pada&lt;br /&gt;akhirnya akan berpengaruh juga terhadap tingkat&lt;br /&gt;kecerdasan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menstimulasi hal tersebut, kita perlu&lt;br /&gt;memberikan kegiatan lanjutan setelah anak selesai membaca dalam suasana yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Misalnya, kita bisa membuat quiz tentang isi dari bacaan tersebut, dlsb. Hal ini perlu untuk melatih anak belajar menguasai isi bacaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman terhadap isi bacaan merupakan tahap lanjutan yang sangat penting untuk diajarkan setelah anak mulai lancar membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih penting lagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN memaksa anak untuk membaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri kebebasan kepada anak untuk memilih buku&lt;br /&gt;yang ingin dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGAT, yang penting BUKAN APA yang dibaca oleh&lt;br /&gt;anak, TETAPI BAGAIMANA anak membacanya. Tentu saja, selama buku-buku tersebut sesuai untuk anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai, misalnya, kita memaksa anak membaca buku tentang binatang, padahal anak sedang ingin membaca buku tentang angkasa luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adil Fathi Abdullah dalam bukunya mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Andai kita berhasil membuat anak gemar dan&lt;br /&gt;menikmati aktivitas membaca serta menjadikannya&lt;br /&gt;sebagai sarana untuk meningkatkan daya pikirnya,&lt;br /&gt;berarti kita telah memberikan kebaikan yang&lt;br /&gt;tidak ternilai dengan harta dunia.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat SANGAT sependapat dengan pernyataan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-5332968253011475983?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/5332968253011475983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/pengaruh-permainan-pada-perkembangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5332968253011475983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5332968253011475983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/pengaruh-permainan-pada-perkembangan.html' title='Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz85J1YUljI/AAAAAAAAAHk/9ZW46-1UiE8/s72-c/permainan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-6536327878891084118</id><published>2009-11-16T06:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T04:18:55.655-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Q&apos;Ta dan Buah HaTi'/><title type='text'>Bagaimana MembuaT Anak Suka Belajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz85nSmy_PI/AAAAAAAAAHs/L0-eOeKmAWk/s1600-h/mau+belajar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 164px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz85nSmy_PI/AAAAAAAAAHs/L0-eOeKmAWk/s200/mau+belajar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422115823549611250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;TIPS: Bagaimana Membuat Anak Suka Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Taufan Surana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tips di bawah ini SANGAT MENENTUKAN dan EFEKTIF diterapkan supaya anak SUKA BELAJAR:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SUASANA YANG MENYENANGKAN adalah SYARAT MUTLAK yang diperlukan supaya anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membuat ANAK SENANG BELAJAR adalah JAUH LEBIH PENTING daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kenali tipe dominan CARA BELAJAR ANAK, apakah tipe AUDITORY (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), VISUAL (melihat) ataukah KINESTHETIC (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Belajar dengan JEDA WAKTU ISTIRAHAT setiap 20 menit akan JAUH LEBIH EFEKTIF daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi SANGAT ANTUSIAS dan SEMANGAT untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari anak SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK. Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya anak akan menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-6536327878891084118?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/6536327878891084118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/bagaimana-membuat-anak-suka-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/6536327878891084118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/6536327878891084118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/bagaimana-membuat-anak-suka-belajar.html' title='Bagaimana MembuaT Anak Suka Belajar'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz85nSmy_PI/AAAAAAAAAHs/L0-eOeKmAWk/s72-c/mau+belajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-5640037587876254028</id><published>2009-11-12T01:52:00.001-08:00</published><updated>2010-01-02T04:31:23.662-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qouul Ulama'/><title type='text'>KEMULIAAN DALAM  PANDANGAN IMAM ASY-SYĀFI`IY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz88dOBQfkI/AAAAAAAAAH8/cxfrNv0NDvE/s1600-h/ramdan_kariem.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz88dOBQfkI/AAAAAAAAAH8/cxfrNv0NDvE/s200/ramdan_kariem.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422118949054611010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                              KEMULIAAN DALAM&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                           PANDANGAN IMAM ASY-SYĀFI`IY&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;سَأَلَ رَجُلٌ الشَّافِعِيَّ فَقَالَ: يَا أَبَا عَبْدِ اللهِ، أَيُّمَا أَفْضَلُ لِلرَّجُلِ: أَنْ يُمَكَّنَ أَوْ يُبْتَلَى: فَقَالَ الشَّافِعِيُّ فَقَال: ( لاَ   يُمَكَّنَ حتى يُبْتَلَى، فَإِنَّ اللهَ ابْتَلَى نُوْحًا وَ إِبْرَاهِيْمَ وَ مُوْسَى وَ عِيْسَى وَ مُحَمَّدًا صَلَوَاتُ اللهِ وَ سَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ، فَلَمَّا صَبَرُوْا مَكَّنَهُمْ، فَلاَ يَظُنُّ أَحَدٌ أَنْ يَخْلُصَ مِنَ اْلأَلَمِ الْبَتَّةَ )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada Imam asy-Syāfi`iy Rohimahulloh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Abu ‘Abdillah! Manakah yang lebih utama bagi seseorang: Diberikan kekuasaan kepadanya ataukah diberikan ujian? Beliau menjawab: Seseorang tidak akan diberi kekuasaan sebelum dia diberi ujian.  Sesungguhnya Allah telah memberikan ujian kepada Nuh, Ibrahim, Musa, ‘Isa dan Muhammad. Ketika mereka bersabar menghadapinya, maka Allah akan memberikan kekuasaan kepada mereka. Oleh karena itu, janganlah seseorang mengira bahwa dia bisa lepas dari bencana sedikitpun” (al-Fawā’id: 227)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;:  قَالَ الشَّافِعِيُّ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;كُلُّ الْعُلُوْمِ سِوَى الْقُرْآنِ مَشْغَلَةٌ                          إِلاَّ الْـحَدِيْثَ وَالْفِـقْهَ فِي الدِّيْـنِ         &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;اَلْـعِلْمُ مَا كَانَ فِيْهِ قَالَ حَدَّثَنَـا                                  وَمَا سِوَى ذَاكَ وَسْوَاسُ الشَّيْطَانِ    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Imam asy-Syāfi`iy berkata:&lt;br /&gt;Semua ilmu selain al-Qur’an hanya akan menyibukkan Kecuali ilmu tentang hadits dan fiqih dalam memahami agama Ilmu adalah yang memuat “Ia telah meriwayatkan kepada kami” Selain itu, tiada lain hanya waswas (bisikan) syetan semata&lt;br /&gt;(Dīwān al-Imām asy-Syāfi’iy: No. 206, hal 388)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                  &lt;span style="font-size:130%;"&gt;:  قَالَ الشَّافِعِيُّ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; لَوْ عَلِمَ النَّاسُ مَا فِي الْكَلاَمِ وَاْلأَهْوَاءِ لَفَرُّوْا كَمَا يَفِرُّوْنَ مِنَ اْلأَسَدِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Imam asy-Syāfi`iy berkata:&lt;br /&gt;"Seandainya semua orang mengetahui (keburukan dan kesesatan) yang ada dalam ilmu kalam dan hal memperturutkan hawa nafsu, tentulah mereka akan menghindarinya, sebagaimana mereka menghindar dari terkaman singa”&lt;br /&gt;(Dzamm al-Kalām oleh al-Harwiy: 4/33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                  &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;:  قَالَ الشَّافِعِيُّ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بـِقَدْرِ اْلكـدِّ تُكْتَسَبُ اْلمَعَالِـي                      وَمَـنْ طَلَبَ الْعُلاَ سَهَرَ اللَّيَالِـي&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَمَـنْ رَامَ الْعُلاَ مِنْ غَيْرِ كـدِّ                      أَضَاعَ الْعُمْرَ فِـي طَلَبِ الْمُحَالِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Imam asy-Syāfi`iy berkata:&lt;br /&gt;Hanya dengan kerja keraslah kemuliaan dapat digapai Siapa yang ingin menggapainya, haruslah banyak begadang Dan siapa saja yang ingin menggapainya tanpa mau bekerja keras Hanya akan menyia-nyiakan waktunya, karena mengejar suatu kemustahilan (Ādāb as-Sāmi’ oleh Ibnu Jamā’ah 2/179 &amp;amp; al-Jāmi li Akhlāq ar-Rāwiy oleh al-Khathīb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-5640037587876254028?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/5640037587876254028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/kemuliaan-dalam-pandangan-imam-asy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5640037587876254028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5640037587876254028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/kemuliaan-dalam-pandangan-imam-asy.html' title='KEMULIAAN DALAM  PANDANGAN IMAM ASY-SYĀFI`IY'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz88dOBQfkI/AAAAAAAAAH8/cxfrNv0NDvE/s72-c/ramdan_kariem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-1501860290070121405</id><published>2009-11-11T06:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T03:56:48.303-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lantunan HaTi'/><title type='text'>KebangkiTan Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz80a8mUl2I/AAAAAAAAAHE/DSLbuvTFhxo/s1600-h/BENDERA+ISLAM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 114px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz80a8mUl2I/AAAAAAAAAHE/DSLbuvTFhxo/s200/BENDERA+ISLAM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422110113925470050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BANGKITLAH WAHAI GENERASI ISLAM.....&lt;br /&gt;UMMAT tengah menunggu uluran tanganmu utk menyampaikan yg haq sehingga Alloh tetapkan kejayaan ummat ISLAM. wahai generasi islam..... janganlah kalian takut dgn makar orang2 kafir yg terlaknat. sesungguhya mereka itu lemah ketika q'ta brpegang teguh kpd Al-Qur'an &amp;amp; As-Sunnah dgn mmhami k2ya itu sbgaimana para Salaful Ummah mmhami k2ya. dan merealisasikanya di dlm kehidupan q'ta. Tegakkalah Dinul Islam ini dgn tngan2mu yg mungil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-1501860290070121405?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/1501860290070121405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/kebangkitan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1501860290070121405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1501860290070121405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/kebangkitan-islam.html' title='KebangkiTan Islam'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz80a8mUl2I/AAAAAAAAAHE/DSLbuvTFhxo/s72-c/BENDERA+ISLAM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-7152768303512452651</id><published>2009-11-11T06:06:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T23:40:06.503-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lantunan HaTi'/><title type='text'>Perjalanan yang Terlupakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz74O3bzUII/AAAAAAAAAGk/K5H_a8HjnQU/s1600-h/Rambu2+Islam.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz74O3bzUII/AAAAAAAAAGk/K5H_a8HjnQU/s200/Rambu2+Islam.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422043935683072130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di Zaman ini manusia t'lah jauh dr Dinul Islam yg mulia ini, mk dr itu sebagai seorang muslim &amp;amp; sekaligus sebagai generasi islam sudah seharusya q'ta bangun dr tidur panjang q'ta. Bangun dan bangkitlah.......&lt;br /&gt;Untuk membela Din ini. janganlah q'ta tertipu oleh kenikmatan dunia yg penuh dgn fatamorgana sehingga q'ta melupakan kampung akhirat yg begitu indah. apakah q'ta t'lah lupa bahwa diri2 q'ta t'lah Alloh beli dgn Surga2-Nya yg penuh dgn kenikmatan yg tiada taranya sehinga q'tapun ta' sanggup utk membayangkanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-7152768303512452651?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/7152768303512452651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/perjalanan-yang-terlupakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/7152768303512452651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/7152768303512452651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/perjalanan-yang-terlupakan.html' title='Perjalanan yang Terlupakan'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz74O3bzUII/AAAAAAAAAGk/K5H_a8HjnQU/s72-c/Rambu2+Islam.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-373763245785662962</id><published>2009-11-11T06:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T23:36:25.985-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lantunan HaTi'/><title type='text'>ArTi Sebuah Perjuangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz73aCXsLwI/AAAAAAAAAGc/cVtxzrqtMXU/s1600-h/kebangkitan_islam..jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz73aCXsLwI/AAAAAAAAAGc/cVtxzrqtMXU/s200/kebangkitan_islam..jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422043028085550850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa arTi hiDupmu tanPa PerjuaNgan.., Apa arTi harTamu tanPa naFkah Fi sabilillah.., Apa arTi KeluarGamu tanPa ta'at pD ALLOH &amp;amp; Rosul-Nya.., Apa arTi muDamu tanPa jejak keMuliaan JiHad.., Apa arTi seHatmu tanPa arTi k'lelaHan di meDan JuAng.., Apa arTi waKtumu tanPa haBis di RiBath Da'Wah.., apa arTi naFasmu tanPa arTi li'ila KaliMatiLLah.. TiaDa GuNa.., TiaDa muLia.., TiaDa JaYa.., TiaDa seLamat.., TiaDa haRga.., TiaDa baHagia.., RenunGkanLah WaHai GeneRaSi ISlaM... SemUa HaRga aDa Di MeDan JiHad Da'WaH SUNNIYYAH..!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-373763245785662962?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/373763245785662962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/arti-sebuah-perjuangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/373763245785662962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/373763245785662962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/arti-sebuah-perjuangan.html' title='ArTi Sebuah Perjuangan'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz73aCXsLwI/AAAAAAAAAGc/cVtxzrqtMXU/s72-c/kebangkitan_islam..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-201388122776413566</id><published>2009-11-11T05:54:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T05:05:16.604-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lantunan HaTi'/><title type='text'>Ruh Juang yang T'lah Hilang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz9EdcllthI/AAAAAAAAAIM/0ZR-XRT-7OM/s1600-h/malam+yg+indah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz9EdcllthI/AAAAAAAAAIM/0ZR-XRT-7OM/s200/malam+yg+indah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422127749058115090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;MilyaRan maNusia maTi tengGelam daLam Ke SyiRikan... mengaPa haRus Ku takuTi maTi meMbawa sekian kesaLahan... JuTaan ORg berJuang maTi2aN unTuk keBatilan. apaKah ku haRus menUnDa2 menGejar maTi dlm PerJuanGan kEbenaRan..??? DimanaKah kaLiaN PaRa penGusung kebeNaraN, maSukLah kEDalam SafiNah suNnaH penyelaMat InSan... KaFilaH kEkukuHan Abu BaKar di maSa RidDah.. LemBaran SemanGat keTegaRan Ahmad bin Hambal dLm kETauHiDan.. Tinta EmaS penCataT kEteGasan SanG MujaHid haKimiYYah di maSa tarTar.. RePorTer keJanTaNan Sholehuddin panGliMa pengHanCur saLiBIs.. Busyro!.. Busyro!.. Apakah Q'Ta malu/ TaKut unTuk meMeGang keBenaRan iNi (Dinul Islam). DimanaKah geNeraSi RobbaNiYYah...?????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-201388122776413566?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/201388122776413566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/ruh-juang-yang-tlah-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/201388122776413566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/201388122776413566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/ruh-juang-yang-tlah-hilang.html' title='Ruh Juang yang T&apos;lah Hilang'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz9EdcllthI/AAAAAAAAAIM/0ZR-XRT-7OM/s72-c/malam+yg+indah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-1432970485061575047</id><published>2009-11-11T05:38:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T20:31:41.434-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUSTAKA AL FAUZAN'/><title type='text'>NAMA BUKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz8-HeRhl9I/AAAAAAAAAIE/bs0hUeu3EfU/s1600-h/buku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz8-HeRhl9I/AAAAAAAAAIE/bs0hUeu3EfU/s200/buku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422120774483941330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Buat ikhwan/ akhwat mau pinjam buku yang ada di daerah bogor, silakan...??? ini buku2nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;table style="border-collapse: collapse; width: 556px; height: 3182px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;col style="width: 29pt;" width="38"&gt;  &lt;col style="width: 284pt;" width="379"&gt;  &lt;col style="width: 245pt;" width="326"&gt;  &lt;col style="width: 185pt;" width="246"&gt;  &lt;col style="width: 65pt;" width="86"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt; width: 29pt;" width="38" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;No.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl65" style="width: 245pt;" width="326"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penulis&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 185pt;" width="246"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terbitan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 65pt;" width="86"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ket.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abdullah bin Abdul Aziz al tuaijiry&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Darul Haq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syaikh Abdur Rohman bin hasan alu syaikh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Darul Nadwah al jadidah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Iman Nawawi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Darul Haq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A. Mudjab Mahali&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mitra Pusaka&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abdullah bin Abdul Aziz al Jibrin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DR. Muhammad ali al hasyimi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pustaka al kausar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ibnu taimiyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka azzam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ibnu Qoyyim al jauziyyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka azzam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;abdurrahman bin nashir as sa'di&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka azzam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dpp pks pusat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pks&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ibnu daqilqil 'ied&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka at Tibyan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;donna gehrke white&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mq gress&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mut'ab bin suryan Al-Ashimi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Media Islamika&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muhammad Nasrudin Al Al Bani&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Media Hidayah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Prof. muhammad Abu Zahra&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT. Pustaka Firdaus&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;HASMI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;HASMI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;17&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;HASMI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;HASMI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;18&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Samih Kariyam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pena&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abu Abdir Rohman Asham bi9n Abdul Mun'im Al marri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Media Hidayah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abu Abdullah Muhammad bin sa'id bin Rasalan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka azzam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;21&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sholih bin Abdul Aziz bin Muhammad Alu Syaikh&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Insan Cemerlang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;22&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Para Mahasiswa Al Akhwain Bogor&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yayasan Islam Al huda Bogor&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;23&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Prof. DR. H. Mahmud Yunus&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT. Hidakarya, Jkt&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;24&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abu Umar Basyir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rumah Dzikir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf Al Qohthoni&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka at Tibyan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;26&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kholid Abu Shalih&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka at Tibyan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;27&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salman bin Zhafir Abdullah Asy Syahri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka at Tibyan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;28&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abu Abdillah Musthofa Al Adawi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka at Tibyan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;29&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;muhammad bin hasan bin 'aqil musa&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Darul Haq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;30&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abdul Zulfidar akaha&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pustaka al kausar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;31&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abdul Aziz bin nashir al musa'ini&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Darul Haq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;32&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Musthofa Manshur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;al I'tishom&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;33&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muhammad bin sholih al Utsaimin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yayasan as-sofwa jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;34&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh muhammad bin sholeh al utsaimin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yayasan as-sofwa jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;35&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh abdul aziz bin abdullah bin baz&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yayasan as-sofwa jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;36&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh abdul aziz bin abdullah bin baz&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yayasan as-sofwa jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;37&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh sholeh bin fauzan al fauzan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yayasan as-sofwa jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;38&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh abdul aziz bin abdullah bin baz&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yayasan as-sofwa jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;39&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kelompok studi Islam al ummah jkt&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;40&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikhul islam ibnu Taimiyah &amp;amp; Ibnu Hajar al Haesamy&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islamic Cultural Center&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;41&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh abdul aziz bin abdullah bin baz&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yayasan as-sofwa jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;42&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muhammad bin Jamil Jainu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Riyadh&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td rowspan="2" class="xl67" style="height: 24pt;" height="32"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;43&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh abdul aziz bin abdullah bin baz&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" class="xl68"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;eL DaSI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" class="xl68"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh muhammad bin sholeh al utsaimin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;44&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh muhammad bin sholeh al utsaimin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;eL DaSI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;45&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh abdul aziz bin abdullah bin baz&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;eL DaSI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;46&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lajnah Ilmiyah eL DaSI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;eL DaSI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;47&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;H. Mahmud Aziz &amp;amp; Mahmud Yunus&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Djajamurni Djakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;48&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;abdul malik bin muhammad al qosim&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;rabitho&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;49&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Itisham ahmad sharaf&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;irsya baitus salam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;50&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ust. Drs. H. Muhammad tholib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;51&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;adil fathi abdulloh&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;irsya baitus salam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;52&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jamaal abdur Rohman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;irsya baitus salam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;53&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasya abdus sami&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;irsya baitus salam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;54&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh Yusuf an Nabhani&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;irsya baitus salam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;55&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hasan bin ahmad hasan hammam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;irsya baitus salam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;56&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bulan bintang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;57&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;hasmi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka al faruq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;58&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh hamuud al mathar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka as sharqiyyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;59&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh abdul aziz bin abdullah bin baz&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;perpustakaan malik fahd al wathoniyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;60&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;musthofa. ks&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ptalmaarif penerbit percetakan off set&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;61&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tajimah al muhyi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PBA Press&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;62&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;abdul malik al qosim&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka at Tibyan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;63&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;muhammad bin 'alawi bin abbas al maliki&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka hidayah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;64&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikhul islam ibnu Taimiyah&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka at Tibyan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;65&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Drs. Fadhil ilahi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka at Tibyan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;66&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jabir rozaq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gema insani press&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;67&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Drs. Kk. Badruddin hsubky&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gema insani press&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;68&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DR. Abdullah Azzam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka al alaq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;69&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dr. sholeh bin fauzan bin abdulloh al fauzan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Universitas Islam Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;70&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dr. sholeh bin fauzan bin abdulloh al fauzan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yayasan as-sofwa jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;71&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dr. sholeh bin fauzan bin abdulloh al fauzan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Darul ibnu Jaudzi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;72&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dr. sholeh bin fauzan bin abdulloh al fauzan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;73&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh muhammad bin sholeh al utsaimin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Darul syariati&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;74&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syaikh Abdul aziz bin faishol ar rojili&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bahasa arab&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh abdulloh bin abdul aziz al zibrin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bahasa arab&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;76&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ust. Suwardi effindi. Lc&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cahaya ilmu - solo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;77&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ummu salamah binti ali al abbasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;media hidayah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;78&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;hasan baharudin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;79&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh sholeh bin fauzan al fauzan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka arafah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;80&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Haji mujiburrohman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mutiara ilmu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;81&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ust taufik al katsiri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;makalah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;82&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;HASMI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;HASMI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;83&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Warsito. Lc&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;lajnah ilmiah LPD al huda&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;84&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;85&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Zaid al hamid&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pustaka amani jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;86&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Drs. Djawatir djuha&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sinar baru algensindo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;87&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pt bulan bintang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;88&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dr. Sayyid muhammad nuh&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penerbit lentera&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;89&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;syaikh muhammad bin sholeh al utsaimin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;al Qowam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;90&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Drs. H. Syahminan zaini&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pekumpulan pecinta al qur'an &amp;amp; as sunnah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;91&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Drs. H. Syahminan zaini&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pekumpulan pecinta al qur'an &amp;amp; as sunnah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;92&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Drs. H. Syahminan zaini&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pekumpulan pecinta al qur'an &amp;amp; as sunnah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;93&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syaikh Bkar bin Abdulloh abu zaid&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;al Qowam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;94&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ibnu Qoyyim al jauziyyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pustaka at tibyan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;95&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dr. Muhammad sa'id Ramadhani al buthy&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pustaka mantiq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;96&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ibnu Abi hatim ar rozi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pustaka darussalam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;97&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abdulloh bin abdul aziz al aidan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;an Nadwah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;98&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dr. ibrohim bin sholih al khudhoiriy&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bahasa arab&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;99&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;abu hasan al asy'ari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;gema insani press&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;100&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dr. Nasir bin abdul karim al aql&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pustaka istiqomah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;101&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dr. Nasir bin abdul karim al aql&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kutaib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl65" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;102&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abdul Aziz bin nashir al musa'ini&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Darul haq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-1432970485061575047?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/1432970485061575047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/nama-buku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1432970485061575047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/1432970485061575047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/11/nama-buku.html' title='NAMA BUKU'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sz8-HeRhl9I/AAAAAAAAAIE/bs0hUeu3EfU/s72-c/buku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-3165323242155874865</id><published>2009-10-17T06:58:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T08:31:17.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku saku'/><title type='text'>Busana Muslimah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;        Zaman ini yang sering dikatakan sebagai zaman kemajuan, sedikit banyak tentu akan berpengaruh dan merubah kondisi masyarakat yang ada. kebudayaan-kebudayaan ala barat telah memasuki dan meracuni kehidupan kaum muslimin saat ini sehingga kita tidak mampu mengenali siapa diri kita di dunia yang fana ini. ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju, sedangkan iman dan taqwa semakin pudar ditelan oleh arus zaman yang semakin jahiliyah.&lt;br /&gt;           Terutama kaum muslimah, telah menjadi korban keganasan arus era globalisasi yang di dalamnya terdapat perangkap-perangkap syaitan yang menggoyahkan iman dan menghancurkan aqidahnya dengan mengokplotasi pesona keindahan wanita, lalu disesatkan dengan segala dimensi. Ironinya banyak kaum hawa yang tidak menyadari bahwa yang tadinya mereka menjadi objek, secara radikal kita katakan para kaum hawa itu menjadi subjek berbagai penyimpangan akibat dari pengaruh kebudayaan barat yang sangat bertentangan dengan ajaran islam yang telah diikuti dan dijadikan sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;             Maslah pakaian misalnya, sekarnag sudah banyak kaum muslimah yang kita jumpai ikut-ikutan pasang buka aksi aurat, pamer bentuk badan, dll. kalaulah yang melakukan itu orang kafir mungkin mereka acuh tak acuh (itulah kebejata budaya mereka). tetapi kaum muslimah ??? Dia terikat oleh ajaran-ajaran dinul islam yang harus mereka taati, sebagaimana Alloh Azza wa jalaa telah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt;يَا بَنِي آدَمَ قَدْ  أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ  التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ  يَذَّكَّرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Times New Roman;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:85%;" &gt;Hai anak  Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu  dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.  Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah,  mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al A'raaf: 26).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-3165323242155874865?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/3165323242155874865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/10/busana-muslimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/3165323242155874865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/3165323242155874865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/10/busana-muslimah.html' title='Busana Muslimah'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-5449381461756699399</id><published>2009-10-14T05:13:00.002-07:00</published><updated>2009-12-03T01:04:46.978-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluar9a'/><title type='text'>MEMBANGUN KELUARGA ISLAMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sxd--37vU_I/AAAAAAAAACA/Z9VO7O2ImvI/s1600-h/keluarga1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sxd--37vU_I/AAAAAAAAACA/Z9VO7O2ImvI/s320/keluarga1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410933095940445170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Bangunlah pernikahan yang di ridhoi Alloh Azza wa Jala, dari memilih pasangan, akad nikah, walimah yang islami sampai kepada malam pernikahan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Rosululloh Solollohu alihi wasalam&lt;/span&gt; bersabda: " Bertaqwalah kepada Alloh tentang wanita. sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanah Alloh dan kalian jadikan halal kehormatan mereka dengan kalimat Alloh." &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Abu Daud:1628).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Binalah hubungan suami istri yang penuh mawaddah wa rohmah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: right; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ  لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt; أَزْوَ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;اجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَاوَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةًوَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;       &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;font-size:78%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:Traditional Arabic;font-size:6px;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;    " Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan di jadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. Ar Ruum :21)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Penuhilah gema rumah dengan do'a, tilawatul qur'an dan ibadah mustahabbah (sunnah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;    "Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syaithon lari dari rumah yang di dalamnya di bacakan surat al baqoroh." &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Muslim : 1300)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Didiklah anak-anak dengan tuntutan ajaran islam, agar menjadi anak yang sholih dan sholihah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ  آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ  وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);font-size:130%;" &gt;غِلاظٌ شِدَادٌ لايَعْصُونَ اللَّهَ مَا  أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;    "&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:Times New Roman;font-size:12px;"  &gt;Hai  orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang  bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar,  yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya  kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. At Tahriim : 6).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Selesaikan segala sengketa dan masalah denganpenuh kebijakan syari'ah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);font-size:130%;" &gt;الرِّجَالُ قَوَّامُونَ  عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا  أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ  بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ  وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا  تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:12px;" &gt;     &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Kaum  laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah  melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan  karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab  itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri  ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).  Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan  pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika  mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.  Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;(QS. An Nisaa' : 4).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;6. Hindari berbagai pelanggaran syari'ah, dari ma'siat, kemunafikan, kekufuran dan kesyirikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;7. Terimalah segala qodar Alloh yang telah terjadi ( baik senang maupun susah ) dengan syukur dan sabar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-5449381461756699399?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/5449381461756699399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/10/membangun-keluarga-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5449381461756699399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/5449381461756699399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/10/membangun-keluarga-islami.html' title='MEMBANGUN KELUARGA ISLAMI'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/Sxd--37vU_I/AAAAAAAAACA/Z9VO7O2ImvI/s72-c/keluarga1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7109589142983046121.post-3364304376810106243</id><published>2009-10-07T04:26:00.000-07:00</published><updated>2009-12-04T16:41:44.606-08:00</updated><title type='text'>Peryataan Abu Hasan Al ATs'ary</title><content type='html'>Tulisan ini saya buat untuk islah/ perbaikan bagi kita semua yang mengaku bermanhaj ahlus Sunnah wal Jamaah. dapat kita lihat di sekitar kita (masyarakat). yang mengaku mengikuti abu Hasan al ats'ary tetapi apa yang mereka lakukan ber tentangan dengan orang yang di ikutinya. banyak orang ber anggapan bahwa yang mengikuti pemahaman abu hasan adalah ahlusSunnah wal Jamaah. akan tetapi pemahaman yang mana... yang mereka anggap itu, apakah sebelum apa sesudah abu Hasan bertobat. karena itu kita haruslah bersikap kritis terhadap masalah agama ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;&lt;img src="http://i388.photobucket.com/albums/oo322/arif_bucket/print.png" alt="print this page" border="0" /&gt;&amp;#160;Print this page&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7109589142983046121-3364304376810106243?l=perjalanan-generasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/feeds/3364304376810106243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/10/peryataan-abu-hasan-al-atsary.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/3364304376810106243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7109589142983046121/posts/default/3364304376810106243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanan-generasi.blogspot.com/2009/10/peryataan-abu-hasan-al-atsary.html' title='Peryataan Abu Hasan Al ATs&apos;ary'/><author><name>Sebuah Renungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13556929741335825656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_pfjYlr94my0/SsyR_BDhIxI/AAAAAAAAAAY/ZxfGvgxR1Wo/S220/1_527863890l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
